Ya memang harus begitu. Karena:
1. Kita ga dikasi pilihan lain buat langganan listrik, hanya PLN.
2. Kalo mati lampu, PLN tinggal minta maaf, gratis. Itupun kalo mau minta maaf.
3. Kalo kita yang telat bayar, gabisa cuma minta maaf, tetap didenda bahkan dicabut.
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Nah yaudah, kalo memang udah ngga ada ruang negosiasi, trus ngapain lu pada kecentilan datengin kampus ngaku-ngaku mau diskusi? Ya wajar lah kalo lu pada diusir. Karena mereka juga paham kalo lu cuma mau bela diri.
Baru kali ini ngedenger anak buahnya presiden ngomong jujur. So, para pegiat dunia gizi dan nutrisionis, here it is.
Embege sama sekali gak bertujuan untuk atasi stunting atau memperbaiki gizi anak-anak.
U don’t need 100% of ur brain capacity, or even 50%, to understand this.
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Waktu di awal mereka diingatkan berkali-kali dengan data dan kajian soal MBG dengan diskusi yang santun, apakah didengar? Nggak. MBG tetap dijalankan secara ugal-ugalan. Lalu saat kerusakan udah terjadi, ujug2 ngajak “diskusi” gitu? Ya pantes aja lu diusir dari kampus, karena mahasiswa sama dengan kita, sudah muak dan ingin melawan.
Mahasiswa UGM dan UI kembali jadi contoh terdepan sebagai mahasiswa. Tampil keren, bertutur rapi, dan keras diwaktu yang benar. Anda tidak berkompromi dg maling saat menyantroni rumah anda kata Tan Malaka. Menyebarlah kekuatan mahasiswa ini ke segala penjuru.
Polisi takut banget ada demonstrasi besar di bunderan HI karena kalau sampai bentrok mereka akan disayurin sama warga sekitar kaya di kwitang kemarin
Jadi justru harus di bunderan HI, udah ngga ada urgensinya demo di tempat yang disiapin polisi kaya DPR/patung kuda
Cerita ini nyata ya teman teman, saya mendengar cerita ini langsung dari orangnya.
Setelah sidang selesai, yang kebetulan beliau datang dari Kudus untuk melihat persidangan secara langsung.
Ketika beliau mendapatkan teror itu, beliau memilih untuk melawan. Sampai pelaku itu, mendapatkan konsekuensi dari tindakannya sendiri.
klarifikasi tiyo soal framing mobil dan alat pelacak:
- saya rela di penj4r4 ketika saya terbukti membuat kebohongan publik soal pasang sendiri alat pelacak
- saya rela di p0t0*g tangan jika terbukti
- soal mobil fortuner itu bukan mobil dia
- mobil fortuner punya orang di pinjamkan sejak andri yunus di siram air ker4*
- supaya tiyo tid4K di andri yunuskan
Saya dan keluarga disurveilance dan dikuntit. Tiyo juga sama. Uda Feri dan keluarganya didoksing. Prof Uceng diteror digital. Prof Saiful di rumah dan kantornya ditongkrongin OTK. Kami juga telah dilaporkan ke polisi. Apa cara begitu yg dibilang lebih mengutamakan diskusi?
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
Gerakan mahasiswa di Jakarta & Jogja merupakan fase "keren" dr awal gerakan total mahasiswa Indonesia. Aksi lain bergerak cepat. Konsolidasi mrka tak bisa dhentikan. Percayalah selama kebijakan absurd dr pemimpin tak berakal terus dkeluarkan, anda hanya akan menciptakan generasi baru yg akan meluruskan anda. Hentikan romantisme gerakan 98. Ini anak2 muda baru yg berhak memperjuangkn konstitusionalnya sendiri. Bukan kepalsuan. Salam 3 jari Hunger games 🤟 (cm emo jari ini yg ada)
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Taukah kamu? Sejak si nenek sihir nanik s deyang naik menggantikan si botak iblis dadan hindayana menjadi nahkoda baru, bege'en belum mengeluarkan juknis terbaru. Belum ada rakor lagi, belum ada mubes-mubesan lagi. Ini mengindikasikan dua hal:
1. nanik dan jajaran wakilnya sama saja tak kompetennya dengan dadan cs, sehingga progres pembenahannya lamban.
2. ia maju-mundur ingin mengambil langkah moratorium yang seperti apa. menilik setan-setan kemaruk pemilik dapur adalah perwira polisi dan tengtara, yang bisa jadi, relasi kuasanya lebih kuat daripada nanik.
Nggak usah kasihan sama Prabowo, kasihan sama kita aja. Dia hanya retorika, apaan orang banyak yang korup kok jajarannya. Sama satu lagi, orang-orang penjilat dia pelihara, ngapain kasihan.