Everton: 1 pelanggaran = −6 poin.
Manchester City: 114 pelanggaran terbukti.
Misal dihitung pakai rumus yang sama: −684 poin.
Harus menang 228 laga beruntun (6 musim sempurna) cuma buat balik ke angka nol.
Iseng ngitung doang kok. 😭
Nah kek gini yang bener, ora bener ini keknya beliau. Gak backup Carrick sama pemain yang bener, ikut campur taktik pas jaman Amorim. Ah elah pak Wilcox....
Yang ngatain STY pendatang adalah orang yang klubnya juga pendatang dari Malut ke Semarang 😃
Setelah dapat laporan dari @Andrian05009396, ternyata Dirtek Java United yang ngatain STY Ahmad Resal Octavian adalah mantan anggota tim SAD Uruguay yang seangkatan dengan Syamsir Alam dan Adam Alis
Mantan anggota Timnas Indonesia tapi tidak punya respect sama pelatih yang bikin Timnasnya terbang tinggi pada masanya
Tapi berharap attitude ke orang yang pernah mukul panpel sih emang sulit, sudah bawaan karakter sepertinya
Budhe dijadiin terms misoginis
Mbak digeneralisir sebutan untuk ART.
Mas dianggep berasa suamik atau orang tercinta.
Dan siapa yang umumnya berpikiran demikian? Yak, orang-orang luar suku Jawa, terutama di megapolitan ibukota.
Gwej yg orang Jawa be like "YA OPO SEHH??" 👶🏻👶🏻👶🏻
IRONI PBESI 2026-2030
Ini definisi salah jurusan level nasional
Esport adalah industri tercepat, termuda, dan paling desentral di Indonesia.
Marketnya Gen Z, bahasanya Discord, kerjanya 24 jam di depan layar.
Lalu yg ditunjuk Jenderal bintang 3 purnawirawan, Kepala BIN, yg masa dinasnya dimulai tahun 1987, utk jadi Ketua Umumnya.
Pelantikan bahkan dilakukan di Gedung BIN, bukan di arena esport.
Ini bukan soal usia. Ini soal RELEVANSI dan KOMPETENSI.
1. Apa visi esport seorang intelijen? Pembinaan atlet atau pembinaan loyalitas?
2. Bagaimana bisa membangun ekosistem kreatif kalau pimpinannya lahir dari kultur komando?
3. Sampai kapan kursi strategis utk anak muda harus diisi oleh figur yg sudah selesai masanya?
Ini bukan soal menghormati jasa purnawirawan, tapi menempatkan figur tua renta dari dunia militer intelijen utk memimpin industri paling muda, paling digital, dan paling cepat di Indonesia adalah kemunduran logika.
🚨🚨Desember 2025 Mas RUBEN AMORIM pernah berkata perihal anak anak akademi yang tidak sabaran dan merasa terlalu berhak/layak mendapat tempat di tim utama.
🎯 9 BULAN KEMUDIAN TERBUKTI !!!!
Talenta muda JJ Gabriel (15 tahun), prospek terbaik akademi yang dijuluki ‘Kid Messi’, justru meminta pembatalan registrasinya, menolak latihan, dan ingin pergi meski dijadwalkan debut tim utama melawan Brighton.
ANAK SEKECIL ITU BERKELAHI DENGAN EMYU!!!! 🔴🔴
Menurut berbagai laporan AYAH JJ GABRIEL PROBLEMATIK!!!
Buset . Poin yang benar nggak otomatis menghapus rekam jejak fitnah dan hate speech yang dia lontarkan ke member. “Nggak perlu dibenci semuanya kalau isinya benar” jangan di jadikan tameng untuk membenarkan perilaku toxic.