when lu tau lu punya potensi yang gede banget. tapi udah ga punya ambisi lagi karena energi lu udah abis cuma buat bertahan di survival mode instead of growing
@ferizandra Apapun kopinya + coba direbus dalam panci plus gula sampai keluar busa, kecilkan api busa turun. Biarkan 5 menit. Bukan cm aroma bahkan minyak kopi ikut keluar
Barusan temen gw chat dan dia galau,
Jadi dia minggu ini baru interview, nah udah beberapa hari ga ada kabar nih, padahal katanya interview-nya ok banget, interviewer juga kerasa antusias gitu.
Dia nanya, "follow up tuh harusnya kapan sih?"
Menurut gw, follow up itu ada timing-nya.
Jangan tiap 2 hari nanya kabar. Tapi jangan juga diem sampai sebulan. Yang penting ritmenya pas.
Kalau gw biasanya patokannya gini:
1. Besoknya setelah interview
Tujuannya bukan nanya hasil.
Cuma bilang makasih karena udah dikasih waktu interview. Sekalian nunjukin kalau lo masih tertarik sama posisi itu.
Contohnya:
"Thank you for the opportunity to speak with you today. I really enjoyed our conversation and learning more about the role and the team. Let me know if you need any additional information from my side."
Simple aja. Tapi kesannya profesional.
2. Sekitar seminggu kemudian
Kalau belum ada kabar, baru follow up lagi.
Bilang kalau lo masih interested dan siap kalau mereka butuh dokumen atau info tambahan.
Misalnya:
"Hi, just wanted to check in. I'm still very interested in the position. If there's anything else you need from me, I'd be happy to provide it."
Intinya ngingetin, bukan nagih.
3. Dua minggu setelah interview
Nah, di sini udah wajar kok kalau lo nanya update.
Contohnya:
"Hi, I hope you're doing well. I just wanted to check if there are any updates regarding the recruitment process. I'm still excited about the opportunity and would really appreciate any update you can share."
Sopan, jelas, dan langsung ke intinya.
Banyak yang mikir follow up itu bikin recruiter risih.
Padahal yang bikin risih itu kalau tiap beberapa hari nge-chat terus.
Kalau timing-nya pas dan bahasanya enak, justru itu nunjukin kalau lo emang serius sama posisi tersebut.
Inget aja.
Follow up itu bukan buat maksa recruiter ngasih jawaban.
Tujuannya cuma satu, biar nama lo tetap ada di radar mereka.
Perbedaan pola pendidikan anak di TK Indonesia dan Jepang.
Pepatah mengatakan "bisa karena terbiasa" dan naasnya di Indonesia justru jarang menerapkan demikian.
Penelitian ilmiah oleh Tobin dkk (2009) yang membandingkan TK di Jepang, AS, serta China membuktikan bahwa anak-anak di Jepang yang dilatih lewat praktik berulang, bukan ceramah teori, lebih cepat menginternalisasi norma sosial, tanggung jawab kolektif, dan “doktrin” harmoni kelompok.
saya memiliki seorang teman, sebut saja rina namanya, berusia 35 tahun.
ia saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup berat sebagai bagian dari generasi sandwich.
setiap pagi, ia harus menyiapkan anaknya untuk berangkat sekolah sambil memikirkan biaya pendidikan yang terus meningkat.
siang hari, ia fokus pada pekerjaan kantor dengan gaji yang hanya cukup untuk bertahan, namun tuntutan pekerjaan yang tinggi.
sore hari, ia segera pulang untuk merawat orang tuanya yang mulai mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan pengobatan rutin yang semakin mahal.
rina pernah bercerita dengan mukanya yg lelah, “saya merasa seperti roti sandwich. di satu sisi anak membutuhkan masa depan yang baik, di sisi lain orang tua membutuhkan perawatan yang tidak murah, sementara saya sendiri sering melupakan kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan pribadi.”
di indonesia, fenomena ini semakin umum.
biaya hidup yang meningkat, pendapatan yang tidak sebanding, namun tanggung jawab terhadap orang tua dan anak tetap harus dipikul sepenuhnya.
banyak orang yang berjuang dalam diam, bahkan harus mencari pinjaman atau pekerjaan sampingan hingga larut malam.
rina mengatakan, “kadang saya berpikir, tidak menjadi bagian dari generasi sandwich saja sudah merupakan kemenangan besar di era sekarang.”
saya hanya bisa mendengarkan dan memberikan dukungan.
karena realita generasi sandwich di indonesia bukan hanya soal finansial, melainkan juga waktu, tenaga, dan kesehatan mental yang sering terkuras.
wdyt guys?
kalian relate gak?
sebagai muslim, aku menyarankan teman teman muslim lainnya utk PLEASEEEEE TONTON channel full podcast dgn ust Nuzul Dzikri hafidzahullah ini dehhh!!!!
semuanya bahas tentang apa apa yang kita galau-in dlm kehidupan sehari hari🤧