My general rule for feeling mentally well is understanding that the more I judge others negatively, the more I anticipate negative judgement from others. Practicing kindness and leniency and forgiveness has no guarantee of reciprocation, but it puts you in a better state of mind.
Makanya, kalau udah ngelakuin kesalahan yang sama BERULANG KALI. Akhirnya, udah bukan jadi guilt lagi. Tapi, shame. Guilt itu perkara tindakan, shame itu perkara identitas. Guilt itu, "Aku ngerasa bersalah udah ngelakuin kesalahan ini." Shame itu, "Aku adalah kesalahan."
Aku nulis banyakkkk banget tentang ngadepin self-blame, tapi mungkin ini yang paling ngena. May it helps! Let's be gentle towards ourselves <3
https://t.co/mdHcBFwf7h
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
-star tlg di ramein, bds movement masih berjalan ges.. semangat ya yg masih tahan untuk boikot. oiya ini new update bds movement, barangkali yuk bisa ke yg lain dlu selain ini 🙏🏻🙏🏻🥹 👟 hwaiting
yaaah sedih deh orang2 udah lupa kah sama boycott ☹️
itu brand fnb diskon semurah apapun, jgn dibeli laaah. masuk list boycott loh itu ya Allah
u ga liat penderitaan mereka di tl lagi kan karena ulah itu juga
ayoo pls jangan lupain palestine, jgn lupa masih harus boycott 😿
#prayfortapteng mungkin ada yang belum tau kalau semalam Tapanuli Tengah dilanda banjir dan hampir 4 kecamatan terdampak. Deforestation is dangerous, not just because of the heavy rain but also because the rivers that catch it are starting to lose their headwaters.
Pray for Agam 🥀
Sebanyak 450 warga mengungsi dan 60 orang sempat terjebak akibat banjir yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (18/7/2026) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam Abdul Ghafur mengatakan, ratusan warga mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman.