Pernah Kefikiran gak!!⁉️
Kemana perginya Puing-Puing Bekas bangunan perginya..!!
Ternyata Limbah puing bangunan bisa di olah kembali jadi CUAN
Ada yang minat dengan Bisnis ini?
🇻🇳Ở Việt Nam: Bạn nam này hằng tháng đều đưa mẹ đi bệnh viện chạy thận. Hôm nay, sau khi bắt taxi đưa mẹ từ viện về nhà, đến nơi bạn định trả tiền xe thì bác tài nhất quyết từ chối:
"Thôi, mẹ em đi chạy thận, anh không lấy đâu. Em để tiền mua thuốc cho mẹ."
Không chỉ vậy, bác còn dặn: "Lần sau đi thì cứ gọi anh, anh ra đón."
Một nghĩa cử nhỏ nhưng đủ khiến nhiều người thấy ấm lòng. 🥰
" Seorang pria di Batang jadi tersangka usai mengubah sawahnya menjadi tambak udang. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah menyebut pria tersebut diduga melakukan tindak pidana alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan "
Waahhhh bapak ini coba suruh ke Kalimantan dimana hutan di tebang di jadikan IKN. Atau ke Sulawesi, Sumatera dimana hutan di alih fungsikan sebagai kebun sawit ! Kalo seorang pemilik sawah aja bisa di begitukan kenapa tidak berlaku ke orang yg telah membabat sawah untuk mendirikan bangunan kopdes merah putih !?
Giliran sama rakyat kecil aja guwalaknya bukan main, coba kalo sama oligarki udah nunduk2 itu.
@GiaPratamaMD Fii amaanillah dok.
Doakan saya naik haji atau umroh juga dok.
Saya juga kenal dengan ibunya dokter. Waktu itu beliau pernah mengisi parenting di Sukabumi.
Amaze banget mendengar kata2 & pesan Ahok di akhir video buat jeck Oslo.
Note :
📌 Teman sejati itu menegur, memukul dengan cinta
📌 Tapi lawan yg jahat akan mencium kita, untuk menghabisi kita.
Tapi kalo di lihat2 memang karakter jeck Oslo itu doyan & mabok pujian sih.
Btw memang yg paling gong kalimat terakhir di video ini sih
"Dok, saya capek terus."
Kalimat yang hampir setiap hari saya dengar di RS.
Biasanya saya tidak langsung meresepkan apa-apa.
Saya perhatikan dulu.
Matanya lelah. Cara duduknya seperti menahan beban di punggung.
Pegal, katanya. Sudah lama. Sudah berobat. Sudah mencoba macam-macam.
Tapi keluhannya berulang terus.
Indonesia itu terang.
Matahari datang pagi-pagi, bertahan sampai sore, dan kadang senja pun seperti enggan pergi.
Tapi di rs, saya sering menemukan hal yang sama:
Kadar vitamin D yang rendah.
Pada pasien yang tinggal di negeri paling yang mataharinya bisa sepanjang tahun sekalipun.
Melihat matahari dan disentuh matahari adalah dua hal yang berbeda.
Vitamin D terproduksi dari kulit yang disapa cahaya.
Lalu ia berjalan jauh, diolah di hati, diaktifkan di ginjal, sebelum akhirnya bekerja.
Membantu kalsium duduk rapi di tulang.
Menjaga otot agar tidak terlalu cepat mengeluh.
Menopang tubuh yang kita pakai setiap hari, tanpa pernah kita ucapkan terima kasih.
Ketika kadarnya kurang, tubuh mulai mengirim 'surat.'
Pegal yang datang tanpa sebab.
Lelah yang tidak sembuh oleh tidur.
Otot yang terasa berat padahal tidak mengangkat apa-apa.
Nyeri tulang yang tersirat, seperti bisikan yang tidak mau hilang.
Surat-surat itu sering kita abaikan.
Kita sering berangkat saat langit masih gelap.
Pulang saat matahari sudah pamit.
Duduk di Ruangan ber-AC. Jendela tertutup. Tirai tebal.
Kulit yang tidak pernah disentuh matahari, tidak pernah punya kesempatan membentuk vitamin D.
Matahari melimpah tetapi tidak sampai ke kita.
Anjuran asupan harian vitamin D cukup sederhana.
*600 IU per hari.*
Angka yang IDAI anjurkan sejak usia 1 tahun.
Kecil. Tapi baiknya setiap hari.
Dan di situlah banyak orang tidak berhasil.
Bukan karena tidak mau, tetapi karena konsistensi memang seni yang tidak banyak orang kuasai.
Saya sering menyarankan bentuk yang tidak membuat orang menyerah di minggu kedua.
Vitamin D yang dalam bentuk gummy, satu butir sehari, rasa yang bersahabat, tanpa drama menelan.
Opsi bentuk lain ada,
Tapi yang paling baik adalah yang benar-benar kita minum. Bukan yg dibeli lalu diletakkan begitu saja.
Tubuh kita jarang berteriak.
Ia hanya berbisik, lewat pegal yang pulang-pergi, lewat lelah yang tidak masuk akal.
Dan yang ia minta bukan obat yang rumit.
Hanya fondasi kecil yang kita jaga konsistensinya setiap hari.
🇩🇰🇺🇸 Risa en el parlamento danés cuando Trump exige en una carta recibir el Premio Nobel de la Paz por proteger a Groenlandia de China y Rusia. https://t.co/YJyPlBP6q9
🇩🇰🇺🇸 Risa en el parlamento danés cuando Trump exige en una carta recibir el Premio Nobel de la Paz por proteger a Groenlandia de China y Rusia. https://t.co/YJyPlBP6q9
🚨 A Turkish official has become the talk of social media.
Orhan Avcı gained widespread attention after being appointed head of the local branch of the “Huzur” Party.
However, the controversy was not focused on the appointment itself, but rather on his personal photo.
“There is a face on his mustache,” users joked in comments online.
🚨🇮🇩🇺🇸 EXPOSED: US seeks blanket overflight access via Indonesia. Defence Minister Sjafrie Sjamsoeddin to sign deal in Washington. No case-by-case approval. Just notification.
The empire expands. Indonesia opens its skies. The resistance watches. One deal at a time. one truth at a time. one empire exposed.
Prabowo approved. Sjafrie signs. The US gains. Indonesia loses sovereignty. The resistance asks why. One why at a time. one truth at a time. one free future at a time.
Blanket overflight. No approval needed. The US military moves freely. The resistance objects. One object at a time. one truth at a time. one justice at a time.
Classified document. Now public. The empire's plans exposed. The resistance's work continues.