naik tj ada bapak-bapak lansia
pramusapa : โbapak turun mana? mau dicariin kursi?โ
bapak : โdeket, ngga usahโ
pas udah jalan, bapaknya ngomong gini
โnape dicariin kursi, kan kursinye gabisa dibawa pulang, kursinya nempelโ
bjir men pada ketawa
kayanya udah jadi "kenormalan" deh buat KAI ini. pintu masuk sama pintu keluar tuh dibedain biar apa? kaya kenapa ga digabung aja? sengaja banget disuruh muter
Udah jalan kaki +500 meter, gak ada signage / informasi yang jelas, mendadak sampai depan pintu gak boleh masuk karena tidak menggunakan kendaraan.
Harus muter lagi ke jalan sebelumnya 300 meter untuk masuk. This is what you get when you choose the greener option in @KAI121.
tempat terbaik untuk merantau, alias produk gagal dari ketimpangan yang dipelihara. fresh grad bisa dapat 2-4 kali UMR daerah lain (lowongan lebih banyak, exposure lebih luas, growth lebih cepat), transport publik terintegrasi (dari ujung ke ujung bayar dibawah 10 rebu), akses kesehatan lebih lengkap dan profesional, akses agama juga kuat
(kajian mudah ditemukan, komunitas banyak, masjid aktif), fleksibel (habis kerja bisa pilates, kajian, lanjut treatment, kulineran, semua bisa naik transport umum dan mudah), literasi masyarakat relatif lebih tinggi krn jakarta punya ekosistem yang mendukung hal tersebut.
fast paced city. either you grow, or you get left behind
Jadi inget cerita:
Saat kedatangan Beckham ke sebuah kota, seorang staf memasang spanduk bertuliskan
"SELAMAT DATANG DAVID BECKAM"
Tidak puas, bosnya marah.
Bos: "Beckam itu ada H-nya. Tolong perbaiki".
Staf: " Siap, diganti! "
Lalu, spanduk dipasang kembali dengan tulisan
"SELAMAT DATANG H. DAVID BECKAM"
Bos: "Masih salah, H-nya setelah huruf K!"
Staf: "Siap Pak! "
Besoknya spanduk dipasang kembali. Tulisannya:
"SELAMAT DATANG K.H.DAVID BECKAM"