Kalaupun aku sudah tidak bisa bertemu lagi dengan mu, bagiku sudah tidak apa-apa. Karna aku sudah meng "iya" kan kau hidup dalam imajiku.
Disana aku bisa menemui mu kapan aku mau.
Aku suka melihatmu tertidur pulas
Disaat kau bermain bersama mimpi
Aku mengkaji mimpi itu satu persatu
Dan mengkalkulasikannya
Mimpi mana yang bisa aku wujudkan.
Dulu...
Tubuhmu adalah sebuah peta
Dimana punggungmu adalah sebuah kota
Dan akan aku jelajahi kota itu
Dengan tanganku yang sebagai mobil toyota
Belakang lehermu ibarat Hotel tua
Tempat dimana kecupan kecilku menginap.
Iya itu dulu...
Malam itu.
Aku tikam rindu dari belakang
Dengan pisau yang kuasah dengan keraguan.
Cinta yang selama ini berulang kali kambuh
Telah kupaksa menyerahkan diri di hadapan sang waktu
Tanggal sudah khayalku bersamamu.
Tiba saatnya aku undur diri.