Media Askar, Dosen UGM: "DATANGLAH HARI KETIKA..."
Kami, saya pribadi, itu tidak pernah menyangsikan niat program MBG ini.
Hingga akhirnya datanglah hari di mana program itu diluncurkan.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dipilih dari ahli serangga.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dari polisi dan TNI
Sampai kemudian datanglah hari ketika penunjukan SPPG itu tidak melewati skema pengadaan barang dan jasa yang benar.
Datanglah hari ketika kita kemudian tau SPPG itu dimiliki oleh unsur, entitas yang terafiliasi dengan penguasa.
Datanglah hari kemudian kita tau ada ribuan dapur dimiliki oleh polisi, kemudian TNI, ormas keagamaan, termasuk juga mereka yang terafiliasi dengan partai politik.
Sampai kemudian datanglah hari ketika Pak Prabowo berpidato bahwa polisi dan TNI dilibatkan dalam pemberian Makan Bergizi Gratis.
What's going on here?
Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara.
Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di Inggris.
Tidak ada satu pun negara di seluruh dunia, yang program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan.
LUHUT SOAL MBG: INI SEMUA TIDAK PERLU TERJADI
***
Kita terpaksa memperbaiki yang sebenarnya nggak perlu diperbaiki
Kalau kita mulai dari nol, di daerah 3T misalnya.
Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya nggak perlu terjadi.
Kalau dari awal perencannanya studinya dilakukan dengan proper.
Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden tidak kita siapkan perencanaan yang matang.
Itu salah kita semua.
Lionel Messi lama sekali dicap sebagai anomali cacat dlm urusan kepemimpinan tim sepak bola.
Publik Buenos Aires dan Rosario melihatnya sebagai pria Catalan yang dingin, tertutup, canggung di hadapan media. Seorang pendiam yg sangat individualis.
Ketika Argentina kalah dalam tiga final beruntun yakni Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan Copa America 2016, kritik yang dialamatkan kepada Messi selalu sama.
Messi tidak memiliki karakter pemimpin. Ia terlalu rapuh untuk memikul beban mental sebuah bangsa.
Messi dituding memimpin hanya karena kakinya memiliki kejeniusan, bukan karena ia memiliki wibawa seorang jenderal yang mampu membakar semangat pasukannya.
Namun, sejak dinamika Copa America 2021, semua asumsi-asumsi kepada model kepemimpinan Messi menjadi patah.
Tulisan panjang saya tentang kombinasi gaya quiet leadership dan servant leadership dari Messi yg membantu Argentina mampu memenangkan segalanya..
https://t.co/A6sDVsrL40
Tahun 2005.
Harga minyak dunia sedang naik, subsidi BBM dari APBN membengkak.
Keadaan fiskal sempit, mau ini susah, mau itu susah. Mesti ada anggaran yang dilonggarkan.
Presiden SBY berkoordinasi dengan DPR dan MPR untuk meminta persetujuan.
Agar tidak makin membengkak, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidi.
Setelah disetujui, SBY, mengumumkan sendiri di TV nasional keadaan apa yang terjadi.
Apa yang sudah dia lakukan.
Dan keterpaksaan menaikkan harga BBM.
Dan sebagai kompensasi, masyarakat diberikan bantuan langsung tunai, sebagai pengganti subsidi BBM.
Tahun 2026
Malam hari, tiba-tiba Pertamax naik.
Gak ada angin gak ada hujan.
Dari 12 ribu jadi 16 ribu.
Tiga puluh persen lebih.
Siangnya Presiden Prabowo pidato di Lampung.
"Yang nyinyir, nyinyir, nyinyir."
"Nyenyenye"
Selain itu, jangan lagi pakai yayasan2 pemburu rente itu. Libatkan dapur sekolah dan jadikan kegiatan makan di sekolah sebagai bagian literasi ttg gizi. Menunya prioritaskan pangan lokal, tak lagi pakai UPF dst..
pak @ChatibBasri itu bilang tugas menkeu itu ada tiga:
- naikkan pendapatan
- memotong anggaran
- meminjam utang
prinsip ini bisa juga diterapkan ke pengelolaan keuangan pribadi, tinggal pilih mana yang paling applicable
- bisa nambah penghasilan pribadi, caranya banyak banget, bisa dari ngonten, bisa hustle, intinya banyak keran masuknya
- motong budget yang ga penting dan fokus ke pengeluaran primer, kurangi spending rekreasional
- minjem utang bisa via bank atau lembaga keuangan tepercaya, jangan via pinjol
dalam keadaan ekonomi begini memang kudu lincah bersiasat, kuncinya adalah berani, jangan berhenti di keluh tetapi menambah peluh
semoga kesehatan & kebahagiaan senantiasa bersama kita semua
@ChatibBasri Kami berharap lebih dari sekadar cuitan, Pak. Apalagi sekarang Bapak ada di Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Indo saat ini butuh gagasan nyata untuk program ekonomi, bukan hanya debat teori. Tapi kalau semua harus dimulai, apakah MBG atau Kopdes sudah jadi langkah yang tepat, Pak?
Berkendara di Jakarta adalah sebuah permainan prisoners dilemma.
Semua tertib: semua untung dikit
Kita tertib, yg lain enggak: kita rugi banyak
Kita ga tertib, yg lain tertib: kita untung banyak
Kita ga tertib, yg lain jg ga tertib: semua rugi banyak.
Aku baru baca ini,
Hasil survey dari Policy Research Center (Porec)
Judulnya "Siapa yang diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)"
Silahkan kita baca hasil penelitiannya, yang sebenernya hasilnya tidak mengagetkan namun melegitimasi dan mengkonfimasi asumsi kita.