Bu, orang orang bilang, ramadhan adalah tentang kebersamaan, tentang keluarga yg berkumpul di meja makan, tentang seorang ibu yg membangunkan sahur dengan penuh kesabaran, tentang hidangan favorit yg selalu tersaji saat berbuka, tapi aku tidak tau rasanya seperti apa, Bu kangen.
Buu, orang orang sekarang sibuk nyari baju lebaran sedangkan aku masih sibuk berusaha ngelupain ibu biar ga nangis saat waktu lebaran tiba, aku kangen Bu.
Ada seorang perempuan yang hidupnya tidak beruntung dalam segala hal, bahkan dia hampir menyerah karena merasa tidak adil, tapi dia terus meyakinkan dirinya suatu saat nanti Tuhan akan ngasih kehidupan yang lebih baik.
Dalam hidup ini, bakal ketemu satu orang terbaik, yang menemani belajar. Belajar bahagia, belajar sedih, belajar jatuh hati, belajar patah hati. Tapi ya udah, sebatas itu. Ketika udah lulus belajar, harus pisah jalan. Nerima realitas bahwa seseorang yang tepat belum tentu menetap
saya pernah berusaha menjadi orang versi terbaik dari diri saya sendiri agar bisa mendampingi dia ,sebaik apapun saya ternyata bukan saya yang dia mau.
“Kita perlu kecewa, untuk tahu bahagia. Bukankah luka menjadikan kita saling menguatkan?”
.
Kangen banget nge-band. Dulu tiap manggung rapi. Sekarang berasa kayak pertapa baru turun gunung
“Pergi saja, engkau pergi dariku. Biar kubunuh perasaan untukmu. Meski berat melangkah, hatiku hanya tak siap terluka. Beri kisah kita sedikit waktu. Semesta mengirim dirimu untukku. Kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah”
.
— Waktu yang Salah (Tempat Aku Pulang)
Teruntuk kamu yang sedang berjuang. Jangan berhenti di langkah pertama, meskipun udah kerasa nyaman. Kamu enggak pernah tahu apa yang menunggumu di langkah ke-Dua, Tiga, Empat. Karena mungkin di langkah itu kamu mendapatkan sebuah kebahagiaan.