Bila tiba waktunya,
Bukankah, kematian juga begitu syahdu.
ketika rindu,
Mata' mata mulai menetes
Mulai mengingat-ingat
Wajah nestapa; candu. Gilaa, wajah mereka dulu terlupa, Sakit di Injak, Berharap di marah Seperti bangkai di badan sehat. Tak tersisa hanya rindu, di pelukmu
Pada nestapa aku melupa, sedang rangkaian bayu mengiringi langkah pada jerami tumpukan rindu, aku kembali bukan meratap pada sukma, seramai bebunyian tarikan nafas berirama, bersenandung lelap pada langkah senyap, Aku kembali pada diriku yang bukan aku.
Ada ribuan kata yang tak lagi bisa di ucap, kadang ingat seperlunya. Tapi di balik cahaya malam, pada kesendirian, Kata-kata mengalir bersama angin, mengabarkan pada hati, tentang tenang, tentang rasa aman, bahagia dan kamu juga pantas.๐
Seperti menulis yang tak ku ingat ujungya, seperti para nelayan yang lupa tuk kembali; aku tersesat.
seperti musafir yang terus mengembara, seperti mereka yang lupa rumahnya; aku terpenjara.
Seperti tanah yang merindukan hujan, seperti yang hidup menunggu cahaya. Harapan pupus
29 November 2022
Pelipur Lara
Tuann..Aku tak seindah puisi dan imajinasimu,
Aku hanya wanita biasa yang meradang bimbang, tentang hidup yang tak tau arahnya kemana
Keindahan sajakmu
Membakitkan hasratku tuk mengenangmu ..
Tak ada kata yang dapat menafsirkan dirmu,
Yah terkdng org melihat bhwa kita memng memiliki seseorang, namun tdk dengan kenyataanya_
Ada dan tdk ada hnya waktu yg mampu menjawab..
Dan yeah sya memiliki diri sya sendiri this is my world, and i think dont care for your mind:)
Jangan sedih, aku adalh putrimu yang tangguh, berkat doa dan air mata dari setiap doa2 dalam sujudmu, aku menjadi sekuat dirimu.
Tiap canda yang kau berikan.
Menjadi candu bagiku mengingatmu
Ibu_