saat kamu mulai mengabaikanku demi ketenanganmu, maka aku akan membuat jarak sendiri. ini bukan soal ego, tapi soal komunikasi yang harusnya diperbaiki tapi malah dibiarkan rusak begitu saja
doa Arafah setelah aku langitkan namaku,ortuku,masadepanku aku langitkan juga namamu.mari saling menyapa dalam doa,aku minta ke Allah agar melembutkan hatimu dan hatiku agar kita dipertemukan di versi terbaik masing²,mari menjadi pasangan yg merasa beruntung dan menyempurnakan
chattan seadanya, ga ada apresiasi, ga ada waktu romantis atau bercanda, ga ada deeptalk, ga telfonan, ga vc an. gini ya yang katanya hubungan dewasa, bukan dewasa itu mah gada rasa
dengan aku ga bales perbuatan kamu yang buat gemeter, sesak napas, trauma dan trust issue, seharusnya kamu tau hati aku seluas apa. jadi setelah hancur, aku kemana? aku ga kemana-mana, aku ga cari pelarian, aku ga ke orang baru, aku cuma pulang, ke diri aku sendiri
padahal udah berusaha jadi perempuan yg apa2 bilang, apa yg aku mau, aku suka nya apa, aku senangnya apa, aku ga suka hal apa. tapi tetep aja gapernah diterapin. jujur capek harus menjelaskan berkali2 bagaimana cara ingin di perlakukan semestinya
Aku titipkan calon suamiku diatas keraguan keraguanku. Panjangkan umurnya, sehatkan dirinya, jaga dirinya, pelancar segala bentuk rezekinya, teduhkan di setiap jalannya, berikan ia semangat dan cinta yang tak henti untuk selalu bersamaku atas RidhoMu diatas andil Mu🥺🤲🏼
Dari keluarga ga diberi apresiasi dari kecil,ga diberi space dengerin yg ingin diungkapin,sering dispelekan tiap yg dikerjain,suruh ngerti keadaan rumah dan nurut yg mereka inginkan.Kalo aku gengsian,bingung ngutarain pendapat,ragu sama pilihan,ga terbuka,karna masalalu ygdilalui
diemin orangtua kayak gitu, udah ngerasa hebat kamu?!
padahal aku cuma pengen denger kata maaf, kenapa selalu hanya aku yang dinilai buruk? padahal aku selalu berusaha buat gak nyusahin keluarga, kenapa kalian gak pernah lihat usahaku?