Teman-teman, ada yang tahu kondisi perawat di RS Sardjito sekarang? Mereka kerja siang malam, garda terdepan penyelamat nyawa, tapi hak mereka malah dipotong habis-habisan..🙂 kabar terbaru, THR mereka dipotong 70% tanpa ada transparansi yang jelas dari pihak manajemen!
Situasi saat ini, dimana dokter bekerja diatur oleh sistem.
Maka,
Kalau Dokter jaga, suster jaga, bagian admin, satpam RS pada " JUJUR "....
... akan banyak orang sakit yg terpaksa harus bayar pribadi atau terpaksa pulang dan sakit makin berat,
karena penyakitnya tidak termasuk penyakit yg ditanggung oleh BPJS.
Misal anak demam jika suhu belum 40°c, belum masuk daftar penyakit yg ditanggung BPJS.
Padahal kadang baru suhu 38°c anak sudah lemes banget bahkan ada yg kejang 😭.
Misal orang kecelakaan lalu lintas, harus lapor polisi dan jasa raharja dulu, baru kemudian bisa menggunakan BPJS.
Padahal pasiennya hanya sendiri, tidak ada keluarga, tidak punya uang, dgn kondisi kaki patah, tulang iga retak, muka robek sana sini.
Boro-boro urus ke polisi dan jasa raharja, bangun dr tempat tidur saja nda mampu.
Akhirnya terpaksa Dokter jaga dan tim, rekayasa kronologis, misal jatuh dari genteng rumah, agar pasien bisa dirawat pakai BPJS.
Banyak misal lagi yang tidak semua harus diceritakan..
Mereka memang terpaksa berbohong, karena sistem tidak mengenal rasa kemanusiaan.
Bagi sistem, hanya ada hitam dan putih.
Padahal ilmu kedokteran tidak selalu hitam dan putih.
Setiap individu manusia punya keunikan sendiri, yg tidak bisa dipaksa sama, bahkan kembar identik sekalipun.
Itulah mengapa dokter tidak bisa gantikan oleh robot atau AI.
Ada segumpal hati di dada, yg selalu tersentuh melihat penderitaan orang lain.
Mereka memang terpaksa berbohong, demi memenuhi sumpah pada Tuhan, berjanji akan menyelamatkan nyawa manusia.
Saat ini profesi dokter dan nakes semakin tidak dihargai,
bahkan selalu jadi kambing hitam kebijakan kesehatan penguasa yg gagal,
Namun mereka masih mencoba bertahan, menjalani profesi dengan harapan semoga ada jalan kelak untuk bangkit dan merubah nasib menjadi lebih baik.
Saya pun pernah menjadi pasien yg kecewa dg pelayanan sejawat, jadi saya tahu rasanya..
Karenanya, saya juga tidak menyalahkan jika ada masyarakat yg kecewa..
Namanya profesi tentu ada oknum,
Namanya manusia tentu ada salah,
Tapi tolong jangan generalisasi, karena masih banyak dari mereka yg baik..
Dokter Jaga, Dokter Umum dan Tim kerja..adalah ujung tombak pelayanan..
Mereka bergantian 24 jam melayani masyarakat, walau gaji sering tidak suai harapan.
Mari kita apresiasi dan doakan doa baik untuk mereka yg telah berbohong demi membantu rakyat, menyelamatkan nyawa manusia 👍
Salam hormat 🙏
Di setiap penundaan doa, ada sesuatu yg Allah siapkan yg jauh lebih baik dan lebih besar daripada doa kita.
Mungkin di waktu yg lebih baik. Mungkin dengan sesuatu yg lebih baik. Mungkin agar dapat hikmah yg lebih baik.