@ghozyulhaq Fyi, kopi tanpa ampas (instan) alternatif selain produk yg masuk dalam daftar boikot (terafiliasi zionis). Lebih enak, krema-nya oke, produk lokal dan jelas umkm, serta keuntungan 5%-nya didonasikan pada rakyat Palestina.
Let me flex as well. Bu wamen, saya PNS dosen di Surabaya. SKD tertinggi. Sering dipilih mewakili conference dan pengabdian masyarakat di luar negeri. Saya juga yang jadi dosen terbang untuk kerjasama antara univ saya dan sebuah univ di Australia. Kurang kompeten apa? 😂
Buat UU IKN, pake uang negara tu. Dipaksa bangun, uang tmbh habis. Dulu bnyk pakar y kritik, dianggap nyinyir. Sekarang terbukti. Lalu smua pura2 lupa peringatan pakar. Uang semubazir itu jg terjadi dlm MBG & perjalanan luar negeri, kan? Trus ASNnya harus diam sj? Yaelah bro
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Buset, terang-terangan bilang ke publik kalo kecolongan.
Presiden gak tau, Menkeu gak tau, harusnya itu udah bisa jadi kesimpulan kuat bahwa DADAN SAMA BEGE'EN ITU KORUP!
Kalo berakal sehat sih begitu, ya.
Cuma orang bodoh yang kasihan sama Purbaya. Kurusan karena jadi menteri keuangan? Dia yang mau kerjaan itu cuy!
Sini gue spill dapur Purbaya, resep kenapa dia wangi di media. Info valid karena gue sempat jadi wartawan makro, hampir tiap hari liputan di Kemenkeu.
Purbaya itu punya ‘tim bayangan’ di luar Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu. Isinya wartawan senior yang setia sejak beliau di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bahkan jauh sebelum itu.
Lu tahu kenapa awal-awal menjabat langsung viral di TikTok? Itu by design. Setiap hari ada ‘tim bayangan’ yang nempel dia untuk bikin konten. Akhirnya, diresmikan jadi TikTok @/purbayayudhis.
Siapa yang pegang TikTok Purbaya? Wartawan media massa yang nyambi jadi admin sekaligus editor beliau. Gue belum update sih sekarang dia masih double job atau full time nempel Purbaya.
‘Tim bayangan’ Purbaya sama KLI Kemenkeu awalnya selek. Sekarang sih sudah agak bonding kelihatannya. Jadi, yang ngawal dan ngonsep konten buat beliau semakin solid.
FYI ngobrol sama wartawan itu juga konsep, setiap beres salat Jumat di press room Kemenkeu. Sesekali ada gimmick makan ayam sambal hijau di samping Kantor OJK (seberang Kemenkeu).
Buat kami wartawan ya senang kalau menterinya mau terbuka. Gak kabur-kaburan kek zaman Sri Mulyani sebelum didepak. Di sisi lain, kesal juga kalau jawabannya ngawang.
Contoh nyata di kasus Badan Gizi Nasional (BGN) yang beli 21 ribu unit sepeda motor buat operasional MBG. Masa iya lu bilang gak tahu? Kok bisa bendahara negara enggak tahu ke mana larinya anggaran?!
Itu jelas jawaban ngeles pejabat yang mulai lihai dan lincah macam Bahlil. Mana gaya koboi ala Purbaya yang dipertontonkan saat awal menjabat sebagai menkeu? Kasih unjuk dong!
Poin pentingnya adalah Purbaya Yudhi Sadewa itu dengan sadar mengambil pekerjaan menteri keuangan. Bahkan, menawarkan diri ke Prabowo. Purbaya ngaku siap di Hambalang.
Saat pertama kali jadi menkeu dan roadshow ke beberapa media, dia blak-blakan. Purbaya jujur kalau dia yang usul agar menkeu diganti atau Prabowo bakal terus didemo.
Jadi, lu pada warga Twitter masih mau kasihan sama Purbaya? Come on!
1. Yang bikin kebijakan bukan ASN, dan ASN ga pernah ngusulin ini apalagi yang umbie
2. Lebih enak kerja di kantor, di rumah banyak distraksi+ semua beban pekerjaan jadi ada di rumah (listrik, wifi, dll), bisa diremburs? ada pengganti? Tidak
3. Dikira ASN bukan rakyat jelata?
Same old trick:
"bocoran" dilempar dulu lewat buzzer.
Kalau rame, tinggal cuci tangan dan teriak hoaks.
Kalau pada diem, nanti tinggal disahkan.
Negara yang kerja dengan cara begini pantas disebut negara kampungan, nggak ada tata kelola blas 😒
Singkatnya, KitKat kemalingan.
Nah, pencurian 12 ton KitKat ini adalah kasus cargo theft pada produk FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) yang sangat seksi secara ekonomi. Kenapa? Karena cokelat itu barang "likuid" alias gampang banget diuangkan di pasar gelap. mirip motor beat, yang suka ilang di lampung.
Produk ini punya brand recognition yang kuat dan massa konsumsi yang masif, jadi pencuri nggak butuh effort besar buat cari pembeli.
dan jgn lupa, cokelat itu target yang aman buat pelaku karena traceability-nya rendah banget. Beda sama iPhone yang punya IMEI, KitKat nggak punya nomor seri unik per batang, jadi expected cost of punishment-nya kecil sekali barangnya masuk ke warung-warung kecil atau pasar informal, jejaknya langsung hilang.
seharusnya UKT anak PNS dikecilin, bagaimanapun PNS itu kebanyakan masuknya ke middle class, apalagi yang di bawah golongan 4 & ga megang jabatan. gaji ortu standar tapi UKT anak di kampus malah rata kanan bisa sampe golongan tertinggi apalagi kalo kedua ortunya PNS.
mau nyari beasiswa tapi kebanyakan beasiswa kurang mampu, dibilang ga mampu ya ga juga, tapi kalo dibilang mampu ga semampu itu buat nalangin ukt tertinggi
Transum itu tidak boleh berorientasi profit. Rugi terus juga gpp.
Kalo mobilitas dari daerah A -> B menggerakan ekonomi, maka transum bisa bantu kontribusi meningkatkan nilai ekonomi daerah tersebut.
Transumnya rugi, tapi secara sistem bikin the whole economy jadi untung. Makin bagus transum, multiplier ekonominya makin tinggi.
Makanya transum itu diskusinya jangan untung rugi. Kalau bahasannya gitu doang mah gaada negara yg mau mulai bikin transum 🤣
@ainurohman Ini suami saya peraih medali emas sea games vietnam 2021, sudah verifikasi data di tahun 2024 tapi belum diangkat ASN sampai hari ini. Padahal haknya sudah tertera di permenpora itu tapi blm ada realisasi. 🥺 ini bukti dokumen verifikasinya
@kompascom Seharusnya anda bisa datang dg pesawat anda bawa starlink 10 genset kecil 10 dan semuanya bisa langsung pasang .. tdk perlu tanya2 ( bawa lebih pun bisa )