Tanggal 1 Juli 2026 (besok) InsyaAllah adalah hari terakhir kami bersidang di MK.
Sebelum Indonesia bangkrut & profesi guru punah. Kita menangkan gugatan ini ya. Dan sebelum proyek korup (MBG) ini makin merusak Indonesia diberbagai aspek ✊
#intinyadeh abis 5 org meninggal, 32 org ibu hamil calon manajer Kopdes-Kampung Nelayan dipulagin.
Satunya melahirkan saat jalani pelatihan.
Dikecam keras krn berarti pas periksa kesehataan, ibu2 hamil ini ttp disuruh ikut, termasuk yg udh hamil tua.
Dianggap gak make sense.
Pertamax naik: Rp 12.300 → Rp 16.250/liter.
Pertamax Green: Rp 12.900 → Rp 17.000/liter.
Waktu naik: tidak ada pengumuman dramatis. Langsung berlaku.
Harga minyak dunia sekarang turun ke US$71-74/barel.
Respons resmi Pertamina:
Komisaris Utama bicara ke media dulu.
Lalu akan diskusi dengan Direksi.
Lalu koordinasi dengan ESDM.
Lalu: "Insya Allah, doakan, mudah-mudahan bisa turun."
Naik: otomatis.
Turun: butuh doa.
Satu pertanyaan sederhana:
Kalau harga minyak dunia naik, Pertamina langsung tahu caranya. Kenapa kalau turun, tiba-tiba perlu prosedur panjang dan harapan?
APA KABARMU, Pak/Bu Penjaga Sekolah & TU Honorer?
Kamu yang buka pintu gerbang sebelum guru datang.
Kamu yang tutup gerbang setelah semua orang pulang.
Kamu yang ketik data ribuan siswa, urus arsip, tanda tangani surat keluar-masuk sampai tangan pegal.
Tapi satu hal yang tak pernah berubah sejak puluhan tahun: Namamu tidak pernah masuk headline.
Izinkan saya masukin njenengan ke headline walau untuk sejenak
Pengalaman Temen GW Bokap meninggal = semua tabungan 300jt langsung KUNCI. Bukan hilang, tapi lu gak bisa sentuh 1 rupiah pun.
Temen gue nangis di CS bank. "Ini KK, gue anak kandungnya. Cairin dong." CS: "Maaf Pak. Tanpa Surat Keterangan Waris, saldonya 0 buat Bapak."
Hari itu dia baru sadar: Jadi anak kandung doang gak cukup buat ambil hak lu sendiri.
SKW = Surat Keterangan Waris. Surat sakti yang nentuin duit almarhum jadi warisan atau jadi pajangan.
Tanpa SKW:
Rekening bank = beku permanen Sertifikat rumah = gak bisa balik nama BPJS Ketenagakerjaan = nolak cair Mobil = gak bisa dijual
Punya aset 2M tapi gak bisa dipake. Itu lebih nyesek dari gak punya.
"Kan ada KK. Jelas dia anaknya." Bank, BPN, notaris: "Kami gak peduli."
Mereka takut 2 hal:
Salah kasih ke orang yang ngaku-ngaku Digugat ahli waris lain yang tiba-tiba nongol
Ini aturan PP 24/1997 + SOP semua bank. KK = bukti keluarga. SKW = bukti lu berhak.
Gak ada SKW = keluarga lu pegang bom waktu.
Skenario paling kejam: Satu ahli waris jual diam-diam → ahli waris lain gugat → transaksi batal → duit udah kepake → sengketa 10 tahun.
Atau lebih parah: Rumah disita bank karena gak bisa bayar utang almarhum. Padahal saldo deposito 300jt nganggur di bank sebelah.
Bikin SKW tuh gampang kalau tau jalurnya. Mahal kalau udah telat.
WNI pribumi: SKW kelurahan, ttd lurah + camat. Biaya resmi 0-500rb WNI keturunan: Akta Waris notaris Muslim: Penetapan ahli waris Pengadilan Agama
Kalau udah sengketa? Biaya pengacara mulai 50jt. Telat dikit, rugi banyak.
Syarat SKW Kelurahan. Kurang 1 = mental, ngulang dari 0.
Surat kematian KTP semua ahli waris KK almarhum Surat pernyataan semua ahli waris, ttd materai Saksi RT/RW
Punya saudara di luar kota/LN? Urusnya bisa 3 bulan sendiri cuma buat kumpulin ttd.
Ngomongin waris pas orang tua sehat itu bukan ngarep mati. Itu bukti sayang.
Checklist anti-drama:
Bikin daftar harta + utang bareng ortu Kumpulin fotokopi sertifikat, BPKB, buku tabungan jadi 1 map Scan semua, upload ke cloud Kasih tau semua anak: map fisik & digitalnya di mana
Malu ngomong sekarang, nangis 10 tahun kemudian.
Temen gue telat 6 bulan urus SKW karena adiknya di Australia. Dendanya?
BPHTB waris 2% dari NJOP terbaru. Rumah naik, pajak ikut naik Biaya notaris ikut naik Total rugi 18jt cuma karena nunda
Aturan: Urus SKW maksimal 6 bulan sejak tanggal meninggal. Lebih dari itu = denda + ribet kuadrat.
"Yang paling cepet ditagih pas orang meninggal itu utang. Yang paling lama cair itu aset. Tanpa SKW, lu bayar utang pake duit pribadi sambil liat deposito 300jt gak bisa disentuh."
cc : hafizrizalm
"pejabat minta dana anggaran 5T?"
prabowo: "saya kasih 10T!"
"rakyat mengeluh soal deforestasi"
prabowo: "sawit juga pohon!"
"rakyat risau nilai rupiah anjlok?"
prabowo: 'rakyat desa gak pakai dolar!"
"rakyat sedih soal kemiskinan merajalela"
prabowo: "rakyat kita ga bermimpi kaya!"
"rakyat was-was Indonesia gelap"
prabowo: "sorry ye, Indonesia cerah!"
"rakyat protes soal kebijakan negara?"
prabowo: 'mereka antek-antek asing!"
"rakyat jadi korban pembullyan"
prabowo: 'bagus, saya juga dibully!"
rakyat tidak selalu butuh pidato yang membuat mereka kuat. kadang rakyat hanya butuh pemimpin yang membuat mereka merasa dipahami.
masalah hidup sudah cukup berat. jangan sampai kata-kata yang seharusnya menenangkan justru menambah beban.
4.000 buruh PT Feng Tay Bandung dirumahkan sejak 15 Juni.
Pabrik pemasok Nike.
Total karyawan: 14.000 orang.
Sebabnya? Order selesai, bahan baku terlambat, geopolitik global kacau.
Mereka nggak korupsi.
Nggak males kerja.
Tapi nasibnya ditentukan oleh keputusan orang-orang yang bahkan nggak tahu nama mereka.
Siapa yang lagi bahas nasib 4.000 orang ini di DPR hari ini?
Baru Saja.. Cust Brilink mau TF 7,5 Juta.
Dan seperti biasa, SOP tidak tertulis di kepala saya, TF besar, biasanya sya tanya santai (sambil ngitung duit) "UNTUK APA MAS?"
"Pembelian Motor"
"Ooo, di Dealer ya?"
"Online mas"
"Ooo, berarti sudah kenal sama orangnya?"
"Tidak mas, tapi kami sudah bertukar Foto KTP" "Hah???" Saya melongo.
"Jadi sampean pertaruhkan 7,5 juta utk foto KTP????" Saya berhenti hitung duit.
"Tapi foto KTA *NI sudah saya save, mas?"
"Batalkan!!!"
Saya serahkan uang tsb.
Si Cust bingung, karena kemarin sudah TF 500rb,
saya bilang "RELAKAN!!"
Ya! Selama lebih 10 tahun kami punya usaha konter, lalu berlanjut 2 agen brilink. Entah sudah berapa puluh kali kami dapati macam2 modus penipuan.
Sebagian besar terselamatkan. Memang butuh kepekaan dan keberanian, tapi kuncinya jgn sungkan bertanya "UTK APA?" Toh tujuan kita baik, bukan semata ikut campur atau kepo
cc:threadmaud.khan
AKSI DEMO DUKUNG MBG SEJAUH INI :
1. Anak2 dibawa demo
2. Dikawal dan dibukakan jalan sama polisi
3. Dapet snack + minum dari polisi
4. Bagi-bagi doorprize
5. Ada senam/joget MBG
6. Ada orasinya anggota DPR dari Fraksi Gerindra
7. Masa pendemonya yg punya SPPG dan karyawan nya
8. Kepala dinas pendidikan mengajak guru
9.
10.
MASIH DENIAL DUKUNG MBG NGK DI BAYAR?
SIAPA YANG BIAYAI?
Koruptor akan cari 1000 alasan supaya MBG tidak dihentikan
18:00 kondisi terkini di depan gedung DPR RI
Indonesia gelap beneran, mahasiswa sudah demo dimana mana, tapi belum ada tanggapan pemerintah selain demo tandingan, rakyat vs rakyat
PRABOWO PEMIMPIN KOCAKKK
- Babat hutan buat batubara PLTU, listrik tetap nggak murah.
- Babat hutan buat bioetanol, bensin tetap mahal.
- Babat hutan buat pangan, pangan tetap mahal.
- Babat hutan buat sawit, minyak goreng tetap mahal.
- Babat hutan buat nikel, harga kendaraan listrik tetap mahal.
- Babat hutan buat jalan tol, ongkos logistik tetap mahal.
- Babat hutan buat kawasan industri, lapangan kerja tetap susah.
- Babat hutan buat tambang emas, rakyat sekitar tetap miskin.
- Babat hutan buat tambang bauksit, nilai tambah tetap lari ke luar.
- Babat hutan buat smelter, tarif industri tetap tinggi.
- Babat hutan buat perkebunan, petani tetap kesulitan pupuk.
- Babat hutan buat proyek strategis, utang negara tetap naik.
- Babat hutan buat investasi, kesejahteraan belum merata.
- Babat hutan buat ekspor komoditas, harga kebutuhan pokok tetap naik.
- Babat hutan buat bendungan, krisis air masih terjadi di banyak daerah.
- Babat hutan buat perumahan, harga rumah tetap sulit dijangkau.
- Babat hutan buat pariwisata, masyarakat lokal belum tentu sejahtera.
- Babat hutan buat hilirisasi, barang jadi tetap mahal.
- Babat hutan buat pertumbuhan ekonomi, daya beli tetap melemah.
- Babat hutan buat pembangunan, banjir dan longsor malah makin sering.
its called "Workload Gravity" kutukannya orang rajin tapi sekitarnya senior dan orang titipan.
Alasan Kenapa Semua tugas datang?
1.Jaminan Beres
Atasan cari aman. Atasan tahu tugas pasti selesai tepat waktu dan minim kesalahan jika kamu yang kerjakan.
2. Atasan Malas Repot
Jauh lebih praktis melimpahkan tugas ke kamu daripada harus memantau dan mengajari staf lain yang lambat atau kurang kompeten.
3. Menjadi Standar Baru
Pengorbanan dan usaha ekstramu tidak lagi dilihat sebagai "bantuan", tapi diwajibkan menjadi standar kerja normal sehari-hari.
Ujung-ujungnya apa? stres dan burnout muak karena beban kerja jauh lebih berat dari yg lain tapi gaji sama.
DULU MALAYSIA MURID KITA, SEKARANG KITA KETINGGALAN 25-35 TAHUN
KOK BISA?
Baca ini sampai selesai.
Karena ini bukan soal iri.
Ini soal introspeksi.
Tahun 1957.
Malaysia merdeka dari Inggris.
Saat itu, Malaysia masih sangat muda sebagai negara.
Infrastruktur belum matang.
Sumber daya manusia terbatas.
Dan tahukah Anda, ke mana mereka mengirim pelajar-pelajar terbaik mereka untuk belajar?
Ke Indonesia.
Bukan ke Eropa.
Bukan ke Amerika. Tapi ke Indonesia.
Indonesia yang merdeka 12 tahun lebih awal dari Malaysia. Indonesia yang pada era 1950-an dan 1960-an sudah punya Universitas Indonesia, ITB, UGM, dan IPB yang diakui sebagai universitas kelas Asia. Indonesia yang pada waktu itu punya profesor, dokter, insinyur, dan ilmuwan yang diakui dunia internasional.
Ratusan pelajar Malaysia dikirim ke Bandung, ke Yogyakarta, ke Jakarta, untuk belajar teknik, kedokteran, pertanian, hukum, dan ilmu sosial. Mereka tinggal di Indonesia, bergaul dengan rakyat Indonesia, belajar dari dosen-dosen Indonesia.
Bahkan bahasa Melayu modern yang digunakan di Malaysia hari ini memiliki akar dan pengaruh kuat dari Bahasa Indonesia.
Guru kita. Murid mereka.
SEKARANG, LIHAT ANGKA INI
Malaysia:
Rata-rata gaji Rp 12 sampai 14 juta per bulan
Bensin RON 95: Rp 8.500
Pajak mobil: Rp 400 ribu
Indonesia:
Rata-rata gaji Rp 3,29 juta per bulan
Bensin RON 92: Rp 16.250
Pajak mobil: Rp 4 juta
Biarkan angka ini berbicara sendiri.
Di Malaysia, orang bergaji empat kali lebih besar dari kita.
Tapi bensin mereka separuh harga kita. Pajak kendaraan mereka sepersepuluh dari kita.
Artinya daya beli rakyat Malaysia untuk kebutuhan transportasi sehari-hari jauh jauh lebih ringan dibanding rakyat Indonesia.
Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana murid bisa melampaui gurunya sejauh ini?
KENAPA MALAYSIA BISA MELESAT?
Pertama, mereka punya visi jangka panjang yang konsisten. Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia yang menjabat dari 1981 hingga 2003, membangun Wawasan 2020, sebuah cetak biru pembangunan nasional 40 tahun ke depan. Semua kabinet, semua birokrasi, semua BUMN, semua mengacu ke satu arah. Tidak berubah setiap ganti pemimpin.
Kedua, mereka investasi besar di pendidikan tanpa kompromi. Petronas, perusahaan minyak negara Malaysia, bukan hanya menghasilkan uang. Petronas membiayai ribuan beasiswa mahasiswa Malaysia ke universitas-universitas terbaik dunia: Oxford, Cambridge, MIT, Imperial College, hingga Universiti Teknologi Petronas yang mereka bangun sendiri. Hasilnya adalah generasi eksekutif, insinyur, dan ilmuwan berkaliber dunia yang kembali membangun negerinya.
Ketiga, Petronas dikelola dengan disiplin dan jauh dari jangkauan politik partisan. Pendapatannya diinvestasikan kembali ke rakyat melalui subsidi BBM yang kuat, infrastruktur, dan pendidikan. Di Indonesia? Pertamina yang jauh lebih besar dari Petronas justru bertahun-tahun menjadi ladang politik dan korupsi.
Keempat, Malaysia membuka diri pada investasi asing secara strategis. Proton boleh jadi tertinggal, tapi kawasan industri di Penang, Johor, dan Selangor menjadi magnet manufaktur elektronik global. Intel, AMD, Infineon, dan ratusan perusahaan teknologi kelas dunia membangun pabrik di Malaysia. Hasilnya adalah lapangan kerja berkualitas tinggi dengan upah yang sepadan.
Kelima, reformasi birokrasi mereka lebih cepat dan lebih tuntas. Korupsi ada di mana-mana, termasuk di Malaysia, tapi eksekusi proyek infrastruktur, izin usaha, dan kepastian hukum untuk investor di Malaysia secara konsisten lebih baik dari Indonesia selama puluhan tahun.
INDONESIA TERTINGGAL BERAPA TAHUN?
Ini pertanyaan yang menyakitkan tapi wajib dijawab.
Dalam hal pendapatan per kapita, Malaysia saat ini berada di kisaran USD 13.000 sampai 15.000 per tahun. Indonesia masih di kisaran USD 4.500 sampai 5.000. Selisihnya tiga kali lipat lebih.
Para ekonom menyebut Indonesia setidaknya tertinggal 25 sampai 35 tahun dari Malaysia dalam hal kesejahteraan rakyat dan kualitas hidup rata-rata.