Gagal itu rasa sakit
Tahu orang lain tahu kita gagal? itu rasa malu
Dan ternyata, otak kita lebih takut sama rasa malu daripada rasa sakit
Makanya kita:
- pura-pura baik-baik aja padahal hancur
- pamer kesuksesan padahal lagi struggle
- dan rela berjuang sendirian daripada minta tolong
Padahal kalau dipikir-pikir... orang lain juga sibuk mikirin diri mereka sendiri. Mereka gak sesibuk itu mikirin kegagalan kita
Jadi... berani gagal. Dan berani ketahuan. Karena itu tanda kamu pernah mencoba🤍
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
I pray I marry a man who really wants to be married. man who will not shame the family we build. I pray I marry a kind, honest, and hardworking man. I pray he has good values, goals, and limits. Even when things get hard between us, he will not give up and will try to fix things.
BPJS bukan cuma soal “duit habis atau enggak”. Gue saksi hidup banyak pasien kanker meninggal karena nunggu jadwal kemo terlalu lama. Kemo di mana pun bentuknya sama, tapi bedanya ada di akses, kecepatan, & kemanusiaan. Dalam kanker, delay = kehilangan nyawa