@LambeSahamjja Lalu ada buzzer ngmg
"Trus itu salahnya Prabowo?"
Eh buzzer kontol, Prabowo mikir dirinya kaya bisa buat apapun dia mau dgn tujuan yg dia karang sendiri
Yg saat ini dia jalanin itu negara, dan negara lu negara miskin, jd gausah bertingkah dgn program MBG, kopdes yg g bermanfaat
@txtdrimedia Lu tau kejadian ini diolah gimana sama BuzzeRp pro Prabowo? Dibilang Prabowo tidak bisa didikte, dia tidak mau bicara di depan cermin karena tidak mau didikte Najwa, menunjukkan Prabowo pemimpin yg hebat🤣
pendemo ngajak pengendara bunyikan klakson sebagai bentuk keresahan
ada mobil plat TNI lewat. distop & diajak ikut bunyiin klakson
"gabakal disakitin, kita ga kayak kalian"
"lu klakson, lu jalan"
🚙: tittt
DIBUKAIN LANGSUNG JALANNYA. BUKTI KALAU THE REAL PENDEMO ITU DAMAI ✌️
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Guys, Prof. Ferry Latuhihin ekonom dengan 40 tahun pengalaman baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling mengerikan yang pernah gue dengar soal rupiah dalam beberapa tahun terakhir.
Dan yang bikin ini mengerikan
bukan hanya angkanya.
Tapi fakta bahwa prediksi-prediksi dia sebelumnya semua terbukti.
Track record prediksi Ferry yang perlu lo ketahui dulu:
Tahun lalu dia prediksi rating Indonesia akan di-downgrade.
Terjadi outlook dari stable menjadi negatif.
Tahun lalu dia prediksi dolar akan ke Rp17.000. Terjadi sekarang sudah Rp17.600.
Tahun lalu dia prediksi IHSG akan ambruk.
Terjadi sekarang di 6.700-an dan terus turun.
Bahkan ketika seluruh pasar modal Asia naik Indonesia satu-satunya yang minus.
Tiga prediksi.
Tiga-tiganya benar.
Dan sekarang dia punya prediksi baru.
Prediksi terbaru Ferry dan ini yang bikin gue tidak bisa tidur:
"Ramalan saya bisa 22.000 sampai 25.000 di semester kedua."
Dolar Rp22.000 sampai Rp25.000.
Dalam hitungan bulan.
Dan dia punya alasan yang sangat konkret bukan spekulasi kosong.
Mengapa bisa sampai ke sana penjelasannya:
Pertama — harga minyak yang terus naik.
Harga minyak sudah di atas Rp100 per barel.
Kalau spot price-nya menyentuh Rp120 Indonesia yang masih mengimpor minyak dalam jumlah besar akan membutuhkan jauh lebih banyak dolar.
Permintaan dolar meledak.
Rupiah makin tertekan.
Kedua — badai PHK yang sudah di depan mata.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sendiri yang bilang: badai PHK di depan mata.
Di tengah klaim pertumbuhan 5,61% dari Prabowo menterinya sendiri memberikan antitesis yang sangat telak.
Bisnis kaing-kaing karena dolar mahal.
Royalti pertambangan dinaikkan.
Komisi ojek online dipaksa turun ke 8% padahal 20% saja GoTo masih bleeding selama 10 tahun lebih.
Kalau platform ojek online berhenti operasi karena tidak bisa bayar 7 juta driver ojol menjadi pengangguran dalam semalam.
Ketiga — defisit fiskal yang makin tidak terkendali.
Kuartal pertama saja sudah minus Rp240 triliun. Ditutup dengan utang tambahan Rp258 triliun.
MBG saja menghabiskan Rp335 triliun pos terbesar dalam APBN untuk program yang Ferry sebut sebagai bancakan.
Dan ketika pemerintah kehabisan uang dan terus terbitkan surat berharga negara yang dibeli oleh Bank Indonesia sendiri itu bukan keuangan yang sehat. Itu money printing untuk menutup program bakar duit.
Keempat — El Nino yang masuk bulan Juli-Agustus.
El Nino akan memicu krisis pangan global. Indonesia yang masih impor kedelai, gula, beras, jagung, gandum semua dalam dolar akan menghadapi tekanan yang berlipat ganda.
Dolar makin mahal.
Bahan pangan makin mahal.
Rakyat makin tercekik.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh analisis Ferry:
"Kalau dolar ke atas Rp20.000 98 bisa terulang."
Dia tidak bilang ini untuk menakut-nakuti.
Dia bilang ini berdasarkan logika ekonom dengan 40 tahun pengalaman.
Masyarakat sekarang sudah tidak makan tabungan lagi.
Mereka makan pinjaman.
Pinjol sudah Rp110 triliun di luar sistem perbankan resmi.
Tabungan rata-rata masyarakat turun dari Rp3 juta ke Rp1,5 juta.
Kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 46 juta.
Tinggal satu trigger.
Dan trigger itu bisa datang dari dolar yang menembus Rp20.000.
Dua rekomendasi darurat Ferry yang menurut gue sangat masuk akal:
Pertama — hentikan MBG sekarang juga.
Bukan bertahap.
Sekarang.
Karena ratusan triliun yang diselamatkan bisa menjadi bumper untuk menahan tekanan rupiah.
Kedua — ganti Purbaya dengan orang yang benar-benar dipercaya oleh market.
Karena selama Purbaya yang bicara dolar tetap naik. Market tidak berbohong.
Kalau kata-katanya dipercaya dolar tidak akan terus ngacir.
Dan soal pernyataan pemerintah yang bilang fundamental kuat:
Ferry bilang dengan sangat blak-blakan:
"Enggak dipercaya.
Lu mau ngomong apa juga di sana dolar tetap ngacir. Harga saham tambah ambruk.
Artinya omongan Anda tidak dipercaya oleh market."
Dan dia tambahkan sesuatu yang lebih pedas lagi:
Statement Purbaya soal kita keluar dari jebakan 5% menurut Ferry itu bukan untuk meyakinkan rakyat.
Itu untuk menghibur presiden supaya Purbaya tidak dipecat.
Ferry Latuhihin bukan dukun.
Dia ekonom.
Tiga prediksi sebelumnya terbukti semua.
Dan sekarang dia bilang Rp22.000 sampai Rp25.000 bisa terjadi di semester kedua 2026.
Kalau itu terjadi bukan hanya dompet yang terdampak.
Bukan hanya harga sembako yang naik.
Tapi fondasi dari seluruh sistem ekonomi yang sudah rapuh ini bisa runtuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari yang siapapun siapkan.
Dan presiden kita masih berdiri di podium bilang: "Selama Purbaya masih senyum tenang aja."
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Ini adalah komen yang sangat cerdas soal MBG.
Kalo cerdas pasti paham
Mbg buka lapangan kerja?
Nope
Hanya menciptakan kontrak kerja,
Yg saat mbg dihentikan, di detik itu jg ngk ada pekerjaan
Mikiirrr
Akibat efisiensi 165 penjaga perlintasan kereta akan dirumahkan, masih mau bilang politik gak ngaruh ke kehidupan?
ya gimana Presiden aja habis jenguk korban laka KRL besoknya udah nyuruh rakyatnya kabur ke Yaman
cc:threads
@SarjanaEksu satu satu dulu kakk hehe..dimulai dari kesadaran pemerintah tentang ikan sapu sapu ini, siapa tau nanti berlanjut gimana caranya bersihin ekosistem sungai nya juga, sampai ke pola pikir masyarakatnya.
Guys, Feri Amsari lagi ngebedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan poin utamanya tuh bukan soal niatnya baik atau nggak, tapi cara jalannya yang dianggap bermasalah secara hukum dan sistem.
Jadi gini… menurut dia, program sebesar MBG ini harusnya punya dasar hukum yang jelas.
Masalahnya?
- Nggak ada undang-undang khusus yang ngatur program ini secara detail.
Yang ada cuma masuk ke anggaran di Undang-Undang APBN.
Padahal angkanya nggak main-main:
- Bisa tembus sekitar Rp1,2 triliun per hari
-atau sekitar Rp300–360 triliun per tahun
Nah, di sini dia mulai nyerang logikanya:
Program segede ini, makan duit ratusan triliun,
tapi:
-Tujuannya nggak dijelasin secara ilmiah
-Mekanismenya nggak transparan
-Nggak ada kajian dampak (kayak RIA / analisis ekonomi)
-Bahkan nggak ada uji coba (pilot project)
Jadi menurut dia:
ini kayak program besar tapi lompat langsung jalan tanpa test dulu
Masalah makin keliatan di lapangan
Dia juga nyorot fakta-fakta kejadian:
-Ada makanan nggak layak (mentah, dll)
-Ada kasus keracunan
- Distribusi nggak rapi
Kenapa bisa dibilang berpotensi langgar konstitusi?
Karena di Undang-Undang Dasar 1945 itu jelas:
- Negara wajib melindungi hak warga, termasuk:
- hak hidup layak
- hak kesehatan
- perlindungan anak
Tapi kalau program negara justru:
- bikin orang sakit
-distribusinya kacau
-nggak dirancang dengan benar
Maka niat baik aja nggak cukup, bisa dianggap melanggar konstitusi
Dia bilang Indonesia itu problemnya bukan cuma program, tapi sistem politiknya juga:
DPR + pemerintah terlalu sejalan(koalisi besar)
Hampir nggak ada oposisi kuat
Akibatnya:
program pemerintah mudah lolos tanpa kritik serius
Program bagus + eksekusi ngawur = tetap bahaya
Kalau nggak, ya siap-siap aja digugat ke Mahkamah Konstitusi.
Tapi bukannya Mahkamah Konstitusi juga bisa di sogok ya sekarang???