🚨 Dua balapan beruntun finis di P7, plus finis P5 di Sprint kemarin semakin menguatkan posisi Liam Lawson di klasemen serta statusnya di Racing Bulls sebagai ujung tombak.
Hasil di Sepang & Marina Bay sangat krusial demi pertahankan kursinya di tim untuk 2027.
LAWSON MODE CAPER 👏👏😂😂
Max Verstappen is only 17 points off P2 in the drivers' standings 👀
George Russell - 238 points
Lewis Hamilton - 229 points
Max Verstappen - 221 points
Considering where Red Bull started the season, that's insane.
🤯 INSANITY - Max Verstappen has outscored all drivers, including the championship leader in a Mercedes, and Ferrari & McLaren over the last 5 GPs
Max Verstappen - 109 points
Ferrari - 106 points
Kimi Antonelli - 98 points
McLaren - 74 points
Gianpiero Lambiasse menerima trofi konstruktor di podium. Langkah jitunya dalam atasi masalah radio Verstappen, patut diapresiasi.
Musim ini bisa jadi tahun terakhir dia jadi race engineer Max Verstappen sebelum masuk ke gardening leave untuk pindah ke McLaren.
✅ Sepang
✅ Marina Bay
Red Bull belum sempurna. Tapi tidak harus sempurna untuk bisa melepas manusia anomali ini kembali ke performa terbaiknya.
Kemenangan di Singapura adalah salah satu hal yang bertahun-tahun membuatnya penasaran. Bertahun-tahun selalu mentok, akhirnya dia dapatkan momentum untuk bersinar di Marina Bay.
Tidak tersentuh sejak Sprint, makin ngacir di hari Minggu. Verstappen mengakhiri rasa penasarannya: finis terdepan di Singapura yang tepat dengan balapan F1 ke-250 sepanjang karirnya.
Mission complete!
KUTUKAN SINGAPORE TELAH BERAKHIR!
Max Verstappen keluar sebagai pemenang di Singapore malam ini.
Charles Leclerc dan Andrea Kimi Antonelli menyusul di P2 dan P3 untuk lengkapi podium.
AKHIRNYAAAAA
#F1#SingaporeGP
Kebakaran hutan masih terus terjadi dan efeknya semakin parah.
Kasian ke sebegitu banyaknya korban yang terdampak langsung setiap harinya.
Udah sebegitu mendesaknya buat segera dibereskan pemerintah ini. Harusnya.
Sempat salah sidepod dan keteteran di awal musim, perlahan tapi pasti Red Bull berhasil temukan kembali ritme pengembangan mobilnya.
Upgrade di Baku yang merupakan upgrade pamungkas mereka musim ini, rupanya berhasil menempatkan RB22 ke persaingan di baris terdepan bersama Max Verstappen lewat dua pole beruntun di Sepang & Marina Bay serta kemenangan pekan lalu.
Eksperimen sidepod yang gonta-ganti spek sampai lima kali, akhirnya membuahkan hasil. Ketika Mercedes & McLaren makin bingung dengan pengembangan mobilnya, Red Bull sudah temukan formula yang tepat dalam konfigurasi aerodinamikanya.
Upgrade di Baku tujuan utamanya bukan perkara menambah downforce. Tapi prioritas mereka adalah bagaimana mengurangi sensitivitas mobil yang rupanya jadi inti masalah di RB22 musim ini.
Secara downforce, Red Bull tidak masalah. Tapi sensitivitas aero yang terlalu tinggi, membuat mobil jadi mudah kehilangan keseimbangan ketika ada perubahan kondisi: suhu, aspal, kerb, & ride-height floor. Ini penyebab masalah "degradasi mobil" yang dikeluhkan Verstappen sebelumnya.
Sensitivitas tersebut bisa dikurangi dengan manajemen airflow yang lebih baik di area sidepod & rombak floor di Baku. Sensitivitas berkurang, operating window mobil makin lebar, degradasi mobil hilang, Red Bull bisa berikan setup lebih agresif.
Red Bull sekarang jadi tim yang sudah menemukan titik ideal antara kebutuhan downforce dengan keseimbangan airflow yang terbukti jadi perkara yang sangat krusial di regulasi 2026.
Mercedes ingin menambah downforce di W17 versi Sepang, tapi keseimbangan airflow mereka malah jadi buruk. Sementara McLaren berusaha kejar keseimbangan, tapi nampaknya itu korbankan downforce & aspek mekanikal di MCL40. Ferrari sebenarnya punya keseimbangan juga, tapi tertutupi oleh defisit power unit yang kadang membuat tim ambil pendekatan setup yang terlalu agresif.
Yang paling penting bagi Red Bull saat ini adalah mereka punya fondasi yang sangat bagus untuk pengembangan mobil 2027.
Sudah menemukan konfigurasi aero yang ideal dan mesin RBPT juga terbukti layak diberikan label sebagai 'mesin combustion' terbaik. .