Merasa paling agamis itu justru lebih bahaya ya. Itu sudah tingkat lalai pada diri sendiri yg paling ujung.
Jadi urutannya; salah, dosa langsung keimanan.
Boro boro ngukur keimanan seseorang, ngapain kan? Nyari apa hayo?
Istriku sering sedih karena aku malas mengantarnya belanja. Melihatnya sedih aku jadi ikut sedih. Sebenarnya aku ingin menghiburnya tetapi keburu heran mengapa ia tak sedih lagi. Aku baru tahu jawabannya siang ini: istriku telah pintar belanja on line.
Ganti aku yang sedih.