Proud to be 🇮🇩. Self-proclaimed coder & gamer. Tweets babbles and ramblings in EN/ID. 日本語勉強中 || Trust me, this place is boring...and I can't be trusted.
Kalau lo lihat tweet itu terus mikir rakyat kita emang males dan nggak punya adab. Nggak ya, yang lo lihat itu bukan rapor kelakuan satu orang, itu rapor sistem pendidikan yang gagal nanam karakter selama belasan tahun. Sampah di meja itu nilai ujian akhir kita, dan kita lulus dengan predikat memalukan.
Di atas kertas, pendidikan karakter kita keliatan mewah. Ada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang ngajarin soal moral dan hidup bermasyarakat. Ada yang namanya Profil Pelajar Pancasila, semacam daftar karakter ideal yang katanya mau dicetak dari tiap murid, mulai dari gotong royong sampai peduli lingkungan. Bahkan ada program khusus namanya P5, projek di mana anak-anak disuruh bikin kegiatan nyata soal gaya hidup berkelanjutan, termasuk ngurus sampah. Lengkap dan keren kalau dibaca di dokumen. Tapi semua itu cuma hidup di slide presentasi dan laporan dinas. Di kelas, "buang sampah pada tempatnya" cuma jadi hafalan buat ulangan, bukan kebiasaan yang dicontohin dan ditegakin tiap hari.
Dan lucunya, kita nuntut guru nanamin karakter ke jutaan anak, sambil bayarin mereka kayak ngasih sedekah. Anggota DPR sendiri ngaku masih ada guru honorer yang cuma terima sekitar Rp 300.000 sebulan, angka yang dia bilang tidak manusiawi. Kalau dihitung per jam, upahnya bisa cuma Rp 4.000 sampai Rp 5.000. Lebih murah dari parkir mobil di Malioboro.
Coba pikir logikanya. Lo minta orang yang gajinya nggak cukup buat makan layak buat ngajarin anak orang soal integritas, tanggung jawab, dan menghormati ruang publik. Guru yang tiap bulan ngitung utang mana bisa fokus jadi teladan, dia lagi sibuk bertahan hidup. Karakter nggak bisa diajarin sama institusi yang sendirinya nggak punya karakter buat ngehargain pengajarnya.
Belum lagi soal pemerataan. Sekitar 43% siswa kita ada di lapisan sosioekonomi paling bawah, salah satu yang terbesar di dunia, dan skor mereka paling rendah. Artinya kualitas pendidikan numpuk di segelintir sekolah elit, sementara mayoritas anak Indonesia belajar di tempat yang gurunya kurang, fasilitasnya minim, dan karakternya cuma diajarin lewat poster di tembok.
Hasilnya kebaca di angka. Skor PISA 2022 kita ada di papan bawah dunia, membaca 359, matematika 366, sains 383, dan terus turun. Vietnam yang ekonominya di bawah kita malah nyaris nyentuh rata-rata negara maju. Hal itu buktiin bahwa yang ngaruh bukan soal kaya atau miskin, ini soal negara yang serius ngurus pendidikannya atau cuma jadiin pendidikan sebagai tema spanduk.
Dan jangan kira pemerintah cuma gagal di sekolah. Buang sampah sembarangan itu sebenernya melanggar UU No. 18 Tahun 2008. Tapi UU ini nggak naro angka dendanya langsung, dia cuma bilang larangannya, terus nyerahin sanksi konkretnya ke peraturan daerah masing-masing. Jadi hukumannya beda-beda tiap wilayah, tergantung pemda-nya niat apa nggak bikin perda. Jakarta misalnya, lewat Perda DKI, ngancem uang paksa sampai Rp 500.000. Tapi banyak daerah lain perdanya lemah, dendanya kecil, atau bahkan nggak ngatur sama sekali. Dan di mana pun ada perdanya, ujungnya sama, mati total di lapangan. Banyak kajian hukum yang udah ngakuin bahwa sanksinya udah tegas, yang bobrok pelaksanaan sama pengawasannya. Negara ini gagal dua kali, gagal ngajarin warganya buang sampah lewat pendidikan, dan gagal maksa lewat penegakan. Coba sebut satu orang yang pernah beneran kena denda gara-gara nyampah di warung. Nggak ada (sejauh yang gw tau).
Jadi kita ga bisa semata-mata nyalahin orang yang ninggalin sampah di meja warung. Dia produk akhir dari sekolah yang ngajarin karakter cuma di kertas, dari guru yang dimiskinin sampai nggak sempat jadi teladan, dan dari pemerintah yang aturannya cuma jadi pajangan. Pertanyaannya, kalau negaranya sendiri nggak serius ngajarin maupun negakin, kenapa kita ngarep rakyatnya yang tiba-tiba sadar sendiri?
Hot take gw, gak ada wibu yang wibu dari lahir, pasti kudu terpapar dulu sama material2 perwibuan baru normies bisa jadi wibu
Kalo taun 1993 udah ada smartphone dan tiktod juga mungkin gw ngontenin ginian juga ke acara wibu
Give them chance
Problem Nadiem di sini adalah typical elit Jakarta: merasa paling pinter dan ga butuh belajar kondisi nyata, terutama di daerah. Iya he eh tau mereka pinter, belajarnya sampe ke amerika segala. Tapi ya kalo empirics di lapangan ga paham, proses jalannya aturan ga paham, ya gini.
Kebijakan Nadiem selama jadi menteri kacau, platform gojek sampai titik tertentu membantu, platform gojek melewati titik tersebut udah jadi sangat eksploitatif ke mitra dan banyak negatifnya, kasus kriminalisasinya ga beres dan bermasalah, multiple things can be true here
One sees hateful social media accounts posting on a daily basis about how Japan's Muslim residents, who are mostly law-abiding Indonesians, are going to "destroy" Japan.
Meanwhile, the Japan government has officially warned Japanese tourists to stop raping Indonesian children.
Aku sering ditanya, kenapa aku jadi VTuber untuk Indonesia.
Soalnya waktu aku ngomong pakai bahasa Indonesia, kalian kelihatan senang banget,
dan aku jadi ingin bikin kalian lebih banyak tertawa.
Itu saja.
There is an ongoing genocide in Lebanon. The ceasefire in Gaza is fake. Free people across the world must swiftly revive the anti-genocide protests and boycotts that were rapidly gaining momentum last year.
Man, pemerintah bukannya bikin klarifikasi yang menenangkan publik soal rating Steam ini, malah blunder, gaslighting, nyalahin Steam, bayar buzzer, yang sakit hati malah dibikin makin sakit hati.
Komunitas gamer tuh pinter pinter, we finished Elden Ring without Google’s walkthrough! Your playbook won’t work on us.
Yesterday, Israel deliberately killed a UN Indonesian peacekeeper and wounded others in Lebanon.
Israel cannot continue to be treated as a full member of the UN.
Attacking UN peacekeepers is an abomination which was in the past perpetrated by terrorists, but never by members of the UN.
Some of you pretended to care what the UN had to say in 1948. Do you care that the UN of today has had more UN personnel killed in the last 2 years than in its history.
Instead of smearing me for trying to save this world, you should protect us for trying to save this world, not abandon us!
This is the moment we can salvage what remains of the UN and international law. I call on everyone to unite for the sake of our humanity.
The U.S. and Israel attacks on civilians must be stopped. Impunity must end.
Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kpd pemerintah & masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yg mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bln Ramadan serta menunjukkan solidaritas.