ya tuhan permudahlah saya dan teman teman non 02 voters mendapatkan kerjaan yang bukan dari rezim beliau....... swasta boleh luar negeri boleh yang penting ga ada sangkut pautnya lah...................
Gibran telah membuktikan bahwa kesuksesan itu tidak perlu dibuktikan dengan ijazah mentereng tapi cukup dengan punya bapak seorang Presiden 2 periode. Anak muda inspiratif Indonesia.
50.000 org keracunan - mereka diem
bpjs gagal bayar - mereka diem
markup anggaran - mereka diem
tiba2 ada motor listrik- mereka diem
Guru honorer mau dicut - mereka diem
Kerja di mbg uangnya haram - mereka teriak2 KITA GAPUNYA PILIHAN 🥹
Baru di rezim ini wapres terbukti ga punya ijazah dan ga lulus SMA, tapi tidak bisa didiskualifikasi krn sudah terlanjur jadi wapres
It’s fucking ridiculous how this shit happens in this country. You’re not even qualified, yet you still get accepted because of nepotism
Gausah belain pegawe sppg/kopdes segitunya. Itu orang-orang yang lu belain adalah orang-orang yang bakal protes once mbg distop. Secara langsung mereka bakalan tetep milih prabowo biar program itu tetep ada. Mereka gak pernah peduli sama kasus keracunan anak bangsa
Psikiater gw pernah bilang : “Kenapa kamu suka mengisolasi diri ketika km depresi, karna ketika km kecil dan di-abuse sama orang tua km, km gak tau harus mencari comfort kemana dan gak ada yg comforting km juga”
DAMN….. 🤯
Indonesian fresh graduates have to create impressive CV, go through the humiliating process of job-seeking, and pass 8 rounds of interviews just to support their families, but some people doesn’t even have to graduate high school to become the vice president.
Unbelievable.
𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐖𝐈𝐍 𝐓𝐇𝐄 𝐅𝐈𝐑𝐒𝐓-𝐄𝐕𝐄𝐑 𝐅𝐈𝐅𝐀 𝐀𝐒𝐄𝐀𝐍 𝐂𝐔𝐏 🏆 🇮🇩
After extra time and a nerve-wracking penalty shootout, Indonesia are crowned 𝗖𝗛𝗔𝗠𝗣𝗜𝗢𝗡𝗦! 🏆
Their first trophy since 1991 🤩🦅
- Main di kandang
- Pake skuad mewah
- Lawan kena kartu merah
- Udah unggul di menit akhir
Ngga seharusnya main sampe adu penalti. Permainan yang sangat memalukan.
dosa apa sih negara ini saking jeleknya job market sampe mau cari kerja sesuai passion atau impian tuh haram karna kita didorong buat cari kerja hanya untuk dapat duit dan survive?
Wah yang benar nih, girls?
Apa betul, sebenarnya kita diciptakan untuk hidup slow living, tidak perlu kerja keras 9-5, cukup bercengkrama saja dengan para tetangga dan handai taulan lalu hidup bahagia?
Mau 😭🙏
nemu ini bagus bgt :
i don’t regret loving people wholeheartedly.
banyak yang bilang jangan terlalu nunjukin rasa, jangan terlalu effort, takutnya nanti disia-siain. but honestly, i don’t wanna love with a calculator in my hand.
my love tank has always been full. i grew up surrounded by love, effort, and people who made me feel cared for. so when i genuinely care about someone, giving comes naturally.
kalau suatu hari ternyata it doesn’t work out, yaudah. it doesn’t make everything i gave any less real.
Jangankan besok, sampe alam semesta ini kiamat dan langit dirobek-robek hingga malaikat turun dan berdiri bersaf-saf di hadapan seluruh makhluk, semuanya sudah tercatat.
Ter-maktub. Artinya? Sudah terjadi, dalam perspektif Allah, semua sudah terjadi.
Dari perspektif manusia? Belum Terjadi. Lalu kenapa kontradiktif? Kalau begitu tidak ada kehendak bebas? Untuk apa beribadah?
Di sini biasanya orientalis memelintir iman kepada qada dan qadar yang tidak utuh.
Ter-maktub (Ter-tertulis), di Lauhul Mahfuz, Al-Qalam mencatat seluruh event sampai final season tanpa sedikitpun luput. Kata kuncinya adalah "mencatat seluruh event". Bukan malah "menetapkan event"
Al-Qalam tidak mengetahuinya, itu adalah pengetahuan Allah. Al-Qalam hanya mencatatnya, sama seperti notulen rapat yang kerjanya cuma mencatat hasil rapat.
Lalu, dalam pengetahuan Allah yang tiada hulu dan muaranya ini,
1. Allah telah mengizinkan segala sesuatu terjadi pada saat kejadian tersebut terjadi, real time, kalau dalam bahasa kerennya, "ini adalah penciptaan dan penghancuran yang terus berulang"
2. setiap kejadian yang terjadi atas pilihan manusia, yang lalu membuat cabang kemungkinan pilihan lain yang terjadi karena manusia memilih, semuanya telah Allah ketahui dan Allah izinkan.
3. Allah telah mengabulkan segala doa yang dipanjatkan, bahkan doa di masa depan yang belum kamu katakan, rintihan yang belum terjadi. semuanya telah Allah kabulkan.
Di sisi Allah, semua telah final. Di sisi manusia, belum. Kenapa?
1. Karena di sisi manusia, ini belum terjadi.
2. Cabang selanjutnya dari pilihan yang kita ambil, kita tidak mengetahuinya
3. Masa depan dan doa yang kita panjatkan, kita juga belum mengetahuinya.
Untuk lebih singkatnya, bayangkan sebuah buku.
1. Chapter pertama berjudul The Creation of Universe.
2. Chapter kedua berjudul The War of Angel and Demon.
3. Chapter ketiga berjudul The Creation of Khalifah.
4. Chapter keempat berjudul The Betrayal of Heaven Above Heaven, The Birth of Heavenly Demon.
5. Chapter kelima berjudul Chaos on Earth, War on Djin.
6. Chapter keenam berjudul Noah's ark.
7. Chapter ketujuh berjudul Post Apocalyptic Era, The Rise of Civilization
8. Chapter kedelapan berjudul The Tower of Babel, Humanity Against the God
9. Chapter kesembilan berjudul, Ibrahim
10. Chapter kesepuluh berjudul, The Era of Apostle
11. Chapter kesebelas berjudul, The Turbulence of Truth, The Birth of Humanity Most Evil Enemies
12. Chapter keduabelas berjudul, The Last Apostle
13. Chapter ketigabelas berjudul, The Interim
14. Chapter keempatbelas berjudul, The Coming of Mahdi
15. Chapter kelimabelas berjudul, Malhamah Qubra, The Armageddon
16. Chapter keenambelas berjudul, The Coming of Dajjal the Anti-Christ
17. Chapter ketujuhbelas berjudul, Dead Man Tell no Tales, The Dead of Anti-Christ
18. Chapter kedelapanbelas berjudul, Ya'juj Ma'juj (Gog and Magog) and the era of destruction
19. Chapter kesembilanbelas, Second Post Apocalyptic Era, The End Times
20. Chapter keduapuluh, The Death of the last believer and the destruction of Ka'bah
21. Chapter keduapuluhsatu, The Apocalypse
22. Chapter keduapuluhdua, The Judgement Day
Kita adalah karakter dari buku tersebut. Bagi sang pemegang buku, cerita sudah final. Tapi bagi karakter di dalamnya? belum, Karena instead of novel-novel yang akhir karakternya ditentukan oleh Penulis, Buku Lauhul Mahfuz ini berisi catatan kejadian yang nasib karakternya dipilih dan ditentukan oleh mereka sendiri.
Pilihan nasib tersebut diizinkan oleh Sang Pencipta, dan permintaan pertolongan tersebut diberikan olehNya. Semuanya tercatat dan akan dipertanggungjawabkan.
Tidak ada ruang dan waktu bagi Sang Pencipta dan Sang Penulis, karena ruang dan waktu tersebut ada di dalam genggamannya.
Btw, kita lagi dichapter ketiga belas.