“Katanya jaga badan, tapi tatto an gimana sih”
Ya itu namanya perubahan.
Tattoo ini dibuat ketika posisi otak lagi mumet saat itu, dan akhirnya memutuskan stop dan ga buat lagi.
Manusia itu pasti adaptasi dan berubah.
Pekara orng lain mau tattoo an, itu bukan urusanku.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Surem banget fans liverpool di jeda musim ini.
Entahlah.
Feelingku musim depan yo ra enak wkwkwwkwkw
Ya gmana pun udah suka.
Mau jelek, bahkan degradasi pun ttp kudukung.
Mesti marah2 juga dulu 😭
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔