KDMP akan jadi titik titik pertahanan negara ini yg terdiri dari banyak pulau - Trump kalau gatal mau nyerang Indonesia...juga berpikir ratusan kali
Pasukan US akan bingung , mau lewat mana aja ketahuan.
Mau lewat kampung, KDMP ada
Mau lewat gunung, KDMP ada
Mau lewat sawah, KDMP ada
Mau lewat hutan, eh KDMP juga ada
Ini strategi pertahanan dalam bentuk koperasi
Di film film aja banyak tu bangunan jelek ternyata markas agen rahasia ..
@stockmapping Ikut batch 1 dan batch 2. Di batch 2 materi semakin lengkap , tinggal pilih kungfu yang dimau. Mungkin lebih baik grup nya di telegram sehingga yg seperti EKO tidak bisa ss supaya diskusi group nya tidak bocor keluar. #PGKStrikesAgain
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
@antaranews Pak level songongnya tolong dikurangin. Malah tambah dikerjain currencynya kalo komentarnya begini. Udah mending resign aja pak daripada nyusahin satu negara 🫠
Kalau kalah di saham, uang masih mungkin dicari kembali. Tapi kalau negara hancur, mau dikembalikan pake apa?
DPR diam diam saja bah, moga anak - cucumu merasakan apa yang skrg dirasakan rakyat banyak.
Summarized by Claude.
What's happening: IDX is down 36% YTD, worst performer among 90+ global indices. Rupiah hit 18,000/USD (all-time low), down ~14% since Prabowo took office. Foreign funds have pulled ~Rp86 trillion from bonds.
Why: Prabowo's populist/interventionist pivot, Danantara, free meals program, commodity export controls, has spooked markets. Sri Mulyani's departure was the turning point; she was the "fiscal anchor." Now investors question Indonesia's investment-grade credit ratings and MSCI EM status.
What investors want to come back:
1) A credible fiscal anchor, central bank independence
2) Danantara transparency
3) Clearer policy implementation.
Until then, the trade consensus is simply: SELL.
Presiden terdahulu klo market ancur, rupiah melemah, dan rakyat udah berisik bakal cepet ditangani problemnya.
2013 parah banget rupiahnya tapi pak SBY take action jg saat itu jadi bisa ternetralisir
2015 budget berantakan parah, trus Pak Jokowi take action jg dengan manggil balik bu SMI.
2018 berantakan karena tariff Trump dan BI berani pre-emptive rate hike dan pemerintah adjust anggaran juga
Baru kali ini market ancur hampir 40% dan rupiah melemah terus tapi gak ada respon serius. Masih nyalahin BI, masih glorifikasi MBG, masih anti kritik tentang plesir ke LN, dll.
Problemnya itu. Global economy gk lagi baik2 aja. Spekulasi pasar saham gila2an dan credit issue mulai muncul. Kalau gaya kerjanya masih kayak gini.
Gw gak paham lagi mau seberapa hancur rupiah dan IHSG ketika nanti kejadian.
@stockmapping Walaupun gak sebesar yang lain kenaikannya. Dari sesi kelas record dan unrecorded, dan sub diskusi nya yang d pecah.Sangat membantu sebagai pemula, karena tidak d campur campur. Bahkan jika diskusi nya melenceng, admin mengingatkan untuk pindah. PGK pembelian terbaik di 2025
811 NYAWA DAN LUMPUR YANG TAK KUNJUNG KERING
Teman-teman, hentikan sejenak kesibukanmu. Saya akan ajak Anda melihat neraka yang sesungguhnya, bukan di layar kaca, tapi di hati saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ini adalah tragedi yang diciptakan. Per hari ini, data terbaru mencatat 811 orang tewas dan 623 orang masih hilang. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah 811 orang tua, anak, dan saudara yang jasadnya tertimbun lumpur, dan 623 keluarga yang menunggu kabar di tenda pengungsian.
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ada 143 korban tewas. Di Aceh, 1,5 juta orang terpaksa mengungsi. Bayangkan, satu setengah juta orang kehilangan segala-galanya, dan harus tidur di tempat seadanya.
Air dan Kelaparan
Penderitaan paling kejam ada di Aceh Tamiang. Setelah tujuh hari bencana, warga terpaksa minum air sisa banjir yang keruh. Kenapa? Karena bantuan air bersih dan makanan tidak sampai.
Sementara warga berjuang menahan haus, Pemerintah Pusat (melalui Seskab) justru sibuk menjamin dana dan logistik "tersedia penuh". Jaminan itu adalah kebohongan yang melukai. Mereka menjamin ketersediaan logistik di Jakarta, tapi membiarkan warga di Palembayan, Agam, harus menggotong korban sesak napas melewati jembatan reot karena tidak ada layanan medis yang layak.
Logika mereka terbalik: Mereka mampu mengirim Starlink dan helikopter, tapi gagal menyediakan air minum yang bersih.
Kenapa semua ini terjadi? Kenapa bantuan hanya ala kadarnya?
Karena Pemerintah menolak menetapkan Status Bencana Nasional. Penolakan ini adalah dinding yang melindungi kepentingan elit:
Mereka takut Status Nasional akan memicu Audit Ekologis Total yang akan membongkar izin-izin korporasi (Sawit, HTI) yang merusak hutan di hulu. Mereka takut izin yang dipegang erat oleh lingkaran kekuasaan akan terancam.
Mereka memilih menjaga anggaran APBN dan aset konsesi agar tetap aman, daripada menggunakan dana triliunan untuk menyelamatkan nyawa dan membangun kembali 10,4 ribu rumah yang hancur.
Nyawa 811 korban ini adalah tumbal politik yang dibayar demi menjaga kekebalan segelintir orang.
811 jiwa tewas itu bukan angka, itu adalah pengkhianatan yang berdarah; mereka tewas karena negeri ini memilih melindungi aset yang ada di kertas, daripada menjaga nyawa yang ada di dada.
#SUMATERABUTUHSTATUS
Jangan biarkan duka mereka hanyut tanpa pertanggungjawaban!
Pagi ini ada seorang kawan yang nelpon mimin panik mencari kabar keluarganya di Aceh yang hilang kontak sejak banjir. Dia nanya apakah mimin punya kontak jejaring relawan di sana.
Kawan mimin ini bukan aktivis atau orang yang tiap hari ngomongin isu negara. Cukup pekerja kantoran yang hidupnya normal-normal saja.
Sayangnya, mimin gak bisa bantu dia karena belum punya jaringan sampai sana.
Dan di titik ini semuanya jadi kerasa banget: Hal sesederhana kita bisa menghubungi orang yang kita sayang pun ternyata tidak bisa lepas dari politik.
Di negara yang presidennya jelas-jelas ngeremehin dampak deforestasi dengan ngomong, "Ke depan kita harus tambah tanam kelapa sawit. Nggak usah takut apa itu katanya membahayakan, deforestasi. Namanya kelapa sawit, ya pohon ada daunnya dia menyerap karbon dioksida."
Lalu motong anggaran BMKG, Basarnas, dan BNPB untuk proyek negara yang ngeracunin banyak anak di Indonesia: MBG.
Terus kalau kita memprotes dan ngekritik segala ke(tidak)bijakan tersebut — malah bakal dicap sebagai 'wahabi lingkungan', dilindas, diburu, dibunuh, dipenjarain, dianggap kriminal dan musuh negara.
Dan jangan lupa, segala bencana alam yang terjadi serta kegagalan pemerintah untuk menangani dan MENGHINDARINYA — juga dibarengi dengan penangkapan dua aktivis lingkungan dan HAM yang selama ini mengadvokasi dan memperjuangkan ketahanan lingkungan hidup kita semua: Dera (staff Walhi Jateng) dan Munif (Aksi Kamisan Semarang).
Jadi ini saatnya kita rekam dengan baik di kepala kita:
Walaupun isu-isu politik ini terasa begitu jauh dari kehidupan kita, tapi segalanya yang hari ini kita perjuangkan bareng-bareng, akan menentukan apakah besok kita bisa mengangkat telepon untuk sesimpel bertanya, "Mom, are you okay?"
Belum kelar sama rasa sakitnya penetapan Soeharto sebagai Pahlawan.
Sekarang kita dihadapi sama pengesahan RKUHAP super bahaya yang dikebut oleh DPR.
#TolakRKUHAP ❗️❗️
Negara sudah lebih dulu menyantap yang miskin.
Porsi perlindungan sosial turun dari 16,1% (2020) jadi hanya 8,9% (2026).
Payung sosial dikecilkan, disaat hujan badai semakin deras, rakyat disuruh berteduh sendiri.
Eat the poor sudah kejadian, bukan lagi sekadar diskursus semantik.
❗️Notice❗️
Untuk mempermudah tracking dan penanganan lebih cepat.
- Kebutuhan Medis @humaniesproject
- Bantuan Biaya Pengobatan @hijaubersamaid
- Bantuan Hukum @LBH_Jakarta
- Korban Hilang atau Tindak Kekerasan @KontraS
Semua mention tag @barengwarga