Puisi โAku Ingin Mencintaimu dengan Sederhanaโ menggambarkan cinta yang tenang, tulus, dan tidak berlebihan. Melalui metafora yang lembut, penyair menegaskan bahwa cinta sejati tidak membutuhkan kata-kata besar, janji muluk, atau gestur dramatis. Supaya mengerti maka dengar saja!
Bila yang terulis di atas sana ialah kesejahteraan bagiku, maka jadikanlah sejahtera paling tinggi... bila yang tertulis di atas sana ialah kederitaan bagiku, maka buatkanlah derita paling rendah....
Bayi, anak-anak, remaja, muda, menikah, orang tua, kakek-nenek, kemudian mati ialah perjalanan orang dewasa. Namun bagi yang gagal dalam pernikahan, bisa mengulang kembali menjadi muda; dan bagi yang gagal menikah, silahkan menjadi tua lalu kemudian meninggal. ๐
Untuk bangkit dari keterpurukan, ada segelintir cara agar seseorang tadi bisa mumpuni, yakni kemauan; atau mau tidak mau menerima segala resiko dari penderitaan terlebih dahulu, salah satunya: celaka.
Alangkah menakjubkan bilamana kita sebagai sebuah insan memiliki keberanian, ambisi, cita-cita dan harga mati sebuah iman. Berani menghadapi segala resiko dari obsesi atau objektivisme, asa menggapai segala keingintahuan dan meninggalkan dunia dng predikat husnulkhatimah.
Menjadi orang muda, berarti sudah tahu diri... tahu bahwasanya kita sendiri mengetahui segala keperluan untuk hidup mandiri, hidup berdikari, hidup perhati berbakti, dan sehidup semati erti arti abadi.
Menjadi tua berarti bukan lagi menjadi diri sendiri, tapi memulai mau untuk membuka diri kepada selain diri sendiri. Belajar memikiri orang lain: turut membantu sanak saudara, orang sekitar dan bahkan sampai kepada fidyah dan sedekah kepada linear kuasa kepada kemiskinan rakyat.
Makian memekik, segelas ilmu tumpah ruah, dan semenjak nyaring suara pemaki salah eja tak setara dng mendekar pada hunus pedang, perisai dan terompah kebenaran; menyalam lebih dahulu elok daripada ancam-mengancam.
Tempat bertepi sesaat dari segala problematika kemodernan ialah cukup dng menghirup petrikor sehabis bertaubat dan sadar untuk terus bertahan dari terpaan, himpitan, dan benturan kehidupan nan fana.
Maaf atas segala yang terjadi, semoga hal-hal baik setia mengiringi. Selamat lebaran, selamat liburan.
Dan di antara semua selamat, semoga hati kita terselamatkan..
Sungguh mengerikan bila berdiri sendiri menatap mata orang dengan kepribadian ganda; satu sisi di mana ia tidak mengetahui dirinya sendiri dan suatu sisi di mana ia tidak mengetahui sisi dirinya yang lain.
Menuju sepuluh malam nan hening dan tentram, mengantara suatu malam (Lailat Al-Qadar [malam ketetapan]) berada pada salah satu sekian malam tadi. Malam 'tuk beribadah kepada YME... malam yg lebih baik dari seribu bulan.... Semoga, ya.
Ketika rindu menghembus ketika kekasih memicu ingatan ttg masa silam dan iba kasih menghembus melesap lewat isyarat, serta paguyuban nawu dan aksara pernah menyampaikan: jangan lupa bersedekap.