Masih kah kamu bergelut dengan kebisingan hatimu, bertumpuk sampai engkau meledakkannya ke tempat yang salah. Semoga seseorang masih bisa memakluminya, meski tidak selapang dadaku saat menerimanya. (End) ✨
Hi, bagaimana kabarmu, terdengar sepele namun aku baik-baik saja. Sungguh sebuah template retorika yang monoton kita lakukan tiap bercengkrama. Lucu juga. Terdengar seperti sebuah hafalan, diucapkan berulang sampai kehilangan makna. (1/3)
Namun aku tetap baik-baik saja, seperti katamu, aku hanya perlu bertahan. Bagaimana dengan mu? Belakangan aku mendengar ceritamu dari bisikan-bisikan sekitar, lukamu mungkin telah berganti rupa tapi tetap tak mengubah dirimu yang dulu. (3/3)
Berulang kali gue nanya ke Tuhan, berulang kali juga gue beneran ngomong hal yg sama, "ini beneran Tuhan mikir klo gue beneran bakal sanggup sampe dikasih sesulit ini?"