Banyak orang kerja keras tapi kariernya mandek
Karena cuma fokus hard skill, ngeremehin soft skill
Gue bahas 5 soft skill penting yang bikin lo standout di karier
Gue rangkum di E-book 20 halaman, lo bisa dapetin GRATIS
Follow, Like, Retweet, dan Reply “MAU”
Gue kirim via DM
🚨 [GIVEAWAY ALERT]
Mau jago berpikir strategis? Gue punya E-BOOK GRATIS buat lo
Tadinya mau gue jual 50 ribu, tapi gue kasi gratis aja
Cukup Follow, Retweet, dan Reply Post ini dengan tulisan "MAU" (huruf kapital) dan gue akan DM e-booknya
Selamat belajar!
*Bersikap baik, mengayomi, sering berbagi cerita kepada pemain muda: Lamine Yamal, Nico Williams, Fermin Lopez, Alex Baena.
*Mengajarkan Marc Cucurella dan Alex Remiro bermain golf.
*Menjadi partner bermain poker terbaik bagi Dani Carvajal, Joselu, David Raya, dan Ayoze Perez.
*Sebelum turnamen, meminta semua pemain untuk memilih satu lagu untuk dimasukkan ke playlist Spotify. Lagu2 itu lantas diputar di kamar ganti, agar selera semua pemain terwakili.
*Membuat semua pemain setuju agar lagu La Porta Salvaje menjadi anthem yang diputar di bus tim setelah meraih kemenangan demi kemenangan.
*Menjadi pemimpin negosiasi kepada Federasi Sepak Bola Spanyol dalam pemberian bonus pertandingan. Memastikan seluruh anggota staf mulai kitman, fisioterapis, chef, sampai tim media mendapatkan bonus yang layak.
*Jelang final, harusnya dia yang berbicara mewakili pemain di konferensi pers. Tetapi dia justru meminta federasi agar mengajak Jesus Navas. Jadi, Navas punya kesempatan sempurna untuk mengumumkan keputusan pensiun dari timnas.
*Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengatakan, seandainya dia kembali ke masa lalu dan membangun tim yang lain, De la Fuente menegaskan tanpa ragu akan kembali menunjuk dia sebagai kapten timnas.
"Dia, tidak diragukan lagi adalah pemain yang menciptakan kokompakan terbesar dalam timnas Spanyol. Dia adalah salah satu pemain terlucu. Ketika dia berbicara di kamar ganti, semua pemain muda serius mendengarkan petuah dan ceritanya. Dia sosok yang brilian." Lamine Yamal.
Begitulah, sang unsung hero terbesar Timnas Spanyol di Euro 2024, Alvaro Morata!
Rangkuman kejanggalan wasit dan VAR di pertandingan Semi Final AFC Asian Cup U23 antara Indonesia vs Uzbekistan:
1. Nama wasit utama dan ketua VAR di pertandingan kemarin adalah:
- Shen Yinhao (Referee, China 🇨🇳)
- Sivakorn Pu-Udom (VAR Referee, Thailand 🇹🇭)
2. Cek VAR, tetapi malah tidak mendapatkan penalti ataupun free-kick. Kalaupun keputusannya bukan penalti, maka keputusan yang berlaku adalah free-kick. Kalau malah jadi drop ball, seolah-olah yang dicek oleh VAR adalah possible free-kick. Hal itu bertentangan dengan aturan FIFA, yaitu VAR tidak bisa membatalkan free-kick.
3. Rizky Ridho mendapatkan kartu merah padahal tendangannya ke pemain Uzbek tidak disengaja dan hanyalah follow-through dari clearance yang dilakukannya. Terlihat, Ridho juga sudah berusaha menarik kakinya.
4. Saat gol Ferarri dibatalkan karena Sananta offside, VAR tidak menampilkan garis onside dan offside di layar VAR ataupun replay. Hal ini bisa memicu perdebatan apakah Sananta benar-benar offside atau tidak.
5. Saat Pratama Arhan tergeletak karena cedera, wasit memutuskan play-on dan hampir gol untuk Uzbek. Tetapi waktu pemain Uzbek terjatuh, wasit meniup peluit untuk menghentikan pertandingan. Unfair.
6. Shen Yinhao memang terkenal sebagai wasit yang kontroversial. Dalam laga Timnas Indonesia U22 vs Kamboja di Sea Games 2023, ia memberikan penalti ke Kamboja padahal dari tayangan ulang terlihat pelanggaran tersebut di luar kotak penalti.
7. Sivakorn Pu-Udom juga merupakan ketua VAR di laga kontroversial antara Qatar dan Indonesia di fase grup. Jadi ga heran, kalau keputusannya kemarin juga banyak yang rancu.
Uzbekistan memang main bagus. Tetapi tidak bisa dipungkiri faktor wasit juga berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Masih ada 2 kesempatan di depan mata untuk Indonesia, tetap fokus dan semangat! 💪🇮��
#TimnasIndonesia #TimnasDay #Timnas #AFCU23 #TimnasU23
GREGORIA JUARAAA!!!!!
Sejarah lahir, Gregoria menjadi tunggal putri Indonesia pertama yg menjadi juara level super 500 sejak format ini diperkenalkan.
*Gelar BWF World Tour kedua dalam kariernya.
*Kalahkan peraih emas Olimpiade.
*Sepanjang turnamen, sapu bersih kemenangan, tidak pernah kehilangan satu game-pun!
Mungkin hari ini adalah permainan terbaik Gregoria dalam hidupnya. Begitu percaya diri, begitu berani, begitu kreatif.
Terus menekan, mendominasi, dan sama sekali tidak gentar dengan nama besar lawan yg dia hadapi.
Sebuah performa yang membanggakan.
SELAMAT GREGORIAAA!!!!
#KumamotoMastersJapan2023
Ada dua kata yang saya nggak suka dengernya kalau digabung.
‘Tuh’ dan ‘kan’.
“Tuh kan?”
Atau versi lengkapnya,
“Tuh kan gua bilang juga apa???”
Tuh kan gua bilang juga apa, mana mungkin?
Tuh kan gua bilang juga apa, mana bisa?
Biasanya sambil dagu sedikit diangkat, kepala menjauh ke belakang, dengan senyum tipis tersungging mengikuti bola mata melirik ke samping.
‘Tuh kan’ saya sudah nggak pernah pakai lagi, sejak saya sadar mereka merenggut kehormatan dari orang-orang yang berjuang.
Sekelas tetangga julid yang menantikan kesialan terjadi buat orang-orang yang bukan dia.
Saya juga nggak suka ‘tuh kan’, karena mereka adalah kata-kata yang menunggu hal buruk terjadi.
Saya nggak suka hidup menunggu hal buruk. Kurang logis buat saya.
Saya memilih hidup menunggu hal baik. Lebih masuk akal rasanya.
Kecewa luw brow menunggu hal baik.
I know. Sudah pasti.
Tapi saya memilih lebih baik kecewa karena berusaha,
daripada tidak pernah kecewa karena memang tidak pernah berbuat apa-apa.
Berusaha membuat saya kuat, mencibir sambil rebahan membuat saya lemah.
Biasa mengucapkan ‘tuh kan’ juga menjadikan saya selalu punya alasan untuk tidak apa-apa kok kalau tidak mencoba.
“Tuh kan, ngapain susah-susah?”
Well semua hal baik nggak pernah mudah, dan semua keberhasilan datang dari mencoba.
Gagal itu biasa. Jangan buat dia merasa punya taring berbisa. Ga usah drama. Biasa aja.
Yang tidak biasa?
Berani mencoba. Lalu belajar dan bertumbuh dari kegagalan yang pasti datang, dan bukannya malah tuh kan tuh kan mulu menyukurinya.
☺️
Dari gaya hidup dan penampilannya, Rodri selalu menerapkan kesederhanaan.
Rodri tidak punya deretan mobil mewah. Dia tidak juga menato tubuhnya. Bahkan Rodri tidak punya akun media sosial.
Mengapa?
⬇️⬇️
Orang Indonesia emang paling jago kalau masalah lempar tanggung jawab. Bisa-bisanya outfield player segitu banyak pada gak berani nendang bahkan sampai kiper disuruh jadi penendang keenam 😂 #TimnasDay