Hi kak, misii. as part of both komunitas yang mendapatkan manfaat serta ilmu dari keduanya, sekaligus customer yang ikut PO bukunya mas adi izinkan saya menyampaikan POV.
sebelum melompat ke kenapa soal buku ini bisa ramai dibahas sampai ke timeline, ada baiknya kita throwback ke awal PO di 6 Desember 2025.
dari awal PO dijanjikan "bonus" 2 webinar, webinar pertama di 1 februari. 12 feb diumumkan bahwa bukunya telat karena 1 dan lain hal.
maret 2026 grup whatsapp pindah ke tele, mulai ada cust sekaligus member yang tanya soal buku dijawab "ditunggu ya" tanpa ada penjelasan apapun (27 maret)
(30 maret) muncul lg pertanyaan soal buku. admin grup menjawab buku dikirim april sekaligus webinar ke-2.
april 2026, webinar jalan tapi buku belum juga terproses. mei 2026, muncul lg pertanyaan soal buku lalu dijawab buku udah diproses dr jan-feb tapi ada kendala tiba-tiba di luar kendali yg mengakibatkan harus diproses dari 0 lagi.
sepanjang feb-mei jawabannya mirip dan tanpa ada kejelasan serta tanggal pasti kapan buku akan rilis/proses pengiriman, sampai minggu kemarin di awal juni 2026 juga ada kegaduhan di grup whatsapp sampai bilang mas adi scam.
saya cek email, dari awal PO sampai hari ini tidak ada pemberitahuan soal buku, pun di akun twitternya mas adi di mana mas adi mempromosikan buku juga tidak ada update apapun. baru kemarin ada statement setelah mas al up soal buku ini dan jadi ramai di timeline.
jadi, ramai-ramai yang ada di twitter 2 hari ini bukan semata soal percaya atau tidak percaya kepada mas adi (seperti update mas adi kemarin di timelinenya). yg menjadi persoalan adalah komunikasi dan pemenuhan komitmen dalam sebuah transaksi bisnis jual beli. ketika customer sudah membayar sejak Desember 2025 namun selama berbulan-bulan tidak mendapatkan kepastian, update yang memadai, maupun timeline yang jelas, wajar apabila akhirnya muncul pertanyaan, kekecewaan, dan diskusi yang meluas ke publik.
jadi, kalaupun ada pihak yang harus menjelaskan dan bertanggung jawab atas situasi ini adalah pihak yang menerima pembayaran dan membuat komitmen sejak awal, bukan customer yang berulang kali harus meminta kepastian ataupun netizen dari timeline dan berbagai grup saham.
ketika permasalahan sudah muncul ke publik, respon & reaksi tentu beragam dan tidak bisa dikendalikan oleh siapapun, tapi ini adalah konsekuensi yang harus dihadapi dan direspon dengan bijak oleh mas adi.
Ciao๐๐ป
Wow, Presiden Prabowo copot kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
Pengganti Kepala BGN adalah wakilnya, Naniek Deyang
Jadi ini berita positif atau nggak ya? ๐คฃ