Guys Iran baru saja publish peta semua pembangkit listrik di Teluk Persia sebagai target potensial.
Dengan satu kalimat say goodbye to electricity.
Konteksnya langsung. Trump ultimatum 48 jam buka Hormuz atau Amerika hancurkan pembangkit listrik Iran.
Iran jawab dengan peta.
70 sampai 80 persen pembangkit listrik besar di kawasan Teluk ada di sepanjang pantai Persia. Semua dalam jangkauan rudal Iran.
Artinya satu serangan ke infrastruktur listrik Iran bisa dibalas dengan memadamkan seluruh kawasan Teluk.
Saudi. UAE. Qatar. Kuwait. Bahrain. Dalam kegelapan bersamaan.
Dan ini bukan sekadar ketidaknyamanan.
Tanpa listrik pabrik desalinasi yang sudah diancam Iran berhenti. Air minum habis. Rumah sakit pakai generator darurat yang kapasitasnya terbatas. Sistem komunikasi down. Bandara tutup. Rantai pasok pangan kolaps.
Seluruh kawasan yang mengelola hampir sepertiga minyak dunia bisa lumpuh total dalam hitungan jam.
Dan ini yang paling perlu dicermati.
Iran tidak ngomong kalau kami diserang kami balas serang militer. Mereka ngomong kalau infrastruktur kami diserang seluruh kawasan gelap.
Bukan perang militer lawan militer. Tapi perang infrastruktur lawan infrastruktur.
Yang paling menderita bukan tentara di garis depan. Tapi warga sipil di 40 derajat celcius tanpa listrik tanpa air minum.
Trump kasih ultimatum 48 jam.
Iran jawab dengan peta dan koordinat.
Sekarang bola ada di tangan Trump.
@taufik_q "Pemerintah pandai dalan satu hal: ia tau cara mematahkan kaki Anda, lalu memberi Anda tongkat dan berkata, 'lihat, kalau bukan karena pemerintah, kamu tak akan bisa berjalan'."
— Harry Browne
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa!
Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan!
Sekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami!
Kalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini.
Kalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!
@loveylippies@Takebytissa13@puserxavier Wah op katarak dimana kak ini lokasinya?
Kl gigi di tempatku nunggu 2bln juga, tp kl katarak alhamdulillah bumer sm eyangku ga ada waiting list, lgsg dikerjain kl mmg udah bisa op
@agoose13@bawahproyekmusi@ProfMelankolis Benar, sebagai ex Super Indo, VP dan CEO nya mmg bule. Super Indo mmg satu grup dgn delhaize makanya logonya sama, pun dgn food lion, dll
Even kl dl presentasi, semua logo / brand yg berasosiasi dgn delhaize kita tampilkan
@tempodotco Utk anak2 bisa cek link baca gratis https://t.co/LbnDkPXMvt , https://t.co/hGKIu2sghz (cari buku non teks, sdh banyak yg berjenjang dan bagus2) bisa di print.
@mangguwonu@geeuutomioka @wtfareyoww Banyak kak, kmrn banyak tu casn yg salah bikin skck, udah sampe polsek eh diminta ke polres 😭😭 krn casn kurang info juga. Casn lho which is S-1 kan 🥲
@sdenta Dok izin nimbrung, anak ku vaksin JE1 Maret 2023, JE 2 harusnya jarak 1th dari JE 1 kan dok? Tapi kami pindah domisili yg ternyata JE nya susah banget, baru ada sekarang.
Ini dikejar bisa? Atau diikhlasin aja?
@Prehanta@sdenta Mba coba download app Primaku, sebenarnya utk record tumbuh kembang anak sih. Nah, disetiap jenis imunisasi, itu ada notenya termasuk kontraindikasi dan KIPI
Memang bukan jurnal, tp minimal ada "informasi" setelah divaksin, akan ada chance KIPI spt apa
@gemindit@sdenta Kalo ga percaya sm pemerintah, minimal percaya sama IDAI kak. IDAI mengeluarkan anjuran vaksin lengkap (yg lebih lengkap dari aturan kemenkes dan ada yg gak disubsidi) nah pake itu aja.
Aku pribadi percaya sm pemerintah, tp vaksin anakku ngikut IDAI, gpp mahal yg pntg anak sehat
@phat_ime@MiraninonLita@vxnnxy0@sdenta Benarrr :"
Gamau vaksin yaudah gapapa, jangan ada mandatory, yaudah terserah aja. Asalkan.. asalkan, jgn deket2 sama anak2 yg sudah divaksin. Ortu2 dah ikhtiar anak sehat, tb2 ada klb krn anak2 lainnya yg ga divaksin ortunya kan ya ikut waswas juga.
@aiinda_cute@tanyakanrl Aku ga takut mba, soalnya financialnya udah diplanning sejak sblm nikah dan dieksekusi terussss sampe anaknya besar, jd alhamdulillah ga kehimpit 🥰
Semoga manteman yg diberi amanah, dimudahkan jalannya ya. Tiap anak bawa rejekinya masing2 kok. Bisa bilang gini krn kebukti di ak
@siedua Mulai belajar integritas dulu 😆
Kalau ini gagal, percuma.
Kalau sudah niat dan berani untuk tidak suap dan korup, nah baru deh.. belajar dasar perpajakan dulu.
Bisa dari buku dan latihan soal.
Kalau ada dana, bisa ambil les Brevet.
@Lilyanna2112 baca doa ini kak :
“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”
[Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu]