Di KUHP baru, ada pasal ini.
Setiap orang yang mencetak tulisan atau gambar yang sifatnya dapat dipidana maka mereka bisa juga dipidana.
Ini ancaman tambahan bagi setiap perusahaan percetakan dan juga setiap media cetak yang mencetak materi-materi kritis.
2017: First Travel. 63.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp905 miliar.
2018: Abu Tours. 86.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp1,2 triliun.
2018: Hannien Tour. Ribuan jemaah gagal berangkat. Skema Ponzi.
2026: Hanania Group. kurang lebih 2.500 jemaah gagal berangkat. Estimasi kerugian Rp60 miliar.
Setiap kasus: modus sama. Skema Ponzi. Dana jemaah dipakai tutup lubang lama. Tersangka ditangkap. Korban menangis.
Setiap kasus: respons pemerintah sama. Prihatin. Minta diusut. Janji perbaikan regulasi.
Kemenhaj mengakui Hanania punya akreditasi B, rekam jejak bagus, bahkan peraih rekor MURI.
Mereka yang keluarkan izinnya. Mereka yang audit 5 tahun sekali.
Sembilan tahun. Empat kasus besar. Hampir 200.000 korban. Hampir Rp2,5 triliun raib.
Dan sekarang pemerintah bilang akan "membuat regulasi monitoring yang lebih ketat."
Pertanyaannya bukan lagi kenapa travel ini bisa menipu.
Pertanyaannya: kenapa negara butuh 9 tahun dan 200.000 korban untuk baru mau serius?
Sumber :
Kompas: https://t.co/Xvg4nPj60F
CNBC Indonesia (First Travel/Abu Tours): https://t.co/7D0dQF82if
Kok bisa orang yang dulunya core of the core agama, tiba-tiba pas masuk ring kekuasaan, fatwa nya malah sering clash sama arus bawah?
Lu pasti tahu Kerajaan Mataram Islam, kan? Kerajaan ini sering banget diagung-agungkan di sejarah.
Tapi, pas takhta turun ke Amangkurat I (sekitar tahun 1647), ada satu tragedi politik gila yang bikin orang membaca nya shock.
Yaitu pembantaian ribuan ulama di Alun-Alun Plered.
Bayangin aja, sekitar 5.000 sampai 6.000 ulama beserta keluarganya dibantai habis cuma dalam waktu kurang dari satu jam
Kenapa raja dari kerajaan Islam malah ngebantai tokoh agama?
Karena dalam berpolitik tokoh agama yang punya massa, pintar, dan independen itu merupakan ancaman terbesar buat kekuasaan.
Amangkurat I ngerasa posisinya goyah karena para santri dan ulama ini berani ngritik kebijakannya. Daripada pusing, dia pilih opsi delete permanen.
Nahhh di era modern, cara barbar kayak Amangkurat I itu udah nggak laku mana melanggar HAM dan malah bikin revolusi.
Terus gimana cara menjinakkan tokoh-tokoh agama atau intelektual radikal yang pinter-pinter ini? Jawabannya satu yaitu DIKOOPTASI.
Negara itu butuh legitimasi. Kalau ada kebijakan yang berpotensi nabrak norma agama, negara butuh sosok dari dalam lingkaran agama itu sendiri buat jadi juru bicaranya.
Kalau politisi biasa yang ngomong, pasti diamuk massa. Tapi kalau yang ngomong adalah tokoh yang basic bahasa Arabnya jago, mantan rektor, dan santri tulen? Publik dan netizen bakal mikir dua kali, atau minimal bingung mau nyerang argumennya pakai apa.
As jobseeker and IT / Web3 / crypto kita kudu hati-hati. Jadi ada heker pake cara baru namanya JINX-0164. Pura-pura jadi HRD di LinkedIn, ngajak interview video call, terus ntar sengaja dibikin error audio biar download file yang ternyata malware macOS (AUDIOFIX).
Kemarin kan udah disuruh beli rumah sm pak ET, nah biar gak salah dan gak kena tipu penjual/developer nakal kalian udah pernah cobain app Sentuh Tanahku belom gaes?
Ok sini saya jelasin dikit.
A thread.
Depression isn’t always obvious. It can show up as fatigue, irritability, poor focus, body aches, or unhealthy habits. The signs are often subtle. Don’t ignore them. https://t.co/JnyVIrqpRd
Gue umur 30 dengan gaji 30jt++ dan tabungan bbrp ratus juta. 2023 gaji gue 40jt++ bahkan sebelum pindah tempat kerja.
Tapi ini bukan konten flexing.
Gue sengaja naro flexing di depan dan pasang foto di bwh biar dapet hooknya, buat kalian yg minat baca dan punya reading comprehension yg bagus, gue mau kasitau hal2 yg bikin gue di posisi skrg, follow kalau suka konten2 gini, gue bahas banyak hal dari marketing psikologis, data, finansial, sampe hal2 random lainnya.
Ke bawah buat baca
1. Dont do what you love, do what you need
Gue lulusan sastra, gue hrs belajar extra dan banting tulang lebih keras biar bisa paham sama data analytics, mulai dr excel ke power bi, tableau, AWS, DOMO, dll
Gue gasuka belajar, tapi demand buat org2 yg menguasai tools2 yg gue sebut tadi itu gede dan gajinya pun jg gede ((btw promo dikit kalau kalian mau belajar tools2 data cek aja link di profile))
Jd semuanya gue telen trs gue just do it, tanpa mikir passion
2. Master what the market needs
Market tuh butuh apa sih? Di dunia yg serba cepat ini, techbros2 itu sangat dibutuhkan, tapi bisa teknis aja tu ga cukup.
Kita tu harus nguasain fundamental dr critical thinking, jangan telen mentah2. Selain teknis, kita jg hrs bisa kasih added value, apa sih yg buat org tuh mau bayar kalian mahal.
If you are good at something dont do it for free
Banyak orang2 indonesia punya skill teknis tp gapunya skill jualan, padhal kt hrs bisa jual diri.
3. Dont be cheap
Kalian tuh kan ada duit ya bisa lah sisihin uang rokok or ngopi or belanjanya buat bayar org ngajarin kalian. Gue tau di negara kita banyak yg aneh2, tapi yg legit jg banyak kok, makanya kritislah dan cek track record.
Jangan pelit2 sama diri sendiri, apalagi buat isi kepala, kalau hrs bayar buat belajar why not?
Sampe sini dulu soalnya mager mau lanjut, kalau kalian baca sampe sini congrats ya kalian da oke lah reading comprehensionnya, cheers!
Ayah & Ibu bisa mengunduh buku ini melalui tautan berikut:
https://t.co/eFDqjIcetb
Satu permintaan kecil saya: Jika sudah dipraktikkan, ceritakan atau tag saya ya saat si kecil sedang makan. Saya ingin ikut merasakan kebahagiaan itu. 👶🧡