Masalalu tidak pernah hilang, ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat kepada sesuatu yang tudak kita duga yang kita sebut sebagai kenangan
Ingin ku titipkan rindu pada hujan yang terbawa awan, tapi kini kau telah berlalu bersama ombak yang menuju ke samudra, menjauh ditelan dinginnya malang yang tak berbintang
Bertegur sapa dengan masa lalu, segala cerita yang menjadi sendu dan ditemani oleh pilu, membicarakan diri yang pernah bahagia, juga penyesalan karena fakta diri yang telah membuat kecewa, dan menjadi alasan dari deras air matanya
Waktu terasa berhenti, memikirkan kembali pada awal kesunyian, tak bisa bergerak hanya bisa berpikir, tapi hati ini cukup puas karena bisa berdiri di atas kanvas putih.