SURAT TERBUKA RESMI
15 Mei 2026
Yth
•Ketua Umum PSSI @erickthohir
•Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) / Penyelenggara @ileague_id
Perihal : Tindakan Provokasi Pemain Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa Atas Tuduhan Pemindahan Venue Laga Kandang Persija vs @persib Bandung
Dengan hormat
Kami yang bertandatangan di bawah ini, atas nama pendukung @persib Bandung, menyampaikan surat terbuka ini sebagai bentuk keprihatinan mendalam dan sikap tegas terhadap tindakan provokasi yang dilakukan oleh pemain Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. Sebagaimana diketahui publik, baru-baru ini muncul keputusan pemindahan venue laga kandang Persija Jakarta versus Persib Bandung. Keputusan tersebut merupakan kewenangan penuh PSSI dan PT LIB sebagai penyelenggara kompetisi demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran pertandingan sesuai regulasi yang berlaku. Namun, alih-alih menerima keputusan tersebut dengan sportivitas, Andritany Ardhiyasa secara terbuka dan provokatif menuduh bahwa pihak Persib Bandung yang meminta pemindahan venue laga tersebut.
Tuduhan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, dan sangat provokatif. Pernyataan tersebut telah memicu emosi suporter kedua belah pihak, berpotensi menimbulkan konflik horizontal, serta menciptakan narasi bohong yang merusak citra kedua klub dan citra sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Tindakan semacam ini jelas bertentangan dengan semangat fair play, kode etik PSSI, serta regulasi FIFA tentang perilaku pemain dan ofisial.
Kami menilai pernyataan Andritany Ardhiyasa bukan sekadar ekspresi pribadi, melainkan tindakan yang disengaja untuk memprovokasi dan memecah belah. Hal ini sangat berbahaya mengingat sejarah "Derby Indonesia" yang selalu berlangsung dengan tensi tinggi dan menjadi sorotan nasional maupun internasional.
Oleh karena itu,
Dengan ini kami secara resmi meminta kepada: PSSI dan PT LIB untuk
-segera melakukan investigasi resmi terhadap pernyataan dan tindakan Andritany Ardhiyasa diRuang ganti tersebut.
-Memberikan sanksi tegas sesuai dengan Kode Disiplin dan Etik PSSI atas perbuatan provokasi yang dapat memicu konflik.
-Mengeluarkan pernyataan resmi klarifikasi bahwa keputusan pemindahan venue murni merupakan kebijakan penyelenggara kompetisi dan bukan atas permintaan pihak Persib Bandung.
-Meningkatkan pengawasan terhadap segala bentuk provokasi antar klub menjelang pertandingan besar agar tetap menjadi ajang yang membanggakan, bukan sumber konflik.
Kami meyakini @PSSI dan PT LIB sebagai pemegang otoritas tertinggi sepak bola Indonesia akan bertindak adil, tegas, dan profesional dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan
Atas perhatian dan tindakan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih
Hormat kami,
BOBOTOH PERSIB
Tembusan:
-Ketua Komite Disiplin @Komdis_PSSI
-Ketua Komite Etik @PSSI
-Media Nasional
-Persib Fans (Bobotoh) seluruh Indonesia
**MAAF, SEBENARNYA TIDAK PERLU BERTELE-TELE MENAMPILKAN MACAM-MACAM FOTO LAMA JOKO WIDODO DI ERA MASA KULIAHNYA, SEBENARNYA CUKUP TUNJUKKAN KEASLIAN IJAZAHNYA, KAN HANYA ITU MASALAHNYA?**
🇮🇩Untuk case handball Alex Martin, menurut gua ini jelas handball.
Ini ada di Law Of The Game dari IFAB, jelas ya.
Pemakaian LOTG ini harusnya konsisten.
Case yang sama terjadi pada pertandingan Persib vs Persebaya, momennya mirip2 Ramon dianggap lakukan Handsball oleh wasit.
🇮🇩Footage dari @bandungfootball di laga Dewa Utd vs Persib menunjukkan bolanya sudah jelas out.
Sayang banget VAR nya udah di implementasi tapi gaada on field reviewnya.
Jangan normalisasi hal yang salah, semoga ga kejadian lagi.
🎥 @bandungfootball
Biduan Joget² di Panggung Isra’ Mi’raj di Songgon Banyuwangi, Tuai Sorotan Netizen.
Beredar di media sosial dan menuai sorotan netizen, aksi seorang biduan dangdut yang berjoget di atas panggung peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menjadi perbincangan hangat. Dalam video viral tersebut, sang biduan tampil berjoget dengan pakaian minim di atas panggung berlatar tulisan “Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW”, diiringi musik dangdut.
Tak hanya sang biduan, terlihat pula bapak-bapak naik ke atas panggung dan ikut berjoget bersama. Acara yang berlangsung pada Jumat (16/01/2026) itu dihadiri mayoritas orang dewasa, bahkan tampak beberapa anak-anak berada di sekitar lokasi, sehingga memicu beragam reaksi dan kritik dari warganet.
Sumber: jawatimurpopuler