Cuma laki-laki cis hetero yang kepikiran nyiram kencing ke transgender, dan gebukin maling ayam sampai tewas.
Maskulinitas toksik memang bekerja seperti itu, kejam ke yang lemah, menunduk-nunduk ke yang kuat.
Unpopular opinion : baca beritaaa pencurian ayam pertama kali gw juga mikir yaampun cuma ayam, mungkin kelaperan dan ayamnya buat makan. Pas cari tau lebih dalam ayam yg dicuri adalah ayam aduan, daerah asal korban sidetapa buleleng yg dimana terkenal kriminal, kemalingan ayam ga cuma sekali, motor korban juga hasil curian. Sorry ga jd empati, inimah KARMA namanya.. itu nyuri bukan buat kelaperan, tapi hobby. narasinya cuma "di keroyok massa akibat mencuri ayam" ya jadi banyak orang yg kasian awalnya kayak gw ini, tapi setelah baca pov dari warga Balinya langsung terus "oh yaudah" lebih kasihan ke anaknya di kasih uang haram. Tetep ga membenarkan main hakim sendiri, dan gw kasian sama masa depan anaknya aja, adek semoga tumbuh lebih baik. dari wajahnya aja kelihatan cantik dan rupawan. semoga masa depannya bisa cerah yaa
Dosa islamofobia yang menindas minoritas Muslim di Eropa sebenernya bukan cuma tanggung jawab kulit putih di sana, tapi juga Muslim di negara mayoritas Muslim kaya Indonesia yang tiap komen isu kemanusiaan selalu menyasar minoritas lain dengan nafsu pembunuh mereka.
Setuju berat.
Memang agama "itu" terlihat sangat besar di sini karena merupakan agama mayoritas. Namun, coba sesekali keluar dan lihat dunia yang lebih luas.
Kemarin saya ke Vietnam, kan. Bahkan di kota sebesar Ho Chi Minh City, hanya segelintir orang yang mengetahui agama tersebut. Tempat ibadahnya pun jumlahnya sangat sedikit. Bagi sebagian besar masyarakat di sana, agama "itu" bukanlah pusat dari kehidupan sosial mereka seperti yang mungkin kita lihat di Indonesia.
The world does not revolve around your religion.
Berhentilah merasa bahwa standar moral, nilai, dan keyakinanmu adalah standar yang harus diikuti oleh seluruh orang di dunia. Tidak semua orang lahir, tumbuh, dan hidup dengan kepercayaan yang sama denganmu. Tidak semua orang memiliki kewajiban untuk memahami ataupun mengikuti ajaran agamamu.
Stop using religion as a shield to justify judging other people.
Berhentilah menghakimi orang lain, terlebih menggunakan dalih agama hanya karena agamamu adalah agama mayoritas di tempatmu tinggal. Menjadi mayoritas bukan berarti memiliki otoritas untuk menentukan bagaimana orang lain harus berpikir, hidup, dan berkarya.
Being the majority does not make you universally right. It only makes you the majority.
Belajarlah untuk menerima bahwa dunia ini jauh lebih besar daripada lingkunganmu sendiri. Respect people's boundaries, beliefs, and choices. Dunia tidak hanya sebatas tempat di mana agamamu menjadi yang paling dominan.