Btw, apa yang aku coba sampaikan sebelumnya bukan berarti kita harus mengurangi jumlah posisi atau mengambil risk yang lebih sedikit secara keseluruhan.
Justru sebaliknya.
Yang ingin aku tekankan adalah perbedaan antara risk yang diambil karena emosi/greed, dengan risk yang diambil karena strategy dan plan.
What I meant previously was that jangan memaksa masuk posisi hanya karena takut ketinggalan, greedy ingin return lebih tinggi, atau overconfidence setelah beberapa win.
Posisi-posisi seperti ini biasanya low quality dan justru menurunkan Expected Value secara keseluruhan, karena terhitung as noise.
Sebaliknya, kalau kamu punya thesis yang jelas, edge yang terukur, dan sudah di-backup oleh data, maka mengambil lebih banyak posisi yang sesuai strategi justru bagus.
Statistically, Law of Large Numbers berlaku di sini.
Semakin banyak sample (posisi) yang kamu miliki, selama posisi-posisi tersebut berkualitas dan sesuai sistem, maka rata-rata hasilnya (Expected Value) akan semakin representatif dan stabil.
Bukan semakin fluktuatif.
Itulah kenapa aku selalu tekankan pentingnya data gathering.
Karena dengan data yang cukup, kita bisa membedakan mana risiko yang memang bagian dari strategi, dan mana yang hanya noise
Kita juga bisa mengukur Expected Value dengan lebih akurat.
Jadi intinya bukan “semakin sedikit semakin baik”, tapi semakin selektif dan semakin banyak data berkualitas, semakin baik.
@dikibagast it does *not make any sense, imho
fewer trades ≠ higher EV quality matters, but drastically cutting your trade count destroys your sample size
have u ever heard of LLN on probability?
Compounding gains from multiple lower risk trades is a whole lot easier to manage than trying to get the most out of one large high risk/high reward trade
He forever long and perpetually short
He runs you over with gamma and hedges with banter
He lurks in the order books and saves the corn from falling out, so you can keep playing and he collecting his clout