Pernyataan menteri tsb keliru
Korupsi besar TIDAK AKAN pernah jadi oli pembangunan
Yg pas adalah :
Korupsi kecil adalah "jalan" bagi pegawai kecil agar keluarganya bisa sekedar hidup layak
Pegawai kecil dgn gaji antara 2 sampai 3 juta (yg sudah beristri dan punya dua anak), akan hidup dalam moda : "survival mode" di negara yg kehidupan masyarakatnya begitu konsumtif seperti kita
Dapat info dari partner di China mainland, katanya di suatu kota ada 50 pabrik yang biasa kirim ke Indonesia. Untuk bulan Agustus -September, mereka lebih dari separuh berhenti beroperasi, karena tidak ada permintaan dari pasar Indonesia.
Pagi ini saya kehilangan dua pembeli. 😁
Yang pertama pesan 2 kg dada fillet potong dadu.
Kebetulan sedang ada antrean. Saya bilang,
“Bisa ditunggu Bu, atau sambil Ibu belanja dulu, biar saya siapkan.”
“Enggak Mas, saya tunggu saja.”
Masih ada 3 orang di depan beliau.
Beberapa menit kemudian,
“Masih lama Mas?”
“Tinggal satu orang lagi, Bu.”
“Wah saya terburu-buru, bisa saya didahulukan?”
“Maaf Bu, nggak bisa. Saya harus sesuai antrean.”
“Oh kalau begitu nggak jadi ya Mas.”
“Gak apa-apa Bu, mohon maaf.”
Saya kasih kartu nama.
“Kalau lain kali buru-buru, bisa pesan lewat WA dulu Bu. Nanti saya siapkan, tinggal ambil. Jadi nggak perlu antre.”
Pembeli kedua .
“Mas, beli ayam 2 ekor. Berapa sekilo?”
“Rp41 ribu hari ini, Mbak.”
Dia diam sebentar, berpikir...
“Oke Mas, saya muter dulu ya.”
Saya jawab, “Iya Mbak.” 😁
Dan ternyata... muternya sampai lupa jalan kembali. 😂
Dua pembeli pergi pagi ini.
Yang satu karena tidak bisa menunggu.
Yang satu mungkin karena harga.
Begitulah pedagang.
Kita ingin semua yang datang pulang membawa belanjaan. Tapi kenyataannya tidak selalu begitu.
Pembeli punya pertimbangannya sendiri.
Pedagang juga punya keadaan yang harus dijalani.
Yang bisa saya lakukan hanya tetap jujur soal harga, tetap adil dalam antrean, dan tetap memberikan pelayanan sebaik mungkin.
Karena tidak semua yang datang harus menjadi transaksi.
Kadang, mereka hanya sedang mengingatkan kita bahwa di balik setiap pembeli, ada kebutuhan dan keadaan yang berbeda.
Besok ketika kita buka lapak lagi.
Siapa tahu yang hari ini pergi, besok malah kembali. 😁
Lo pernah denger nama Yohanes Surya?
Kalau lo generasi 2000an, mungkin lo pernah liat berita "Indonesia juara olimpiade fisika dunia" , nah, di balik itu ada satu orang yang jadi otaknya.
Ini thread soal fisikawan yang milih pulang ke Indonesia padahal udah punya green card Amerika.
Gua tadi abis dari cuci steam.
Lagi duduk nunggu, bosen… terus di sebelah ada koko Cina. Kayaknya langganan situ juga.
Awalnya cuma basa-basi:
“Lama ya antriannya.”
“Iya, rame hari ini.”
Terus ngobrol dikit lah, nanya-nanya kerjaan segala macem.
Gak tau gimana, tiba-tiba nyambung ke topik duit.
Gua iseng nanya aja:
“Ko, kalo menurut koko… ngatur keuangan yang bener tuh gimana sih?”
Gua kira dia bakal jawab yang ribet.
Kayak investasi, bisnis, muter duit, atau apalah.
Dia malah santai banget jawabnya:
“Gampang… jangan keluarin uang buat yang gak perlu.”
Udah. Itu doang.
Gua sempet mikir,
“Yaelah… itu mah semua orang juga tau.”
Tapi makin dipikirin…
Justru itu masalahnya.
Semua orang tau.
Tapi gak ada yang bener-bener jalanin.
Gua juga gitu.
Tau ini gak penting,
tapi tetep beli.
Tau cuma pengen doang,
tapi dibela-belain.
Tau lagi gak butuh,
tapi tetep checkout.
Akhirnya bukan karena gak ngerti.
Emang karena gak bisa nahan diri aja.
Jadi ya mungkin…
bukan kurang ilmu.
Cuma kurang kontrol diri.
Ada yang menasihati. Mau lewat jalur haram atau halal, rejeki kita sudah ditetapkan.
Kita tidak akan meninggal sampai semua rejeki kita diberkan.
Jadi, jika sedang di posisi dilema karena dapat tawaran pekerjaan yang prospek dan cuannya gede banget tapi haram, yakin saja saat memutuskan.
Misal ambil yang haram dan uang yang diperoleh sangat besar, maka rejeki lainnya akan berkurang. Misalnya kesehatan, ketenangan, anak, pasangan dll.
Misal ambil yang halal tapi uang yang diperoleh sangat sedikit, maka rejeki lainnya akan ditambah. Misalnya kesehatan, ketenangan, anak, pasangan dll.
Ambil halal atau haram, takaran rejeki kita sudah ditetapkan.