Dari BEM UI:
Halo, UI dan Indonesia!
Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita.
Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sekarang saatnya bersuara!
* Saya tautkan link video-nya setelah post ini jika ingin menyebarkannya
Peringatan:
Blackout Sumatera Sudah Diprediksi.
——
Infrastruktur kelistrikan Indonesia terlalu rapuh, terlalu terpusat, dan tidak punya redundansi yang cukup.
Cascading Failure.
Dalam sistem kelistrikan, gangguan pada satu jalur transmisi utama dapat memicu efek berantai atau cascading failure.
Ini bukan fenomena baru.
Solusinya juga sudah diketahui:
redundansi jaringan, backup sistem,
interkoneksi yang tidak bergantung pada satu jalur tunggal.
Tapi pertanyaannya:
Kapan Indonesia akan serius mengimplementasikan?
Sumatera sudah pernah
mengalami blackout besar.
Jawa-Bali pernah blackout 2019.
Polanya selalu sama:
Blackout terjadi.
PLN minta maaf. Investigasi dilakukan.
Janji perbaikan diumumkan. Lalu beberapa tahun kemudian blackout lagi. Seolah tidak pernah belajar dari pengalaman.
Blackout Sumatera membuktikan satu hal:
Dunia digital sangat rapuh.
Lebih rapuh dari yang kita kira.
Begitu listrik padam...
Internet hilang. Signal hilang.
Air mati, gelap gulita.
M-Banking lumpuh.
Semua langsung chaos.
Dan ini membuktikan bahwa: Hidup kita ternyata serapuh itu dan sepenuhnya tergantung pada sistem.
Inilah yang bikin banyak elite global obsesif bicara soal:
"resilience"
"smart system"
"digital infrastructure"
Karena mereka tahu: masyarakat modern hidup di atas sistem sentralisasi yang rapuh.
Blackout ini adalah simulasi kecil tentang bagaimana cepatnya
masyarakat bisa lumpuh.
Dan yang bikin ngeri... Mayoritas manusia bahkan tidak siap hidup 24 jam tanpa internet, tanpa sistem. Semakin canggih dunia, semakin besar
ketergantungan manusia.
Makanya elite global terus
dorong:
• Smart city
• Digital ID
• Cashless society
• Al infrastructure
Dan itu semua dibangun di atas satu sistem yang sentralisasi.
Dulu manusia masih bisa
survive tanpa listrik.
Sekarang? Baterai HP 5% aja udah bikin stres.
Blackout Sumatera
harusnya jadi warning. Bukan cuma untuk pemerintah, tapi untuk rakyat.
Karena dunia ke depan
tidak makin sederhana.
Dunia makin kompleks.
Makin digital.
Makin sentralisasi.
Makin tergantung sistem.
Banyak orang menganggap teori The Great Reset 2030 itu halu.
Tapi arah dunia sudah menuju ke:
• digitalisasi total
• integrasi sistem global
• ketergantungan penuh pada sistem.
Mungkin ini cuma arah dunia modern.
Tapi arah itu jelas: manusia dibuat semakin tergantung.
Dan manusia yang
sepenuhnya tergantung... tidak perlu dipaksa
untuk patuh.
Mereka akan patuh sendiri.
Sc: alekgerung