Mereka memakai bahasa moralitas, tetapi justru melanggengkan ketidakadilan. tanpa disadari, kita hanya menjadi alat legitimasi bagi sistem yang sewenang-wenang. berkhidmah bukan tentang mengikuti arus, melainkan memastikan bahwa arus itu bergerak ke arah yang benar.
Ada banyak lembaga atau organisasi yang mengatasnamakan pengabdian, tetapi kenyataannya memiliki banyak kepentingan tersembunyi. Mereka berbicara tentang kemajuan, kemandirian, kesejahteraan, tetapi di balik itu ada eksploitasi yang dilegalkan.
Pesene ibuk :
“Nek bar nulung uwong ndang ngaleh, ben ora reget atimu”
Pesene bapak :
“Nek koe nulungi wong ojo di eling eling, anggep wae raono opo opo, tapi nek koe ditulungi uwong eling elingen ojo ngasi lali”