Tahun 2012 kami melakukan aksi menuntut persib utk perubahan sistem dan manajerial menyeluruh, mrk respon dgn byk intimidasi, penculikan dan kekerasan yg kami terima di aksi ini, hasilnya? dua tahun kemudian persib Juara. Bentuk cinta yg sebenarnya #633
gw bersyukur banget bisa stop memandang club itu adalah agama seperti yang mereka katakan,
beruntung juga gak buta rivalitas seperti mereka.
nonton ya nonton, mau club di hina diapain bodo amat.
toh gw ga merasa dirugikan, hidup terus berjalan sambil ketawa liat orang berantem.
Jadi Iran baru aja ngumumin sesuatu yang basically ultimatum ke seluruh dunia
Selat Hormuz akan dibuka lagi. Tapi dengan syarat.
Syaratnya? Negara negara Arab dan Eropa harus ngusir duta besar Amerika dan Israel dari negara mereka.
Sekarang bayangin posisi negara negara itu.
Di satu sisi kalau mereka nolak, Selat Hormuz tetap tutup. Minyak tetap gak ngalir. Harga energi makin gila. Ekonomi mereka babak belur.
Di sisi lain kalau mereka nurut, mereka basically milih Iran dan musuhan sama Amerika. Yang artinya sanksi ekonomi, putus hubungan diplomatik, dan masuk daftar hitam negara superpower.
Ini bukan pilihan yang gampang. Ini jebakan.
Dan Iran tau persis itu.
Mereka gak butuh semua negara nurut. Mereka cuma butuh beberapa negara aja yang mau dan itu udah cukup buat bikin retakan besar di hubungan diplomatik global.
Guys ini eskalasi yang levelnya beda dari semua yang sebelumnya.
Iran baru aja umumin sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik modern.
Mereka nyatakan bahwa infrastruktur perusahaan Amerika termasuk Microsoft, Google, Palantir, Oracle, Nvidia, dan IBM sekarang adalah target yang sah untuk diserang.
Bukan pangkalan militer. Bukan kapal perang. Bukan tentara.
Tapi perusahaan teknologi.
Dan ini bukan gertakan kosong kalau lo pahami apa yang perusahaan perusahaan itu kerjakan di balik layar.
Palantir perusahaan yang paling jarang disebut tapi paling berbahaya di list ini. Mereka adalah perusahaan data analytics yang sistemnya dipakai militer Amerika dan Israel untuk analisa intelijen. Targeting sistem. Basically otak digital di balik banyak operasi militer.
Microsoft cloud servernya Azure dipakai hampir semua institusi pemerintah Amerika termasuk Pentagon dan CIA. Kalau Azure down operasi militer Amerika terganggu secara masif.
Google maps, satellite imagery, cloud infrastructure. Semua itu dipakai untuk keperluan militer dan intelijen.
Nvidia chipnya adalah otak dari semua sistem AI militer. Drone otonom. Sistem targeting. Analisa medan perang. Semuanya butuh chip Nvidia.
Oracle dan IBM database dan sistem enterprise yang dipakai hampir semua lembaga pemerintah Amerika.
Jadi ketika Iran bilang ini semua target yang sah mereka tidak sedang ngomong soal cyber attack biasa.
Mereka sedang ngomong soal perang digital skala penuh.
Dan ini yang bikin gw mikir keras soal dampaknya ke kita.
Indonesia pakai Google. Pakai Microsoft. Pakai Oracle. Sistem perbankan kita. Sistem pemerintahan kita. Data center kita. Semua terhubung ke ekosistem perusahaan perusahaan itu.
Kalau infrastruktur digital mereka diserang secara serius efeknya tidak akan berhenti di Amerika.
Efeknya menyebar ke semua negara yang terhubung ke sistem mereka.
Termasuk kita.
ATM bisa down. Sistem pembayaran bisa terganggu. Data pemerintah bisa terdampak. Komunikasi bisa kacau.
Perang fisik bisa dibatasi oleh jarak dan senjata.
Tapi perang digital tidak mengenal batas negara.
Gw rangkum faktanya satu satu supaya lo ngerti seberapa gawat ini sebenernya.
Vietnam udah minta warganya work from home karena kehabisan bahan bakar. Bukan karena pandemi. Bukan karena bencana alam. Tapi karena literally bahan bakarnya habis.
Bangladesh udah mulai rationing ada batasan berapa liter yang bisa lo isi per kendaraan per hari. Negara yang ngantri bensin kayak ngantri sembako.
Ribuan penerbangan dibatalkan di seluruh dunia. Maskapai maskapai terpaksa rerouting semua rute, bawa extra fuel, dan berhenti darurat di bandara bandara yang tidak direncanakan. Biayanya gila gilaan.
British Airways langsung turun 6 persen di bursa. EasyJet turun 4 persen. Dan semua maskapai sekarang lagi review ulang semua rencana ekspansi mereka.
Sementara maskapai Amerika yang udah stop hedging biaya bahan bakar bertahun tahun lalu — sekarang harus bayar 120 dolar per barel langsung tanpa perlindungan apapun.
Dan ini belum yang paling ngeri.
Kilang minyak terbesar UAE di Ruwais offline kena drone strike. Kilang terbesar Arab Saudi offline. Fasilitas LNG terbesar Qatar ditutup.
Tiga sumber energi terbesar di kawasan Teluk kena dalam waktu yang hampir bersamaan.
JPMorgan udah kalkulasi kalau Selat Hormuz beneran ditutup total, dunia kehilangan 4.7 juta barel per hari dalam 18 hari pertama aja.
G7 besok rapat darurat soal pelepasan cadangan minyak strategis. Prancis udah siapkan misi militer khusus buat buka kembali jalur pelayaran.
Dan ini baru hari ke 11.
Sekarang gw mau nanya soal Indonesia.
Kita impor minyak. Kita impor pupuk. Kita impor kedelai. Kita impor gandum.
Semua jalur impornya lewat atau terdampak dari situasi yang lagi gw ceritain ini.
Dan pemerintah kita masih bilang situasi terkendali.
Sementara Vietnam sudah work from home. Bangladesh sudah rationing. Eropa sudah panik.
Kita masih nunggu sampai antriannya nyampe ke depan pintu kita baru gerak.
Dan biasanya di saat itu udah terlambat.
Alhamdulillah di acc langsung cair $25 wok,
ini baru 1 video lohhh, gimana kalau 2/3 video di acc semua? $50 -$75? deymmm😹
selagi ada opportunity sikatt , jangan cuman di lihat doang.
just sharing job for ai training
https://t.co/yvPW86zfHi
https://t.co/k0qxaMEF0i
https://t.co/ltehFOGA1R
https://t.co/yNWQoZVaJf
https://t.co/e42zG9WynZ
https://t.co/z9ZBmj03zY
https://t.co/N8KCM5FnnF
https://t.co/DkuMvq88WH
So what's the next step?
Prepare your resume first and be careful if someone DMs you to offer a job, dont just accept it especially offering to download apk/extensions
To work like this, you have to take many steps, it's not instant and you have to be consistent.
> Regist on the AI Training Platform
> Assessment
> Completing the Task
> Quality Assurance Process
> Payout
The payment system is usually calculated per hour of active work or per task completed, The majority of platforms pay via PayPal or Payoneer every week.
Perang sudah resmi dimulai. Dan kalau kamu pikir ini cuma soal militer, kamu salah besar.
Setiap kali ada konflik besar antara negara kuat, yang pertama goyang bukan cuma wilayah perang, tapi dompet kita semua.
Karena ekonomi global itu saling terhubung, kayak benang kusut yang kalau satu ditarik, semuanya ikut ketarik.
Iran bukan negara kecil di peta energi dunia. Dia pemain penting di jalur distribusi minyak, terutama di Selat Hormuz yang jadi keran suplai minyak global.
Harga minyak pasti naik duluan. Dan kalau minyak naik, efeknya menjalar ke mana-mana. Ongkos kirim naik, biaya produksi naik, ujungnya harga barang ikut naik.
Artinya apa?
Inflasi bisa makin panas. Harga kebutuhan pokok, transportasi, bahkan listrik bisa ikut terdorong naik pelan-pelan tanpa kita sadar.
Pasar saham biasanya langsung panik di fase awal perang. Investor benci ketidakpastian. Ketika situasi nggak jelas, uang cenderung lari ke aset yang dianggap aman (emas / dollar).
Emas biasanya naik, dolar AS biasanya menguat. Tapi negara berkembang sering kena imbasnya karena mata uangnya bisa melemah.
Kalau rupiah melemah sementara harga minyak naik, itu kombinasi yang nggak enak. Impor jadi lebih mahal, subsidi energi bisa membengkak, dan tekanan ke APBN makin berat.
Di sisi lain, industri pertahanan dan energi tertentu justru bisa diuntungkan. Saham perusahaan senjata, kontraktor militer, dan produsen energi biasanya jadi sorotan.
Lalu bagaimana dengan kripto?
Biasanya kripto awalnya ikut drop karena dianggap aset berisiko. Tapi dalam jangka tertentu, narasi “hedge terhadap sistem” bisa bikin arus balik.
Masalahnya, pasar itu bukan cuma soal logika. Dia juga soal psikologi. Ketakutan bisa bikin orang jualan dulu, mikir belakangan.
Perang juga bikin rantai pasok global makin rapuh. Kalau jalur logistik terganggu, barang datang lebih lama dan lebih mahal.
Negara-negara bisa mulai saling balas sanksi. Perdagangan internasional melambat. Dunia masuk fase “wait and see” yang bikin pertumbuhan ekonomi tertahan.
Dan kalau konflik melebar atau berlangsung lama, bank sentral bisa berada di posisi sulit. Mau turunin suku bunga untuk bantu ekonomi, tapi inflasi lagi naik.
Jadi buat kita yang bisa dilakukan hanya Jangan panik, tapi juga jangan cuek. Perang jauh di sana bisa berdampak langsung ke harga BBM di depan rumah kita.
Jaga likuiditas. Jangan terlalu agresif ambil risiko saat volatilitas tinggi. Diversifikasi aset, dan yang paling penting pahami bahwa fase seperti ini bukan cuma soal cepat kaya, tapi soal bertahan.
Karena dalam setiap konflik besar, yang selamat bukan yang paling nekat, tapi yang paling siap.