Kesultanan Utsmaniyah VS Kerajaan Saudi Arabia dalam Pengelolaan dua Kota Suci (Hijaz)
Ketika Utsmaniyah berkuasa :
• Dibuatkannya Kereta dari Syam - Hijaz
• Transportasi Gratis
• Makan Minum Gratis
• Hotel di Sekitaran Kota Makkah Gratis
• Museum Peninggalan Nabi Masih Terjaga
Semenjak Dinasti Najd/Bani Saud (KSA) berkuasa. Hotel termahal bukan di New York, Tokyo, London atau Swiss tapi di Makkah al Mukarramah Dan Madinah Al Munawwarah.
Dan Mekkah yang dulunya disebut kampung Rasulullah diganti jadi kampungnya Ibnu Saud, peninggalan Nabi banyak di hancurkan dengan dalih “syirik”, tapi anehnya Ulama Wahabi yg mendukung gerakan Saudi malah dimuseumkan, sebagian barang peninggalan Nabi diambil dan di jaga Oleh Negara Muslim lainnya seperti Turki, Chechnya, Maroko dIl seperti Gelasnya Rasulullah (Sebagai Tanda Cinta dan Kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW).
Masih banyak lagi bagaimana Saudi memonopoli dua kota suci, naudzubillah.
#FvckImprealisSaud #FreePalestine
Hati-hati buat Pemuda Pemudi Konoha dengan akun @fotodakwah@saudinesia (golongan eksklusif) atau pendakwah lulusan saudi lainnya.
Keliatannya dakwah murni, tapi sering klaim ‘kami aja yang paling benar’, yang lain bid’ah/sesat/kafir!
Sering nukil ayat/hadits sesuka hati! Cuek dalil persatuan seperti QS Al-Hujurat:6 (tabayyun) atau QS Al-Maidah:8 (adil walau benci). Hasilnya? Umat ribut sendiri!
Harusnya penyidik (entah KPK atau Kejaksaan) nggak bisa nahan orang cuma gara-gara dibisikin.
Mereka wajib punya minimal 2 alat bukti yang sah (Pasal 184 KUHAP). Artinya, kalau sampai SS ditahan, berarti cepu-nya ini datang bawa dokumen atau data yang udah mateng.
Apakah Bu N lapor ke Prabowo? Sangat masuk akal. Di level elite, membawa kepala musuh ke hadapan pemimpin tertinggi adalah cara membuktikan loyalitas.
Dengan ngebongkar kasus korupsi di internal sebelum program berjalan, pelapor dapet political brownie points alias kepercayaan penuh dari Bos.
Sepertinya sudah tidak bisa dibendung. Rupiah menuju Rp 18.000 per USD. Kalau angka ini lewat nampaknya akan terus menuju Rp 20.000, bahkan bisa jadi seperti diprediksi Prof Latuhihin, akan mendarat di Rp 22.000/USD pada bulan Juli 2026.
Marching band pertama di dunia berasal dari Ottoman yang didirikan sekitar abad ke-13 (sekitar tahun 1299 M) pada masa Osman I, tujuannya untuk menyemangati perang.
Tema buku ini relevan, mengingat sistem finansial dunia terus menerus dalam keadaan krisis. Pada suatu titik nanti, seluruh sistem berbasis riba yang sangat rapuh ini akan ambruk berkeping-keping. Keruntuhnnya hanya soal waktu saja. Tanda-tanda dan gejalanya semakin jelas.
Krisis moneter, krisis perbankan, krisis finansial atau apapun sebutannya. Memang tidak ada yang bisa memastikan waktu datangnya. Tapi saat krisis itu kembali tiba, pastilah lebih dahsyat.
Price 75.000, IDR
Semoga bisa memberikan sedikit solusi, minat bisa DM ya.
Sepertinya sudah tidak bisa dibendung. Rupiah menuju Rp 18.000 per USD. Kalau angka ini lewat nampaknya akan terus menuju Rp 20.000, bahkan bisa jadi seperti diprediksi Prof Latuhihin, akan mendarat di Rp 22.000/USD pada bulan Juli 2026.
Sesuai dengan penjelasan kejaksaan bhw perampokan uang rakyat oleh trio perampok uang rakyat DASOLO (Dadan, Sony, Lodwijk) melalu sogokan bagi-bagi dapur SPPG, maka seluruh dapur harus diaudit - termasuk :
1) sktr 1.500 dapur yg “dikoordinir” atau “diberikan”kepada Polri.
2) dapur yg “diberikan” kepada politisi.
Ternyata alat hukum yang digunakan untuk membungkam pahlawan bangsa masa lalu adalah alat hukum yang sama yang digunakan untuk menjerat musuh negara saat ini?
Pada era kolonial Hindia Belanda, pemerintah menggunakan Haatzaai Artikelen (Pasal-pasal Penyebar Kebencian) sebuah pasal karet yang multitafsir untuk memenjarakan tokoh-tokoh pahlawan kemerdekaan seperti Soekarno karena mereka dianggap mengkritik penguasa dan melawan kolonialisme.
Mengejutkannya, setelah Indonesia merdeka, pasal warisan kolonial yang menindas ini tidak dihapus.
Pasal-pasal tersebut justru diadopsi ke dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia merdeka.
Hingga hari ini, ruh dari pasal tersebut dihidupkan kembali untuk membungkam rakyat atau aktivis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah (melawan neo-kolonialisme).
Senjata yang diciptakan penjajah untuk menindas pahlawan, kini diwarisi oleh elit bangsa sendiri untuk melabeli pengkritiknya sebagai musuh negara.
Penderitaan dan kemiskinan rakyat itu berakar kuat dari keserakahan elite penguasanya sendiri, bukan murni salah penjajah asing.
Banyak orang lupa kalau kehancuran VOC di Nusantara itu bukan karena mereka kalah perang tempur, tapi karena pejabatnya korup gila-gilaan.
Dan sistem palakan atau upeti udah mendarah daging dari zaman feodal, bupati atau elite lokal zaman dulu tega meras hasil bumi rakyatnya sendiri demi dapet validasi dan kemewahan pribadi.
1 Miliar per hari yang ditilep itu berarti dia nyolong ribuan jam waktu hidup, keringat, dan jerih payah jutaan rakyat biasa yang dipotong pajaknya tiap hari.
Lebih parahnya lagi hukum ke Koruptor gak keras cuy.
Hitunglah 1 M per hari.
Program ini sudah jalan dari 6 januari 2025.
Berarti ada sekitar 513-514 hari
Berarti yang ditilep, 514 M COKKKKK
Dan ini dari palakan doang, kalau misal dia terbukti main pengadaan barang mungkin lebih sinting lagi aokwowkowokw.
514 M itu bisa buat apa guys??
Coba bayangin kalau itu buat kesejahteraan guru dan dosen.
Dadan oh dadan
Hanya 87 hari Pak Anies😢
Mengingatkan kita di Indonesia, orang kompeten sering sebentar karena sistem masih seperti terusan kolonial. Lebih mengutamakan loyalitas politik, kekuasaan daripada meritokrasi dan visi jangka panjang.
Tidak banyak yg tahu fakta ini... Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?
Kematian Djuanda pada tahun 1963 adalah salah satu bencana terbesar yang pernah menimpa kepulauan Indonesia.
Sebelum 1969, Indonesia sangat bergantung dengan eskpor karet, kayu bulat, migas, dll untuk sumber uang.
Tanpa ekspor cash crop, Indonesia tidak punya uang untuk:
- mengimpor beras
- menggaji PNS
- menggaji tentara.
Impor beras sendiri sangat perlu mengingat kemampuan produksi beras Indonesia saat itu sangat kecil dan menyedihkan. Kita terlalu memprioritaskan cash crop.
Ini memang by design oleh Belanda. Ekonomi kolonial memprioritaskan profit. Menurut Belanda, kalau rakyat Indonesia mati kelaparan, ya mati aja.
Pasca kemerdekaan, Indonesia masih sangat miskin dan tertinggal. Kita tidak punya cukup akuntan, manajer, teknik perhutanan, teknik pertanian, dll untuk menjalankan perkebunan ekspor ataupun mengubah model ekonomi kolonial ini.
Akibatnya, kita terpaksa membiarkan Belanda tetap menguasai dan menjalankan kebun-kebun yang mendominasi ekonomi Indonesia itu. Selama itu, kita harus berusaha membangun sekolah, cadangan modal, dll, sampai kita siap.
Rezim demokrasi liberal yang ditugaskan untuk melakukan ini gagal total. Indonesia malah hampir roboh dalam pemberontakan PRRI/Permesta, yang berbarengan dengan jatuhnya harga ekspor cash crop dan munculnya gelombang kebencian anti-Belanda yang semakin ekstrem.
Semua ini bermuara pada Nasionalisasi Perusahaan Asing akhir 1950an. Canon event.
Nasionalisasi dilakukan secara acak-acakan. PRRI/Permesta, gerakan aksi massa komunis, dan Angkatan Darat asyik berlomba-lomba menduduki kebun, gudang, dan kantor. Mandor-mandor Belanda diusir. Yang berhasil menang besar di sini adalah Angkatan Darat.
Apakah dari ketiga itu ada yang bisa menjalankan kebun dan operasi ekspor impornya? Jelas tidak hahahaha.
Penanaman dilakukan asal-asalan. Pemanenan dilakukan asal-asalan. Keuangan dilakukan asal-asalan. Inventarisasi gudang dilakukan asal-asalan. Operasi ekspor dilakukan asal-asalan. Hasil panennya hilang. Uangnya hilang. Kas perusahaannya nya hilang. Aset perusahaannya hilang. Pagar di sekeliling perusahaannya hilang.
Manajemen ekonomi paling kacau, hancur, menyedihkan, dan penuh wabah perampokan dan pemalakan terjadi di Jawa Tengah di bawah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto.
Kolonel Soeharto malah tertangkap basah sedang asyik menggelapkan hasil panen perkebunan tebu. Ia memakai truk-truk tentara untuk menyelundupkannya, agar orang takut dan tidak bertanya macam-macam. Tentu saja, produktivitas ekonomi Jawa Tengah semakin anjlok. Kemiskinan meluas.
Kemudian Indonesia semakin tidak punya uang untuk mengimpor beras, menggaji PNS, atau menggaji tentara.
Orang utama yang disuruh untuk mengcarry dan membereskan segala kekacauan dan krisis ini adalah birokrat Djuanda Kartawidjaja.
Apa itu "inventarisasi gudang?" Apakah ada ilmunya, yang harus dipelajari di luar negeri? Itu urusan Djuanda.
"Dari mana uangnya?" Urusan Djuanda.
Ia diserahi jabatan Perdana Menteri.
Kemudian Soekarno berubah pikiran dan menunjuk dirinya sendiri sebagai Perdana Menteri, untuk alasan aura farming. Tetapi tupoksinya tetap dikerjakan Djuanda, yang sekarang menjadi "Menteri Utama". Soekarno sendiri kembali sibuk berpesta hedon di 6 istana.
Di tengah krisis pengelolaan ekonomi dan keuangan yang semakin pelik ini, Djuanda malah ditimpa beban ekstrem baru: Soekarno minta pinjam uang sebanyak-banyaknya untuk invasi Papua Barat.
Setelah itu, Soekarno datang lagi dan minta pinjam uang sebanyak-banyaknya untuk membiayai berbagai Proyek Mercusuar yang borosnya ternyata sangat mengagetkan.
Setelah itu, Soekarno datang lagi dan minta pinjam uang sebanyak-banyaknya untuk berperang melawan Malaysia dan Inggris.
Kegilaan yang terakhir ini menyebabkan Indonesia sangat terisolasi di dunia. Akibatnya, Indonesia semakin kesulitan untuk... mengekspor cash crop.
Kalau Indonesia kesulitan mengekspor cash crop, kesulitan berdagang, dan belum punya Dirjen Pajak yang bagus, uang APBN datang dari mana? Pertanyaan bagus.
Djuanda berkerja sangat keras untuk memenuhi tuntutan bosnya yang sangat tidak masuk akal itu.
Manajemen berusaha ia tata. Birokrasi keuangan berusaha ia tata. Ekspor dan impor berusaha ia tata. BUMN berusaha ia tata, yang sangat sulit mengingat berapa berbelitnya permainan orang yang setipe Kolonel Soeharto di situ.
Djuanda terus bekerja dengan sangat keras sampai ia terkena serangan jantung lalu meninggal di usia 55, masih muda.
Setelah Djuanda meninggal, posisinya malah tidak diganti dan dibiarkan kosong.
Pemerintahan negara Indonesia pun dibiarkan liar seperti ayam tanpa kepala.
Para menteri yang kebingungan pun mulai mengambil jalan pintas sederhana untuk membiayai halusinasi gila Soekarno, yaitu memprint uang.
Dihadapkan pada kritik karena hiperinflasi yang semakin ekstrem hingga orang mulai bunuh diri karena seluruh tabungannya lenyap, Soekarno menjawab: "Bangsa yang besar harus terbiasa dengan angka-angka yang besar."
Untungnya, perjuangan berat Djuanda selama 6 tahun menjabat itu tidak sia-sia.
Orang, sistem, ilmu, talenta Indonesia yang ditemukan, dipasang, dan diberdayakan Djuanda dan timnya tidak akan bisa hilang begitu saja oleh kegilaan seorang chuunibyou lulusan ITB yang sangat gembira ketika pertama kali pergi ke Jepang.
Setelah Orde Baru berkuasa, apa yang Djuanda bangun kemudian diteruskan oleh Hamengkubuwana IX selalu Menteri Ekonomi, bersama timnya.
HB IX tidak mulai dari nol. Ada Djuanda yang sudah membangun fondasinya dengan literally mengorbankan nyawanya sendiri.
Jangan lupa, Agung Surahman adalah orang yang
1. Bikin video A Day in My Life, pas ada bencana di Sumatera
2. Orang yang dibelain dijemput ke Bengkulu karena kehabisan tiket, PAKAI PESAWAT KEPRESIDENAN🙂🙏🏻
Penangkapan Dadan ini mengonfirmasi kekhawatiran sejak awal bahwa MBG adalah program raksasa dengan celah korupsi yang terlalu besar.
Mulai dari titik SPPG, sertifikasi, vendor, dapur, pengadaan, sampai insentif harian.
Sebagai pembayar pajak, kita berhak menuntut agar program MBG dievaluasi dan diperbaiki total sebelum uang negara terus digelontorkan ke sistem yang sejak awal bermasalah.
Hy pren..
Minta tolong larisin dagangan Dimas ayam aku dong. Sama sekalian tolong bantuin rt.
Awal bulan lagi sepi banget orderan ku.
Kalo rame aku bisa rutin menafkahi UMKM kecil.
Dr UMKM utk UMKM, biar ekonomi terus muter.
Ga bakal rugi pokonya jajan Dimas ayam di aku.
Dimas aku seporsi 30rb/10pcs.
Ga naik harganya udh hampir 3th jualan. Ga naik aja sepi apalagi di naikin😹
Dikirim dr cimone kota Tangerang via Paxel flat ongkir 21rb all Jabodetabek max 6porsi.
Luar kota bisa loh asal terjangkau Paxel.
Maap pren ga ada di market place.
Kuat di frezer 1bulan loh.
Bisa titip Jumat berkah nanti aku yg bagiin. Insya Allah amanah.
Order via DM ya pren ❤️
Woiiii teddy, @dinopattidjalal itu putera Prof. Hasjim Djalal (ahli hukum laut internasional)
Buku2nya dijadikan bacaan wajib di sekolah2 hukum & jurusan hubungan internasional di negara ini
Kau anak siapa?
Pangkat & jabatanmu aja hasil give away, bukan krn kompetensi