Siang pejuang CPNS. Aku habis ngerapihin file bahan belajar buat persiapan CPNS 2026 yang lengkap banget dari materi sampai latihan soalnya. ada yang mau?
Sebagai Guru Besar Teknik Sipil di UI..
Saya sudah haqqul yakin, penghasilan Prof. Ali Berawi ini sudah dua digit.
Apalagi keilmuan dia sangat laris di industri. Bisa jadi penghasilan beliau dari konsultasi, proyek dan penelitian menyentuh tiga digit.
Tapi dia tetap punya empati terhadap sesama sejawatnya. Dia tahu, ga semua dosen punya penghasilan yang sama kek dia.
Mayoritas penghasilan dosen ya 3,3 jutaan.
Dan dia pun ikut memperjuangkan kesejahteraan dosen dengan menjadi saksi ahli di MK.
Supaya bisa membatalkan UU Dosen yang bikin dosen saat ini gajinya di bawah UMR.
Applause untuk beliau!
Tidak seperti pihak tertentu yang nyudutin dosen UNAIR yang curhat di MK karena gajinya di bawah UMR.
"Infomu ga utuh, dosen penghasilannya di luar banyak"
"Kan ada serdos"
"Kan ada tunjangan, belum lagi proyek dan insentif penelitian"
"Coba cek tuh, jangan-jangan bukan alumni UNAIR"
Masalahnya, GA SEMUA DOSEN PUNYA ITU.
Bahkan kalaupun ada, NUNGGU BERTAHUN-TAHUN.
Cowoku bintara TNI ad, Aku pacaran 3th nemenin dia dari minus, dari yang kemana mana masih naik motor Jupiter kehujanan, kepanasan, kebanjiran udah biasa. dia selalu aku support, aku temenin, aku bantu, aku back up sepenuh hati bertahun-tahun. tapi ibunya ga setuju sama aku, ibunya selalu ngerendahin aku, selalu nyuruh cowoku buat putusin aku hanya karena aku kerjanya jualan online, padahal dari usahaku aku bisa bantu belasan pencari nafkah tiap harinya, omsetku perhari juga 2-3 lipat dari gaji
dia sebulan sebelum dipotong bri dan sisa 1-2jt aja selama bertahun-tahun. Btw aku jg kuliah yaa. Kata ibunya aku ga setara sama mereka, cowoku lebih pantas sama pns, dokter, kowad dsb.
Aku belum pernah ketemu atau sekedar telpon sama ibunya, kalau dari background jujur aku dari keluarga cukup terpandang didaerahku dari dulu, sedangkan keluarga cowoku brokenhome, & setauku keluarga cowoku masih tinggal bareng bareng (kakek, nenek, ibunya, tantenya) tinggal di pinggir kali agak kumuh dan masih masuk gang sempit yg cukup hanya untuk satu motor.
Ibunya jualan kerupuk, bpknya jualan ketoprak (udh cerai), tapi entah kenapa ibunya selalu ngerendahin aku bgt, tiap aku tau ibunya bilang gitu aku selalu diem. Dan cowoku selalu ngikutin apa kata ibunya, katanya ibunya ttp kekeh gamau. Kenapa sih kok ada ibu yg sejahat itu?
Lagian jualan juga pekerjaan yg halal, dari hasil jualan pun mereka pernah makan uang ku. padahal aku selalu baik dan bantu in cowoku juga adeknya, selalu support anaknya bahkan disaat anaknya terpuruk tanpa keluarga nya tau. sekarang cowoku kuliah D4 di malang dan ya makin semena mena mereka.
Padahal orang tuaku nerima cowoku dengan sangat baik, udah kaya anak sendiri. Cowoku juga sebenarnya baik dia rela PP mlg-pkl tiap 2minggu/sebulan sekali tapi yaa itu keluarganya toxic banyak yg nyetir (ibu & keluarganya) 🥺
cc : honeysugarrr1
Cowoku bintara TNI ad, Aku pacaran 3th nemenin dia dari minus, dari yang kemana mana masih naik motor Jupiter kehujanan, kepanasan, kebanjiran udah biasa. dia selalu aku support, aku temenin, aku bantu, aku back up sepenuh hati bertahun-tahun. tapi ibunya ga setuju sama aku, ibunya selalu ngerendahin aku, selalu nyuruh cowoku buat putusin aku hanya karena aku kerjanya jualan online, padahal dari usahaku aku bisa bantu belasan pencari nafkah tiap harinya, omsetku perhari juga 2-3 lipat dari gaji
dia sebulan sebelum dipotong bri dan sisa 1-2jt aja selama bertahun-tahun. Btw aku jg kuliah yaa. Kata ibunya aku ga setara sama mereka, cowoku lebih pantas sama pns, dokter, kowad dsb.
Aku belum pernah ketemu atau sekedar telpon sama ibunya, kalau dari background jujur aku dari keluarga cukup terpandang didaerahku dari dulu, sedangkan keluarga cowoku brokenhome, & setauku keluarga cowoku masih tinggal bareng bareng (kakek, nenek, ibunya, tantenya) tinggal di pinggir kali agak kumuh dan masih masuk gang sempit yg cukup hanya untuk satu motor.
Ibunya jualan kerupuk, bpknya jualan ketoprak (udh cerai), tapi entah kenapa ibunya selalu ngerendahin aku bgt, tiap aku tau ibunya bilang gitu aku selalu diem. Dan cowoku selalu ngikutin apa kata ibunya, katanya ibunya ttp kekeh gamau. Kenapa sih kok ada ibu yg sejahat itu?
Lagian jualan juga pekerjaan yg halal, dari hasil jualan pun mereka pernah makan uang ku. padahal aku selalu baik dan bantu in cowoku juga adeknya, selalu support anaknya bahkan disaat anaknya terpuruk tanpa keluarga nya tau. sekarang cowoku kuliah D4 di malang dan ya makin semena mena mereka.
Padahal orang tuaku nerima cowoku dengan sangat baik, udah kaya anak sendiri. Cowoku juga sebenarnya baik dia rela PP mlg-pkl tiap 2minggu/sebulan sekali tapi yaa itu keluarganya toxic banyak yg nyetir (ibu & keluarganya) 🥺
cc : honeysugarrr1
Sintya Marisca kasih tau berapa honor pemain FTV per judulnya:
Radit: Di FTV tuh dulu berapa per episode bayarannya?
Sintya: Kita kan perjudul bang, disekitar tiga jutaan
Radit: perjudul itu kan kalo satu setengah jam mungkin tiga hari kali ngga?
Sintya: 5 hari.....dan selalu ada. Aku shooting naik motor jadi problem aku ketika aku di FTV itu jarak juga sebenernya,tapi ga terlalu berasa lah kalo masi jabodetabek cibubur..aku masih naik scoopy, nge track masih nyampe gitu, tapi kalo uda puncak bang, aku muter otak...minjem mobil om, syukur kalo lg ga kerja jadi bisa nganterin, kalo lagi ngga gimana kan, sempet kepikiran naik bus kali ya gue kepuncak, tapi kelamaan, butuh brp jam dari priok kesana, hampir 2-3 jam.
Sampe aku akhirnya ketemu salah satu jalan, ini menurut aku salah satu rezeki terbaik itu kan silaturahmi, jadi aku slalu seneng nongkrong sama kru-kru, aku dateng slalu paling awal, jadi masi ngobrol tuh sama supir art, tukang jenset, sampe akhirnya 1 dari mereka ada yg tinggal di priuk, dia tuh supir art, jadi kalo di puncak aku janjian sama dia, walaupun dia brangkatnya jam 5 pagi karena produksian kan, sedangkan aku jam 1 siang, tapi demi menghemat transport aku ke lokasi dari jam 5 pagi ngikut dia.
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄
Untuk kalian PNS pria yang belum punya istri, pertimbangkan untuk nikah sama pengangguran karena kata temen ku gaji pns itu sekarang sulit buat memenuhi kebutuhan hidup.
Utas ini hasil dari obrolan dengan para PNS yg sedang curhat tentang kondisi ekonomi saat ini, sebagai masyarakat awam tentunya akan kaget karena dimata masyarakat PNS merupakan pekerjaan yang didambakan jutaan warga negara ini
(data peserta tiap pembukaan ujian PNS) karena jaman telah berubah menjadi PNS tidak seindah mayoritas harapan orangtua baby boomer kepada anaknya.
cc:threadherry_yudd
Dalam konsep white collar criminal… plagiasi, fabrikasi atapun falsifikasi ini sejatinya menyangkut pelanggaran etika.
Jadi kejahatan kerah putih itu tidak melulu soal hilangnya uang negara, tetapi juga kepercayaan publik yang terkikis
Sanksi atas pelanggaran etika juga di luar hukuman pidana seperti penjara. Mekanisme bagi mahasiswa biasanya ada pengurangan nilai, penundaan kelulusan, pengulangan mata kuliah, hingga pencabutan status sebagai mahasiswa.
Bagaimana ketika dosen yang melakukan pelanggaran etika akademis itu? Hukumannya harusnya bisa jadi lebih berat. Sekali lagi, hukuman bagi white collar crime itu terikat oleh status pelakunya, bukan sekadar ringan-berat perbuatan yang merugikannya.
Kasus ini juga menarik karena sebenarnya penyelesaian internal itu biasa dilakukan di kampus berstatus PTN BH. Padahal saya tadi googling Unsoed itu akan menuju ke sana dan saat ini masih berstatus BLU.
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana?
pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
semoga Suster Natalia beserta 1.900 umat mendapatkan keadilan yang seadil adilnya, negara harus campur tangan karena BNI merupakan produk BUMN.
btw reminder juga untuk teman-teman semua pentingnya untuk diversifikasi saldo tabungan kedalam Bank yang berbeda jika penempatan lebih dari 2M karena OJK hanya cover maksimal 2M tiap rekening di Bank yang sama apabila amit amit uang nasabah hilang