You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
gen z pengen slow living, jajan ini itu ga liat harga, beli buku, beli skincare, nonton konser,traveling kemana aja sesuka hati tapi sekarang beli sabun aja mikirr njirr nyari yg termurah
baru kali ini ultah beneran ga excited bukan karena ga bersyukur tapi ini udh masuk fase mau berkarir kepentok umur, temen sekitar udah pada nikah, kalau mati dibilang "mana masih muda ya" . F***!
BREAKING: Indonesia's rupiah reached its weakest level ever against the US dollar Thursday. The rupiah is now 18,028 against the dollar, despite the central bank's efforts to support the currency.
🔴 More on https://t.co/5H0QqpggO4
@moviemnfs Nuremberg 10/10, ceritanya tentang psikiater yg ditugasin buat mantau salah satu petinggi n*zi sebelum dia dibawa ke pengadilan internasional
UPDATE
9 WNI diikat tangan (zip-tied) & dianiaya di Pelabuhan Ashdod, Israhell bersama ratusan aktivis kemanusiaan dari armada kapal kemanusiaan Global Sumood Flotilla yang diculik Israhell sejak kemarin. (Video2 di utas)
Mereka dipaksa dengarkan lagu kebangsaan Israel “Hatikvah” & dipaksa ucapkan “Am Yisrael Chai” (Hidup bangsa Israhell) 🤬🤬
Ratusan aktivis dengan puluhan kapal ini membawa bantuan makanan bayi, susu, obat-obatan, pembalut perempuan, & suplai untuk ibu hamil serta anak2 di Gaza, Palestina.
(1)
[HELP RT TO SPREAD AWARENESS]
papanya temanku, seorang aktivis kemanusiaan, DICULIK israel di perairan internasional. komunikasi putus dengan keluarga sejak kemarin, temanku nggak dapat kabar dan nggak tahu keberadaan papanya sekarang dimana. #GlobalSummudFlotilla
Israeli far-right minister Itamar Ben-Gvir has posted video of himself taunting detained Gaza-bound activists from the Global Sumud Flotilla with the caption, ‘Welcome to Israel’.
The activists, abducted by Israeli forces in international waters, are seen zip tied and kneeling.
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy