BAB KEMPAT PULUH SATU
NGAJI KITAB AL HIKAM
SYEH IBNU ATHA' ILLAH AS -SAKANDARI
Syarah SYEKH ABDULLAH ASY-SYARQAWI AL-KHALWATI
Berbaik Sangka kepada Allah
BAB KE TIGA BELAS
NGAJI KITAB AL HIKAM
SYEH IBNU ATHA' ILLAH AS -SAKANDARI
Syarah SYEKH ABDULLAH ASY-SYARQAWI AL-KHALWATI
Hati Tidak Mungkin Bersinar manakala Keduniaan Menutupinya
Pangandikaning Jiwa
Sampun, Bapak Jokowi.
Panjenengan sampun nandhang gerah ingkang sanget awratipun.
Raga panjenengan paring pratandha,
menika sinyal bilih panggung gesang punika sampun wekdalipun dipun rembag kaliyan langit,
sanes malih kaliyan tiyang kathah.
Dhawuhipun langit, Pak…
Mangga panjenengan sumingkir, sareh,
lumampah dhateng nagari Tiongkok,
gadhah niyat anggènipun nyuwun tamba
ingkang sampurna lan paripurna
saderengipun badan punika nyawiji malih kaliyan asaling lebu.
Tobat, Pak.
Tobat dhumateng Gusti Ingkang Maha Agung.
Awit kawula pitados,
tobat punika sanes pralambang kasangsayan,
nanging pratandha bilih manungsa punika taksih saged eling,
taksih kersa andadosi kamanungsan.
Kawula boten nyuwun panjenengan remuk.
Kawula boten ndongakaken panjenengan sangsara
Kawula namung ndedonga,
supados panjenengan ajrih dhateng Gusti Allah,
mangertosi bilih dhawuhipun kahanan nagari punika boten saged waras
yèn lampah panjenengan tansah nuwuhake tatu ing atining bangsa.
Panjenengan sampun.
Nagari dereng.
Panjenengan saged nilar kalenggahan,
nanging boten saged nilar tanggel jawab dhateng sejarah lan tiyang kathah.
Manawi panjenengan kersa kondur kanthi kesadaran lan keikhlasan,
kalihan nyuwun pangapunten dhateng bangsa,
nagari punika taksih saged dipun lampahi waras,
tanpa kedah nuwuhake rereged,
tanpa kedah nuwuhake balung pecah.
Kawula boten dados mungsuh.
Kawula dados tiyang ingkang tansah ndedonga,
supados panjenengan dipun paringi slamet,
sanadyan kawula piyambak ingkang kasakiten.
Menawi panjenengan ing tembe laksana nilar donya,
kawula dereng purun panjenengan kenging sebutan ala saking tiyang sedaya.
Kawula dereng purun bangsa punika kabur saking sejarah,
amargi saking satunggalipun tiyang ingkang keras ati,
ingkang boten purun nyawiji kaliyan kaleresan.
Mugi Gusti paring pitulungan dhateng panjenengan…
lan dhateng bangsa punika,
lumantar tangan panjenengan,
tumrap lampah sabanjuripun.
-----
Pesan dari Jiwa
Cukup, Bapak Jokowi.
Tubuh Anda telah menanggung sakit yang amat berat.
Raga Anda telah memberi sinyal,
bahwa panggung kehidupan ini sudah waktunya Anda pertanggungjawabkan di hadapan langit,
bukan lagi di hadapan rakyat.
Izinkan saya memberi saran...
Menjauhlah, beristirahatlah.
Pergilah ke Tiongkok atau ke mana pun tempat yang dapat memberi Anda kesembuhan yang utuh dan paripurna,
sebelum tubuh Anda lenyap oleh dirinya sendiri,
dan sebelum segalanya terlambat.
Bertaubatlah, Pak.
Bertaubatlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Karena saya yakin —
taubat bukanlah tanda kelemahan,
melainkan pertanda bahwa seseorang masih ingat siapa dirinya sebagai manusia.
Saya tidak pernah mendoakan Anda hancur.
Saya tidak pernah berdoa agar Anda jatuh.
Saya hanya memohon agar Anda takut kepada Tuhan,
dan memberi jalan agar negeri ini tidak semakin sakit
akibat langkah-langkah yang Anda ambil.
Anda telah selesai.
Negeri ini belum.
Anda boleh meninggalkan jabatan,
tetapi Anda tak bisa meninggalkan tanggung jawab sejarah.
Namun, bila Anda bersedia mengundurkan diri dengan kesadaran dan keikhlasan,
disertai permohonan maaf kepada bangsa,
maka negeri ini masih bisa disembuhkan,
tanpa darah, tanpa luka yang dalam.
Saya hadir bukan sebagai musuh.
Saya hadir sebagai orang yang mendoakan keselamatan Anda,
meskipun saya sendiri yang dilukai.
Jika kelak Anda meninggalkan dunia,
saya tidak ingin jika Anda dikenang sebagai sosok yang buruk oleh seluruh rakyat.
Saya tidak ingin jika bangsa ini kehilangan arah sejarahnya,
hanya karena satu orang yang terlalu keras hati,
dan tak bersedia kembali ke kebenaran.
Semoga Tuhan memberi pertolongan kepada Anda...
dan kepada negeri ini,
melalui lelaku anda ,
untuk langkah-langkah yang tersisa.
Lampu Petunjuk
Di tengah kota yang hiruk pikuk, ada tiga warna kecil yang mengatur ritme hidup kita: merah, kuning, hijau. Tapi anehnya, yang paling diingat dan disebut orang justru lampu merah. Mungkin karena hanya merah yang bisa membuat semua orang berhenti. Ia punya kuasa untuk menahan laju, menundukkan ego, dan menyelamatkan jiwa—tanpa harus bersuara.
Lampu lalu lintas pertama hadir di London tahun 1868, masih berupa lampu gas. Tapi karena meledak dan melukai petugas, ia ditinggalkan. Barulah di Cleveland, 1914, lahir versi elektrik dengan dua warna: merah dan hijau. Kuning ditambahkan belakangan, sebagai jeda penentu. Sejak itu, tiga warna itu bukan hanya penjaga jalan, tapi juga penanda perjalanan batin manusia.
Bagi seorang salik, lampu merah adalah isyarat langit. Ia berkata: berhentilah, bukan karena kau kalah, tapi karena belum tiba waktunya. Seperti cinta yang tertahan, seperti doa yang belum dijawab. Merah mengajarkan adab menunggu, bahkan ketika semua jalan tampak terbuka.
Kuning adalah muhasabah—saat hati bertanya, “Sudah siapkah aku melaju?” Dan hijau? Itulah saat di mana izin turun, bukan karena kau layak, tapi karena Dia ridha.
Hidup sejatinya adalah perjalanan antara tiga warna: menahan diri, bersiap, dan berserah.
Dan mungkin kita menyebutnya lampu merah, karena dalam hidup, yang paling sulit bukan mengebut… tapi berhenti sejenak mengambil jeda dan menyaksikan mereka yang di seberang justru melaju. Kemampuan menahan diri menunggu giliran kita tiba itu memang harus ditempa.
Dan kalau dirimu lampu itu, aku rela berhenti setiap kali dirimu menyala. Biarlah kunikmati warna-warni indah lampu hidupmu, sayang. Karena tanpa cintamu, rasanya seperti mati lampu…
اللَّهُمَّ أَحْيِ قُلُوبَنَا بِالرَّحْمَةِ، وَزَيِّنْ أَرْوَاحَنَا بِالشُّعُورِ، وَارْزُقْنَا مَنْ إِذَا صَمَتْنَا فَهِمَ، وَإِذَا بَكَيْنَا احْتَضَنَ، وَإِذَا دَعَوْنَا لَبَّى.
“Ya Allah, hidupkanlah hati kami dengan rahmat-Mu, hiasilah jiwa kami dengan rasa. Karuniakanlah pada kami seseorang yang saat kami diam, ia mengerti; saat kami menangis, ia memeluk; dan saat kami berdoa, ia turut mengamini.”
Tabik,
Nadirsyah Hosen
GIVEAWAY #FinalUCL
Ada e-wallet senilai total Rp1.000.000 dari @OPPOIndonesia yang akan dibagikan untuk 10 tifosi yang beruntung.
Syaratnya.
1. Follow @SerieA_Lawas dan @OPPOIndonesia
2. RT dan Like tweet ini
3. Reply dengan prediksi siapa pencetak gol terakhir di pertandingan final UCL nanti malam, jangan lupa sertakan hashtag #OPPOxUCL25 #MakeYourMoment #OPPOxSeriALawas
4. Penjawab yang benar dan beruntung akan mendapat saldo senilai Rp100.000/pemenang
5. Kuis ditutup pukul 19 menit sebelum kick off dimulai.
Lets Go.
Kunci hidup bahagia, berkecukupan dan selamat dunia akhirat ada 7 yaitu:
1. Sabar
Sabar dalam menghadapi kehidupan dan cobaan
2. Syukur
Bersyukur atas semua nikmat yg telah di berikan oleh Alloh SWT
#pojokNU
Ijazah Pembangunan Syekhona Khalil Bangkalan.
***
Diriwayatkan oleh KH. Abdul Malik Babakan, Tegal dalam jurnalnya, dari Kyai Zaini Dahlan, dari Kyai Mahrus Kediri dari Syekhona Khalil Bangkalan.
***
Ijazah dibaca bagi yang akan membangun rumah, gedung pondok dan lainnya.
#FNBerbagi
5 Hadiah untuk 5 Pemenang
Syarat:
- Wajib Follow @FansNerazzurri
- Repost 5 post berita di timeline FN
- Inter Wajib Menang
- Wajib tebak skor dengan benar
- Jawaban tebakan harus dibalas pada unggahan ini
Format:
Juventus [?] vs [?] Inter #FNBerbagi
Keutamaan Bulan Sya'ban
Misteri Huruf Sya'ban
Di riwayatkan Yahya bin Mu’adz mengatakan bahwa kata Sya’ban mengandung lima huruf yaitu :
1. Syin memiliki arti الشَّرَفُ والشَّفَاعَةُ (kemuliaan dan pertolongan)
2. Ain memiliki arti العِزَّةُ (kemuliaan)
KUIS KE-2
KUIS TEBAK SKOR Hadiah
1 Tas Cowok dan 1 Tas Cewek
Syarat:
1. Follow Beta
2. Follow Sponsor @bimichrist@Sy_nina@schecterisal@MahendraSatya
3. Retweet tweet ini
4. Skor yang diambil itu skor akhir. mau 90. mau EXT atau pinaly.
5. Pemenang untuk Cowok dan Cewek.
cara menjawab: LFC 10 - 0 Spurs #tebakskorbimna