anak cewe benci pink karena lingkungan yang mengasosiasikan pink sebagai "warna perempuan", dan perempuan dipandang lemah menye2. pas udah dewasa ya bodoamat orang warna doang.
bukti patriarki ada di lingkungan anak tanpa sadar.
pink theory ini male centered pula.
Berita saat ini makin-makin gila dan gelap banget ya rasanya :
1. Security HI dikeroyok karna negor alphard yang terobos zebra cross.
2. Security ditenggelemin di waduk cuma karna negor bocah yg lagi vandalisme
3. Ada bapak yang dituduh maling ayam, dan anaknya nangis-nangis karna bapaknya meninggal
4. Demo berhari-hari tapi beritanya di bungkam
5. Kasus emas 74kg ga kelar-kelar, padahal tersangka dan barang buktinya jelas.
6. Presiden tiap pidato asbun gak jelas & ga berbobot.
7. Pajak makin dipelintir sampe disamperin ke rumah, motor parkir ditempelin sticker kalo belom bayar
8. TNI, polisi, aparat megang kopdes apalah-apalah program presiden yg ga jelas.
9. Korupsi gila-gilaan, pakan hewan, MBG, dll
10. Bangun UNRI lah, sekolah garuda lah
Ah gila deh makin hari, ada yg bisa tambahin lagi update kegilaan di negara yang lagi sakit ini?
• nanik s deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN.
• hotman paris mengundurkan diri dari kuasa hukum eks jampidsus, febrie.
• nevi rizal mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I Pemkab Gayo Lues.
• Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI
Dan kamu masih merasa pesimis bahwa pekik suaramu di medsos tidak akan menghasilkan apa-apa? Jangan!
Teruslah berisik. Teruslah berisik mengkritisi embege, teruslah berisik mengkritisi advokat nakal yang membela penjahat, teruslah berisik mengkritisi pejabat publik yang pribadi atau anak-anaknya terang-terangan pamer kekayaan.
Teruslah berisik tentang keadaan pasar dan ekonomi kita yang jauh dari baik-baik saja. Kita semua bisa menghantam mereka. Kita semua bisa mempengaruhi psikologis orang-orang berkuasa.
Berisiknya kita bisa mempengaruhi kebijakan politik para penyelenggara negara!
Menurutku, media yang paling jago menyampaikan pesan saat ini ya Harian Kompas.
Foto anak SD makan program MBG di depan sekolah yang rusak di Grobogan itu daya ledaknya luar biasa. Sampai kepala negara ikut bereaksi dan melontarkan istilah "londo ireng".
Media lain mungkin perlu ribuan kata dalam artikel, bahkan ada yang bikin podcast sambil ngomel-ngomel. Tapi Kompas cukup lewat satu foto, pesannya langsung sampai.
Journalism at its finest.
Baru sadar juga, foto bertajuk "Menyantap Menu MBG di Sekolah yang Rusak" itu ternyata diambil di kota kelahiran Kepala BGN yang baru saja dilantik. Dalem banget maknanya.
🎥 DIBUNGKAM LOKAL 🚫
📽️ DI SOROT GLOBAL 🤳🏻
Lokal di bungkam
global tak tinggal diam ...
Semakin di tekan semakin melawan ...
Thanks you "aljazeeraenglish"
Ssshh,
jangan berisik!
Jurnalis lokal dilarang liputan demo sendiri.
Kamera disita,
ruang siar diancam ditutup.
Katanya demi stabilitas nasional yg rapuh itu.
Tapi tunggu dulu…
Karpet merah langsung digelar buat jurnalis asing.
BBC,
CNN,
Reuters silakan masuk,
silakan foto!
Pemerintah haus validasi internasional,
tapi alergi kritik rakyat sendiri.
Logika jenius penguasa kita, Rakyat sendiri dianggap bodoh & gampang terprovokasi.
Kalau bule yg nulis,
baru dianggap keren & berkelas.
orang tua orang tua pada bingung kenapa anak anaknya kayak ngga tertarik buat nikah padahal the one who make their child doesn’t want to get married are them
one of the reasons Gen Z is so unafraid in protests is because they don’t have a future to be excited about. Housing is unaffordable, Currency converts to peanuts, education giving diminishing returns….
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Pas lagi jalan santai sore tadi.
"Pak, mau nasi goreng nggak?" tanyaku ke bapak pemulung yang lagi duduk di pinggir jalan sambil ngeliatin penjual makanan.
"Mau, Bu," jawabnya malu-malu.
"Oke, bentar ya Bu pesenin."
Pas mau nyebrang ke tukang nasi goreng, tiba-tiba bapak pemulungnya lari nyamperin aku.
"Bu, boleh beli kue putu aja?" tanyanya pelan sambil nunjuk tukang putu yang dari tadi cuma bengong nunggu pembeli.
"Oh boleh. Bapak lagi pengen kue putu ya?" candaku.
"Nggak, kasihan yang jual dari tadi belum ada yang beli, Bu."
Aku langsung diem... 🥺
Akhirnya tetap beli nasi goreng, sekalian beli beberapa bungkus kue putu buat bapaknya.
"Bu, ini kebanyakan. Boleh nggak dua bungkus buat temen saya yang di bawah terowongan jembatan tol sana?" katanya sambil nunjuk ke arah sana.
Aku iyain.
Dan bener aja, di terowongan itu ada pemulung lain yang badannya kurus banget, lagi tidur meringkuk di atas kardus. 🥺
Ironis ya, di negeri ini masih banyak pejabat yang tanpa malu nguras uang negara buat kepentingan pribadi. Sementara di sisi lain, ada orang yang hidup serba kekurangan tapi masih mikirin orang lain sebelum dirinya sendiri. 🥺
Malam ini aku ngelihat rasa peduli yang bener-bener tulus.
Seorang bapak pemulung yang peduli sama tukang putu karena dagangannya sepi. Tukang putu yang ngasih bonus beberapa potong kue sebagai ucapan terima kasih. Dan pemulung di terowongan yang meluk kue putu itu penuh rasa syukur karena masih ada temannya yang peduli sama dia. 🥺❤️
Yuk, saling baik sama sesama.
"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." — Aesop.
Kenapa reaksi orang2 auto offended ketika aku bilang kalo aku ga minat nikah? I mean, it's my own life though. Kenapa mereka yg takut kalo omonganku diiyain Tuhan?
"perempuan ga perlu punya mimpi, ujungnya juga cuma jadi ibu-ibu"
yaaaaa, tapi kan masih banyak opsi buat jadi ibu direktur, ibu dosen, ibu haji, ibu bos, ibu kontrakan.