๐จ SEEKOR PUMA MEMBUNUH SERIGALA. TAPI DIA LUPA SATU HAL: SERIGALA PUNYA KAWANAN. ๐บ๐
Awalnya kelihatan kayak dokumenter National Geographic.
Seekor puma menyerang serigala sendirian di tengah salju. Si serigala tumbang. Puma pergi seolah urusannya udah selesai.
EH, TERNYATA BELUM. ๐ญ
Sekawanan serigala kemudian muncul, melacak si puma, dan mengepungnya.
Plot twist-nya berasa film John Wick versi kerajaan hewan.
Tapi sebelum lo ikut merinding, ada fakta penting: VIDEO INI HASIL GENERATIF AI, BUKAN REKAMAN KEJADIAN NYATA.
Secara alami, serigala memang hidup berkelompok dan bisa bekerja sama menghadapi ancaman. Tapi narasi balas dendam dalam video ini adalah dramatisasi.
Yang bikin gue mikir justru bukan serigalanya.
AI sekarang bisa bikin cerita fiktif terasa seperti dokumenter satwa liar.
Dulu kita nonton video buat melihat kenyataan.
Sekarang kita harus memastikan dulu kenyataannya pernah terjadi atau cuma hasil imajinasi mesin.
SERIGALA DALAM CERITA INI GAK LUPA. TAPI NETIZEN SERING LUPA CEK FAKTA. ๐ญ๐
Pernyataan Yenny Wahid menguliti absurdnya hukum di Indonesia yang bahkan bikin heran ekspatriat & pengamat luar negeri : "Ijazah SMA tak ditemukan MK, tapi kok tetap bisa jadi Wakil Presiden?"
Penjelasan Yenny sangat gamblang:
1. MK mengunci fakta: Bukti kehadiran (attendance) TIDAK SAMA dengan bukti kelulusan (graduation)
2. MK tidak mendiskualifikasi murni karena terbentur tenggat rezim Pemilu pasca-pelantikan.
3. MK sengaja mengunci temuan fakta ini & menunjukkan "Pintu Konstitusi" lain: DPR/MPR via Pasal 7A UUD 1945.
Ketika dunia luar saja terheran-heran melihat kontradiksi ini, DPR kita malah pura-pura buta dan tuli. Malu-maluin.
Luar biasa sekali logika tingkat dewa ini, ternyata berkat program MBG, gaji hakim yang sudah 12 tahun mandek akhirnya bisa naik. Sebuah korelasi magis yang sangat masuk akal, sampai-sampai pembawa acara saja harus berjuang menahan tawa.
Tentu saja kita harus maklum jika utang gaji dosen belum dibayar, sekolah rusak dibiarkan stagnan, dan beasiswa KIP berkurang akibat pemangkasan anggaran triliunan rupiah demi MBG. Yang paling penting, jangan pernah memusuhi program MBG dan pastikan Anda segera memotong pembicaraan lawan debat ketika argumen Anda mulai terasa tidak masuk akal. Mari kita abaikan saja saran pakar untuk mengeluarkan dana MBG dari anggaran pendidikan, karena ilmu "cocoklogi" jelas jauh lebih superior.๐ฎโ๐จ
Setelah tau "BUSUK"nya Rocky Gerung, jadi kasian sm Mahasiswa ini....
Dulu dia pernah di hujat ABIES grยฒ kritik etika sopan santun RG, tapi pake bahasa yg NYENTRIK.
Intinya, dia kritik RG yg jadi pembicara didepan Mahasiswa dengan kaki diangkat ke meja. Dia bilang RG cuma berani di depan mahasiswa doang, coba didepan penguasa?
Tapi clip yg viral cuma waktu dia ngatain RG dungu, jadinya dihujat ABIES deh dia wkwk.
But time will tell, mahasiswa yg tadinya kita hujat ternyata dia benar.....
Bro sudah menspoiler kpd kita bagaimana RG dimasa depan.๐ญ
ETSS BELUM SELESAI... SELAIN RG, ADIK IPAR JOKOWI YAITU ANWAR USMAN JUGA DILANTIK HARI INI MENJADI WANTIMPRES ๐คโ๐ป
SEKADAR PENGINGAT, BAHWA ANWAR USMAN DIBERHENTIKAN DARI KETUA MK 2023 LALU KARENA TERBUKTI MELAKUKAN PELANGGARAN KODE ETIK OLEH MKMK.
ATUR SEBRENGSHAKE MUNGKIN... ๐นโ๐ป
bapak ini cerita fh ugm lagi dampingi desa dan kelurahan di jogja bikin aturan desa
tapi para lurah dan perangkat desa malah lebih banyak curhat soal kopdes merah putih
dari obrolan itu, muncul kekhawatiran soal pemilu 2029
yang dikhawatirkan warga desa (dia kutip langsung dari mereka)
"pak, jangan-jangan ini mau dipakai untuk pemilu 2029"
"jangan-jangan kami mau disandera"
kalau ada apa-apa, mereka takut "diinjak" dan dipaksa tanggung jawab secara pidana
kalau menolak, mereka takut "diimbal", dapat perlakuan hukum yang berbeda, yang kaitannya lewat pemilu
gampangnya, maksud "disandera"
desa disuruh tanda tangan terima gedung, mobil, motor, padahal nilainya diragukan
kalau nanti ketahuan ada korupsi, yang sudah tanda tangan bisa ikut kena
jadi desa merasa "terikat", dan takut itu bisa dipakai buat menekan mereka secara politik menjelang pemilu
sikap zainal soal ini
dia bilang gak mau ngomong lebih jauh soal itu
tapi kecurigaan serupa sudah mereka sampaikan di film "dirty vote 2"
penutupnya dia bilang ke pemerintah: "ada yang salah dari cara kalian, perbaiki sebelum anda dirombak di 2029"
alasan dia menganggap kecurigaan itu wajar
tata kelola kopdes dianggap berantakan dan gak jelas
desa gak tahu harus lapor ke mana: kemenkop, kemendes, atau kemendagri
tanah kas desa dan dana desa dipakai, tapi desa ikut menanggung risiko
kpk sendiri pernah menemukan tata kelolanya bermasalah dan berpotensi korupsi
tapi pemerintah tetap jalan terus, bahkan presiden menyebut pengkritik sebagai orang yang gak senang indonesia maju
Negara tropis, tapi buah mahal
Negara agraris, tapi beras mahal
Negara maritim, tapi ikan mahal
Penghasil sawit terbesar tapi minyak muahal
Bukti kalo pengelolaan negara ini bobrok
Nadiem: Keputusannya gmn Pak?
Hakim: Kami mengakui TIDAK ADA KERUGIAN NEGARA, TIDAK ADA ALIRAN DANA, dan TIDAK ADA KONFLIK KEPENTINGAN.
Nadiem: Alhamdulillah, jadi saya bebas?
Hakim: Tidak. tp, Kami turunkan vonis penjara anda dari 10 Tahun menjadi 9 tahun.
NEGARA APA INI?
Info ๐จ
Dugaan Keracunan MBG 2026 :
08/01 di Semarang (75)
09/01 di Grobogan (803)
10/01 di Mojokerto (411)
12/01 di Majene (61)
12/01 di Wonogiri (206)
13/01 di Pekalongan (15)
13/01 di Siak, Riau (21)
17/01 di Lombok Tengah (38)
20/01 di Tulungagung (123)
20/01 di Kulon Progo (104)
21/01 di Magelang (80)
22/01 di Tulungagung (15)
23/01 di Aceh Timur (19)
23/01 di Tulungagung
23/01 di Gunungkidul (57)
26/01 di Tomohon (181)
27/01 di Cianjur (300)
27/01 di Tuban (14)
28/01 di Sukabumi (19)
28/01 di Buol (141)
28/01 di Kudus (600)
29/01 di Manggarai Barat (132)
29/01 di Pinrang (8)
30/01 di Grobogan (8)
30/01 di Muaro Jambi (150)
30/01 di Palembang (4)
02/02 di Surabaya (27)
04/02 di Dharmasraya (183)
05/02 di Jember (112)
05/02 di Ketapang (417)
05/02 di Palangka Raya (16)
05/02 di Singkawang (56)
06/02 di Wonosobo (26)
09/02 di Pati (22)
09/02 di Sidikalang (180)
09/02 di OKI (15)
10/02 di Tulungagung (24)
10/02 di Sidikalang (78)
11/02 di Penajam PU (25)
11/02 di Lombok Utara (30)
11/02 di Singkil (35)
11/02 di Manggarai (173)
11/02 di Malang (7)
13/02 di Bandar Lampung (247)
14/02 di Polewali (16)
14/02 di Ngawi (67)
23/02 di Tegal (3)
24/02 di Tulang Bawang (33)
24/02 di Nias Selatan (60)
25/02 di Cimahi (43)
26/02 di Bireuen (140)
27/02 di Pasie Raja (18)
27/02 di Sukadana (11)
01/03 di Banggai (12)
03/03 di Ngada
03/03 di Timor Tengah Utara (7)
05/03 di Jombang (31)
06/03 di Sukabumi (47)
11/03 di Nabire (7)
12/03 di Pemalang (1)
31/03 di Enrekang (17)
02/04 di Jakarta Timur (72)
04/04 di Bima (27)
07/04 di Kalikotes (81)
07/04 di Nganjuk (3)
08/04 di Bogor (106)
08/04 di Klaten Utara (70)
08/04 di Pundong (19)
08/04 di Tasikmalaya (114)
08/04 di Banten (100)
09/04 di Jambi (3 guru)
09/04 di Mojokerto (79)
09/04 di Pacitan (139)
10/04 di Praya Tengah (11)
13/04 di Jetis, Bantul (80)
15/04 di Anambas (162)
15/04 di Bojonegoro (17)
16/04 di Madiun (18)
16/04 di Cilegon (49)
16/04 di Karawang (46)
17/04 di Cianjur (134)
18/04 di Grobogan (34)
18/04 di Demak (187)
20/04 di Cilegon (9)
20/04 di Bangkalan
21/04 di Rembang (22)
22/04 di Sampang (19)
22/04 di Cilegon (11)
22/04 di Kediri (73)
22/04 di Lampung (172)
23/04 di Jeneponto (20)
23/04 di Bengkulu (8)
23/04 di Kubu Raya (6)
23/04 di Amuntai (61)
24/04 di Lombok Timur (51)
27/04 di Kediri (5)
27/04 di Bandar Lampung (112)
28/04 di Deli Serdang (12)
28/04 di Klaten (584)
29/04 di Cilacap (29)
29/04 di Tangerang (34)
29/04 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04 di Sumba Tengah (100+)
01/05 di Cianjur (37)
04/05 di Belitung (54)
06/05 di Bantul (18)
07/05 di Wonogiri (242)
08/05 di Jakarta Timur (252)
09/05 di Kolaka (11)
11/05 di Surabaya (210)
13/05 di Kupang Barat (28)
18/05 di Temanggung (323)
19/05 di Garut (18)
20/05 di Jambi (8)
20/05 di Jember (22)
20/05 di Serang (71)
21/05 di Gorontalo (23)
21/05 di Sambas (15)
22/05 di Jakarta Barat (116)
29/05 di Majalengka (22)
04/06 di Bengkulu (16)
04/06 di Bangkalan (84)
13/07 di Deli Serdang (35)
14/07 di Jember (29)
20/07 di Blora (19)
21/07 di Wates (150)
21/07 di Malang (35)
22/07 di Tanggamus (8)
23/07 di Pandaan (14)
23/07 di Garut (63)
23/07 di Kediri (211)
24/07 di Pesawaran (33)
24/07 di Air Sugihan (38)
28/07 di Bojongkoneng (39)
28/07 di Kuala Pembuang (156)
28/07 di Tulungagung (103)
29/07 di Solo (105)
30/07 di Lombok Tengah (22)
31/07 di Semarang (707)
03/08 di Sebulu (70)
03/08 di Kulonprogo (178)
03/08 di Prambanan (25)
03/08 di Jepara (123)
04/08 di Dumai
04/08 di Rembang (299)
04/08 di Jayapura (543)
05/08 di Bontang (27)
06/08 di Bogor (29)
07/08 di Magelang (54)
10/08 di Bontang (56)
10/08 di Banyumas (165)
11/08 di Trenggalek (549)
13/08 di Dumai (45)
13/08 di Berastagi (353)
14/08 di Klaten (145)
15/08 di Sukabumi (134)
18/08 di Kampar (157)
20/08 di Banggai Kepulauan (52)
20/08 di Boyolali (122)
01/09 di Sidoarjo (294)
02/09 di Jombang (256)
02/09 di Bener Meriah, Aceh (16)
03/09 di Lasem, Rembang (777)
03/09 di Agam, Sumbar (344)
03/09 di Toraja (152)
08/09 di Sleman (70)
08/09 di Blora (136)
momen flashback gibran jelasin program MBG:
" 400 triliun ini akan mengalir ke warteg warteg, kantin kantin , warung warung , ketring ketring dan ibu ibu di desa"
sementara hari ini gadaa tuh pake warteggg
pembual + pembhong besar