Ga pernah terbayangkan kisah foto pre wedding kami akan se-memorable ini. Semua berawal dari konsep menggunakan flare yang super æsthetique itu. Kali ini kami mau spill moodboard konsep pre wedding ala kami.
(A thread)
Buat yang kurang nangkep, poin saya bukanlah "jangan menikah".
Poin saya adalah:
Jangan jadikan "yang penting nikah, pokoknya nikah!" Sebagai tujuan hidup.
Yang seharusnya dijadikan tujuan hidup itu pernikahan yang langgeng dan bahagia, bukan cuma sekedar nikah aja.
Ucapan selamat, sorak sorai dan pesta pora harusnya diberikan buat yang sampai garis finish.
Buat pasangan yang sudah menikah dan bahagia selama 30-40-50 tahun.
Kata "bahagia" di sini penting.
Karena kalo cuma nikah lama tapi gak bahagia, itu bukan prestasi tapi buang2 waktu.
Miris ngeliat kultur kita mengglorifikasi pernikahan, seolah itu prestasi luar biasa. Padahal itu baru garis start.
Bayangkan kamu ikut lomba lari tapi di garis start orang sekampung udah rame2 salamin dan ucapin congratulations seolah kamu sudah menang.
Mulai lari aja belum.
Menikah bukan prestasi.
Menikah bukan pencapaian.
Gak usah bangga bisa nikah, semua orang juga bisa. Di Indonesia setiap hari ada 4,700 pasangan nikah. Nothing special.
Bisa membina hubungan yang langgeng bahagia dan harmonis sampai tua, itu baru prestasi sesungguhnya.
Banyak paradoks di negeri ini. Mudik dilarang, tapi destinasi wisata buka serempak. Penutupan jalan raya, tapi malah macet di sana-sini. Izin resepsi masyarakat dipersulit, tapi pernikahan seleb dihadiri langsung oleh pemimpin negara
.
Ah, tapi saya tahu apa. Cuma rakyat jelata
Awalnya coba-coba, ujungnya cobaan. Awalnya jalanin aja dulu, ujungnya jalan buntu. Awalnya setengah hati, ujungnya makan hati. Emang ya, apa-apa yang dimulai dengan enggak serius harus siap kalau hasil akhirnya bercandaan doang