Cancel culture itu memang blm bisa diterapkan di Indo ya? Politisi problematik dihina2 di sosmed, tp ketika ketemu masih dipuja2, sampai minta salaman. Benar2 seperti ga ada apa2 yang terjadi dan dia lakukan utk negara ini. 🙃
Asli, di Bali sering banget bule dihajar. Ga perlu nunggu sampe ngerusak gitu.
Di Legian, beberapa bulan lalu ada bule dilempar ke sungai sama dua waria, sampe jadi berita.
Di Canggu, pas bulan puasa kemarin lihat bule dihajar security karena narik2 cewe yg lagi nunggu ojol, dipaksa masuk ke taksinya. Itu bule habis digibeng berkali-kali, ditendang sampe masuk ke dalam taksi. Berasa nonton film action gua.
Di Gianyar, bule lagi cosplay jadi begal taksol dihajar massa sampe babak belur. Kalo ga ada aparat dateng dikit lagi mampus itu. Untung aja ga ada provokator yg teriak "bakar!"
Di Seminyak, siang bolong, lihat bule dikepruk asbak sama waitress. Si bule marah2 minta ketemu manajernya, ternyata langsung disamperin sama owner cafenya.
Si owner tanya ke si waitress, diceritain lha kalo si bule bilang orang Indonesia itu murah dan bisa dibeli, sambil remes pantatnya. Si owner langsung melotot, tapi bukannya marah ke pegawainya, malah bulenya ditendang sampe tersungkur.
Si bule lari keluar, dikejar sampai dia nyeberang jalan. Dari seberang dia teriak2 "I was just joking, man. I was just trying to make a joke." sambil bikin gestur minta maaf "🙏". Di seberang ada yg nanyain si bule ada apa, abis cerita bukannya dikasih simpati malah dikeplak lagi.
Seorang mu'allaf warga negara Kanada dikuntit dan mengalami kekerasan verbal dari seorang zionis di Bali.
Zionis itu menyoroti postingan akun sosial media korban lalu berusaha mencarinya dan melancarkan ancaman serta intimidasi.
Banyaknya zionis yang bercokol di Bali, merusak reputasi wisata di Bali. Secara perlahan sektor pariwisata Bali mengalami penurunan pendapatan secara drastis, tidak menutup kemungkinan kedepannya akan semakin memburuk jika zionis tidak dibersihkan dari wilayah Bali.
Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?