Buanglah Sampah Pada Tempatnya Jenderal !
Terjebak di ranah menimbang rasa, "ewuh pakewuh, mikul dhuwur mendhem jero", sehingga terlalu banyak nilai dan keadilan diabaikan.
Terlalu banyak hak-hak rakyat yang terpaksa ditunda dan dikorbankan. Terlalu rugi bangsa ini karena terus memelihara dan memendam kebusukan. Terlalu berat tanggung jawabmu nanti di akhirat Jendral.
Entah bagaimana akhirnya nasibmu di akhir jabatan, sepertinya sangat berharap pada sifat bangsamu yang terlalu mudah lupa dan memaafkan.
Gamang aku melihat keadaan, apakah kesabaran rakyat mampu menahan agar negeri ini tidak di-NEPAL-kan.
Untuk apa kau pelihara para pengkhianat itu didekatmu, padahal sudah jelas² mereka terbukti punya dua tuan. Sudah jelas-jelas sedang mencari-cari kesempatan, sudah pula terjadi gelagat dan tindakan hendak menggulingkan.
Padahal Jendral..., tidak akan ada yang berani macam-macam bila kau benar-benar ikhlas dan tulus. Seluruh rakyat akan berada disisimu.
Sudahilah sandiwaramu kawan, buang mereka ke pulau terpencil hingga membusuk. Agar jasadnya menjadi pupuk di pulau itu, itupun bila bumi sudi menerimanya, karena terlalu besar dosa mereka pada Pertiwi ini.
Jangan lagi-lagi kau biarkan darah dan jiwa rakyat dikorbankan, tentu masih ingat kala kau hendak menulis Wasiat menyikapi situasi mencekam 6 tahun nan lalu.
Sedehana saja Jendral, BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA !!
Jakarta, 3 Oktober
Menjelang Harlah TNI
By : @aliwardi
Kalian inihhhh......
Kok selalu berpikiran yg positif terussss sihhh sama Pak Wowo
Anggaran Per Baik An jln desa pada umumnya ituuhhh per KM nya 850jt sampai 1,3M....
Ini pada umumnya loh yaaa
Nahhhhhh....karena Pak Wok ini ora umummmm dan Sukak sekali sama angka 8,mungkin ngaspal/beton jalannya ituuu lapis 8
Begituuuuu......
Salam dari Uya Kuya dan Bang Dodo
P21 Roy Suryo resmi ditolak oleh Jaksa pada 19/6/2026, Polda Metro Jaya sewenang-wenang menangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa tanpa dasar hukum.
Rakyat bela rakyat!!
Jaga makanan dan minuman aktivis
#SelamatkanRoySuryoTifa#SelamatkanRoySuryoTifa
Silakan Simak ulasan Komjen Pol (Purn) Oegroseno (mantan Wakapolri)
bhw salah satu penyidik yang “memaksakan”
Roy Suryo dan dokter Tifa utk dibawa ke RS Polri Kramat Jati adalah penyidik yg mengantar ES dan DHL ke rumah Jokowi di Solo untuk nego “damai”.
Artinya Parcok masih dikendalikan dari Solo
#KamiBersamaRoyTifa
#KamiBersamaRoyTifa
Alhamdulillah
Pak Roy & BuTifa
Akhirnya di BEBASkan & Di TANGGUHkn Penahanan dng Surat Jaminan yg di ajukan Para Lawyer & Dari para TOKOH NASIONAL seperti :
- Prof. Din Syamsudin
- Pak Said Diddu
- Pak Jendral Ogroseno
- Pak Jendral Tyasno Sudarto
- Para Pensiunan TNI & POLRI
Roy Suryo dan Dr. Tifa Ditangkap Hari Ini
Mahasiswa di mana?
Apakah tidak ada satu pun yang mau turun ke jalan untuk demo menuntut pembuktian yang jujur Untuk kebenaran ijazah pria pesugihan itu di depan publik.
Jangan biarkan hanya orang-orang yang berani bicara yang dijebloskan ke penjara, sementara pertanyaan besar rakyat dibiarkan menggantung.
Keadilan dan transparansi harus ditegakkan!
Guys... Kasasi razman ditolak. Ini artinya Razman resmi menyandang status TERPIDANA.
Razman hrs segera ditahan. Mari kita ramaikan agar die hard pembela ijazah Jokowi sgra dikandangin agar tdk spt Silvester krn dkt dg kekuasan akhirnya kasusnya ga jelas dan menguap bgtu saja.
Perdana Menteri Italia!!
Aku seorang wanita juga seorang ibu!!
Aku tidak tahan dengan pembunuh anak-anak tak berdosa!!
Negara-negara Muslim mendukung para pembunuh warga Palestina!!
Jika negara-negara Muslim bersatu dan menghentikan semua perdagangan dengan Israel, orang-orang Yahudi ini tidak akan bisa pergi selama seminggu!
Saya , yang karena takdir Allah,menjadi seorang Dokter.
Profesi yang lahir dari panggilan untuk menyembuhkan, untuk meringankan penderitaan, untuk menjaga tubuh manusia sebagai sesuatu yang suci dan bernilai, dan lebih dari itu, tubuh manusia adalah amanah.
Amanah yang harus dijaga bukan hanya oleh manusia yang memilikinya, tetapi juga oleh regulator yang memangku kebijakan, dan oleh seluruh masyarakat yang tinggal saling bersama.
Ketika saya di tahun 2012 memutuskan menggantung stetoskop dan menurunkan papan praktik Dokter, saya melihat bahwa yang terjangkit penyakit bukan hanya manusia-manusia, yang perlu diobati bulan hanya manusia-manusia
Tetapi yang sakit, kronis, kritis, dan komplikatif, adalah Bangsa ini.
Yang perlu diobati dalam tatalaksana gawat dan darurat adalah Negara ini.
Maka saya, dengan ilmu, idealisme, ideologi, dan spirit untuk mengobati, memilih memperluas parameter dan perimeter, cakupan dan horison pemikiran dan tindakan
Untuk mengobati bangsa yang sakit keras ini.
Merawat dan memulihkan negara dalam stadium gawat dan darurat ini.
Bekerja dalam senyap. Hanya mengharap cahaya ridha Illahi.
Amiiin.