"I tried to be perfect but nothing was worth it, I don't believe it makes me real, I thought it'd be easy, but no one believes me .. so on" adalah salah satu kutipan lirik dari "Pieces" milik Sum 41, band pop punk asal Kanada sekaligus salah satu band favoritku.
Di balik nada lagunya yang emosional, “Pieces” membawa pesan yang cukup manusiawi: bahwa tidak apa-apa merasa tidak sempurna. Tidak apa-apa merasa rapuh, lelah, bahkan hancur secara emosional.
Di sinilah aku mulai berpikir bahwa setiap akibat pasti memiliki sebab. Namun semua akibat itu, jika ditelusuri terus, akan bertemu pada satu sebab pertama yang menjadi ujung dari segala sebab. Konsep inilah yang membuatku semakin yakin bahwa keberadaan Tuhan itu masuk akal.
Apakah Tuhan itu ada? Itu adalah pertanyaan yang muncul sejak aku SMA. Pertanyaan yang sering kali datang tepat sebelum tidur. Karena banyak orang membahasnya, aku pun ingin ikut berpendapat dari sudut pandangku sendiri. (cont..)
“Suatu hal pasti memiliki pencipta, dan pencipta pun memiliki pencipta. Namun, tidak mungkin rantai pencipta itu berjalan tanpa akhir. Pasti ada ujungnya.”