Lo biasanya booking hotel lewat Agoda atau Traveloka?
Gue juga dulu gitu. Sampai suatu malam temen gue yang kerja di front office hotel bintang 4 di Bali ngasih satu kalimat yang langsung ngegas otak gue.
Gue tanya: “Kalau gue mau nginep di hotel lo, booking di mana yang paling murah?”
Dia jawab santai:
“Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta lebih murah. Kita PASTI kasih.”
@stupidmacchiato@ardisatriawan Tapi kan ada 2 iuran buat bpjs tk ini, yg ditanggung karyawan jadi pengurang penghasilan kena pajak, yg ditanggung perusahaan gak dihitung sebagai penghasilan bruto. Coba di balik kalau di potong dari awal pas terima gaji bulanan? Sama aj gak ikhlas juga kita pasti kalau buat mbg
@not_now15@ikanatassa@DitjenPajakRI Udah sakit hati kita dan netizen lainnya dengan pemerintah. Tp krn ini perpajakan lingkungan kita makanya dibantu jelasin. Padahal yg udh gak berlaku itu pph final umkm untuk badan, pph 25 mah ttp tarif 22% dari dl juga bahkan sempat ada pengurangan tarif jadi 11% kan
@not_now15@ikanatassa@DitjenPajakRI Nah itu salah satunya, iuran yg dipotong ke karyawan dianggap jadi pengurang penghasilan. Terus kan ada porsi yg ditanggung perusahaan itu gak masuk ke penghasilan bruto kita tiap bulan, coba kalau itu masuk penghasilan bruto tiap bulan tetap aja pajak yg kita bayar gede juga
@ikanatassa@DitjenPajakRI Kan ada 2 porsi ya saat gajian, 1. Iuaran yg dibayar sama karyawan yg mana itu tax deduction pph 21 bulanan, 2. Yg ditanggung perusahaan. Dan yg ditanggung perusahaan ini gak masuk ke penghasilan bruto kalian makanya di potong di akhir
@osbrnosb@ikanatassa@DitjenPajakRI Kann yg di potong ke karyawan di anggapnya sebagai tax deduction, bisa jadi pph 21 ter bulanan lu lebih gede kalau gak ada itu. Dan bjps tk juga ada yg ditanggung perusahaan jangan , itu gak di perhitungkan jadi penghasilan kotor lu makanya di potong di akhir, FAT ko gak tau
Rudy Dermawan, pensiunan guru Bahasa Jepang asal Bandung yang kini tinggal di Bekasi, tetap mengajar meski pensiun sejak 2021.
Lewat kelas online di Zoom dengan sistem bayar seikhlasnya, ia terus berbagi ilmu kepada 134–150 peserta dari berbagai kalangan. Baginya, yang terpenting bukan biaya, melainkan semangat belajar.
Not to be a party pooper, probably ibu ini ngambil S1 karena RS tempat kerjanya ga nerima lagi lulusan D3 bidan, atau karirnya di-stagnan-kan. IPK nya segitu karena aslinya udah suhu, dokter sama spesialis pun mungkin belajarnya ke beliau kalau di vk