Indonesian backrooms would be an old shopping mall when all the shops are closed and you’re not sure where each alley leads to. it’s not GI or any modern-looking mall. think pasar senen, thamrin city
Siang-siang yang awalnya mata ngantuk langsung menyala terang benderang.
Anak 10 tahun, demam tinggi batuk pilek sejak 3 hari, gak bisa napas lewat hidung, bisanya cuma lewat mulut, suaranya juga hilang, kalau bicara gak ada suaranya.
Ku tengok dari meja IGD, udah nampak tuh facies difteri, bullneck kiri kanan, pas dibuka mulutnya bener aja… Tonsil T4-T4, beslag (+) kiri kanan
Dalam hati menyebut nama hewan karena tau bentar lagi pasiennya bisa jatuh ke gawat napas karena obstruksi jalan napas atas dan gak mungkin pasang tracheostomy di RS mini ini 😵💫
Selagi pasien KU masih alert ya, compos mentis harus dirujuk se fast mungkin…. Untung punya ordal kakak aing yang lagi PPDS pediatri di RS Tipe A, pas stase infeksi dan jaganya PICU lagi 😮💨
It's called scapegoating. Di waktu krisis, pemerintah butuh kambing hitam. Biasanya kelompok yg bisa disalahin buat ngalihin amarah publik. Mereka harus berbeda & lemah secara politik. Mereka sama sekali ga salah, yg penting semua orang marah ke mereka, bukan ke pemerintah
Because once you deconstruct modesty culture, you will realize that women's bodies are not inherently sexual like you've been taught your entire life. The fact that you think crop tops and sleeveless are extreme shows how fried your brain is by modesty culture.