BARU SAJA DIUMUMKAN.
Terlampir Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 dari seluruh kategori: Kumpulan Puisi, Kumpulan Cerpen, dan Novel.
Karya-karya siapa saja yang akan masuk Daftar Pendek akan ditetapkan pada waktu mendatang.
Selamat untuk para penulis dan penerbit!
Mantan aktivis Reformasi 1998 yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko tak mempermasalahkan aksi demonstrasi mahasiswa. Namun, ia juga meminta kepada para mahasiswa untuk memahami cita-cita Presiden Prabowo Subianto.
"Pak Prabowo maunya ini, bahwa ada yang keliru ya oke. Kritik kalian valid, kritik kalian legitimate, nggak ada yang perlu saya bantah. Tapi pahami juga dong cita-cita maunya apa," kata Budiman.
Budiman juga mengingatkan bahwa dalam penyampaian aspirasi tidak merusak fasilitas umum. "Kritik-kritik keras, tidak ada masalah, cuma saran saya jangan menghina orang," katanya.
#BudimanSudjatmiko #DemoMahasiswa #PresidenPrabowoSubianto #Demo #Sindonews
Piala Dunia Mati Suri
Disclaimer : Sebagian besar dibuat berdasar daya ingat.
Piala Dunia 2026 adalah Piala Dunia ke 23 setelah yg pertama diadakan pertama kali di Montevideo tahun 1930. Sempat vakum selama 12 tahun (setelah 1938 dan baru ada lagi di tahun 1950) karena perang dunia, yg kemudian rutin diselenggarakan setiap 4 tahun sekali.
Beberapa fakta terkait Piala Dunia adalah saat itu tidak ada satupun tim dari benua Eropa yg bisa menjadi juara saat Piala Dunia diselenggarakan di benua Amerika pun sebaliknya sampai kemudian Brazil meruntuhkan mitos itu di tahun 1958 saat Piala Dunia diselenggarakan di Swedia. Salah satu yg gue inget adalah saat final 1990 antara Jerman Barat v Argentina, ada selentingan bahwa Eropa saat itu gamau Argentina yg menjadi juara karena akan membuat tim tim dari Amerika Selatan semakin superior atas tim tim Eropa, tidak saja mereka akan sukses 2x menjadi juara di Benua Biru tapi juga akan membuat rekor menjadi 8-6 buat Amerika Selatan, sehingga muncul lah penalti kontroversial Andreas Brehme. Tapi tentu menjadi sebuah kisah yg hanya menjadi kasak kusuk.
Di final 1994 yg memanggungkan Brazil v Italy muncul kembali sentimen Eropa v Amerika Selatan, dan kali ini tim tim Amerika Selatan menaruh harapannya di Brazil dan akhirnya terwujud bahkan bonus bagi Brazil, mereka menjadi negara pertama yg 4x menjuarai Piala Dunia.
Dan bahkan final Piala Dunia saat itu disebut sebagai pemilik rekor penonton final terbanyak, yg bahkan itu diselenggarakan di sebuah Negara yg tidak mempunyai tradisi sepakbola. Ajaib? Mungkin.
Saat pertama muncul berita bahwa Piala Dunia ke 15 tersebut akan diselenggarakan di Negeri Paman Sam, yg saat itu gue inget banyak yg mempertanyakannya. Emang bisa AS jadi tuan rumah Olahraga yg mereka aja nyebutnya soccer? Tapi Final tersebut menjawab semuanya, bahkan bisa dibilang penyelenggaraannya berlangsung cukup bagus walau ada tragedi Andreas Escobar. Hypenya saat itu seingat gue sangat meriah, khas Piala Dunia. Ramai koran dan tabloid membahasnya, membahas kota kota penyelenggara dengan trivia trivianya, yg membuat gue menikmatinya. Dulu setiap Piala Dunia mau berlangsung kita bisa tau keunikan kota kota penyelenggara, misal di Roma ada air mancur di mana orang orang melempar koin dan berdoa, atau keindahan Hollywood dll. Belum lagi segala jenis souvenir dan logo Piala Dunia yg ada di mana bisa dibilang.
Nah, apa kabar Piala Dunia sekarang? Yg hanya dalam hitungan hari akan dimulai? Gue merasa hypenya sangat sangat sedikit klo tidak mau dibilang gak ada. Atau mungkin karena gue yg tidak tertarik ya? Bahkan Piala Dunia Qatar aja, yg menyalahi pakem bahwa Piala Dunia yg biasanya dilakukan di musim panas, ini dilakukan di musim dingin di negara dan benua yg tidak ada tradisi sepakbolanya. Tapi tetap aja menurut gue hypenya ada. Souvenirnya banyak juga ditemuin. Beda sama yg sekarang.
Mungkin ini terjadi karena situasi AS yg terlibat perang sehingga mungkin banyak yg memboikot pemberitaannya. Tapi kan ada Mexico dan Kanada? Iya, mereka terkena imbasnya, menurut gue. Kanada, bukan negara sepakbola dan satu satunya hal dari Kanada yg cukup terkenal menurut gue ya Robin Scherbatsky.
Atau mungkin juga semakin tidak adanya tabloid berpengaruh ke pemberitaan dan hype Pial Dunia? Ntahlah. Tapi yg jelas dulu, jelang piala dunia bahkan jauh jauh hari, tabloid seperti Bola udah ramai memberi ulasan tim tim yg akan bertanding, kota kota penyelenggaraan, bahkan tulisan dari para pesohor seperti alm Gus Dur, Si Doel bahkan seingat gue juga ada tulisan dari Franz Beckebauer atau siapakah ada juga orang Jerman yg rutin nulis saat Piala Dunia.
Jadi, apakah Piala Dunia nanti akan bangkit dari mati suri tepat saat kejuaraan berlangsung? Sepertinya iya, tapi yg jelas saat ini bisa dibilang Piala Dunia kehilangan magisnya.
US and Indonesia are discussing permission for US military to access Indonesian airspace
Hegseth to meet with Indonesian Defense Minister Sjamsoeddin today
Indonesia has a stupid, treacherous and despicable leadership for agreeing to partake in the Gaza Holocaust for a phonecall from Eric Trump. Disgusting
Selain rekomendasi buku² yang beredar di linimasamu, buku tahun 2013 ini juga jernih menjawab sinisme terhadap sistem pemerintahan di Iran yang kata Barat jauh dari demokrasi. Emang Israel demokratis? :p
Presiden Prabowo Subianto di bawah tekanan Amerika Serikat pernah menolak kapal perang Iran ikut dalam The Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali pada 2025. Menurut Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, penolakan itu masih diingat Iran sampai saat ini.
Waktu itu, kata Siswanto, Iran telah mengirimkan dua kapal perang, yang salah satunya belum lama ini ditembak dalam perang melawan Israel-Amerika Serikat. Dua kapal itu hendak masuk ke perairan Indonesia tapi ditolak.
"Itu akan dicatat oleh Iran, sebagai teman kok begitu. Iran sekarang sedang menunggu, kalau lo teman gua, buktikan," kata Siswanto.
Lalu apakah Indonesia perlu memperbaiki hubungan dengan Iran dan bagaimana caranya? Simak analisis Siswanto Rusdi selengkapnya dalam program TO THE POINT AJA. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews, Kamis, 26 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
#SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsbeyondheadlines #SINDONewsTV #iNewsMediaGroup
The Tehran residence of the late, world-renowned filmmaker Abbas Kiarostami has been damaged in an American-Israeli airstrike. Kiarostami was not just a director; he was a poetic voice for humanity whose work transcended borders and bridged cultures. His genius was recognized by the legendary Akira Kurosawa, who once remarked that Kiarostami’s films were a gift to the world. Japanese audiences have loved his cinema for its quiet beauty and depth.