Kasus pengendara Alphard arogan di Bundaran HI ini hanya puncak gunung es problem mentalitas aparatur yang bermasalah. Dan ini bukan masalah individual, ini institusional.
Bagaimana bisa terjadi, aparat yang tugasnya menjaga ketertiban termasuk lalu lintas, justru melakukan pelanggaran di jalan, bukannya mengaku salah malah arogan dan mengintimidasi, dan diduga menggunakan plat kendaraan palsu?
Semakin memperkuat tesis bahwa selain kecakapan teknis, aparatur negara wajib dibekali kecakapan etis, supaya paham benar/salah dan baik/buruk, sehingga bisa menjadi teladan, bukan beban.
Satpam nyeberangin pejalan kaki di Bundaran HI, negur mobil Alphard yang terobos lampu merah pas ada penyeberangan.
Bukannya minta maaf, pengemudi & 2 penumpangnya malah turun, dorong2 si satpam, ngaku "aparat".
Sampe di pos polisi, bukannya dibela, si satpam malah DISALAHKAN sama kepala pos: "kamu gak ada hak ketuk kaca mobil."
Padahal dia lagi jalanin tugas jaga keselamatan pejalan kaki.
Merasa gak ada jalan keluar & diancam dilaporkan biar dipecat, si satpam akhirnya sujud minta maaf ke si pelanggar.
Ini ironi yang nyakitin: orang yang benar dan cuma jalanin tugas, harus tunduk ke yang salah,cuma karena beda "kekuatan".
Kalau gini terus, siapa yang berani negur pelanggar lalu lintas lagi?
Pastikan aparat di lapangan objektif nilai kasus berdasarkan bukti, bukan tekanan status sosial siapa yang lebih "berkuasa".
Satpam yang jalanin tugas harusnya dilindungi, bukan dikorbankan.
Ada yang aneh deh sama managerial di tweet ini, maaf ya aku bakal sampaikan otokritik ini dengan point out hampir semua hal yang bikin orang-orang juga muak.
Managerial masnya ini memang aneh banget dan jelek parah.
Dari awal cerita soal milih 3 intern (2 UI, 1 UPH, semua IPK >3.7), terus cerita achievement pribadinya waktu kuliah ke Prancis-Jerman meski bidikmisi. Satu yang belum pernah ke luar negeri disuruh bikin paspor biar “punya mimpi”, katanya itu diajarkan sama pengurus asrama bidikmisi ITB.
Well, bagus sih kedengarannya, tapi kemudian langsung kasih contoh kepemimpinan yang bikin orang geleng-geleng kepala.
Di situ masnya ada kasih tugas ke salah satu intern.
“Tugas lu weekend ini nonton film ini” (film 9 Summers 10 Autumns).
Dikasih Jumat malam. Intern balas: Sabtu-Minggu coba cari filmnya, ternyata cuma ada di Netflix yang dia nggak punya akun. Dia coba alternatif lain, nggak ketemu, akhirnya baru Senin sore pinjem akun temen dan rencana nonton malam itu.
Eh langsung dibalas, “SP 1 bro. Will give you chance 2x lagi.”
Padahal internnya udah minta maaf dan bilang “Baik kak Luca”. Tapi tetap diunggah ke publik sebagai bahan olokan.
Terus habis itu masnya nunjukin flowchart “high agency vs low agency” yang super duper kaku.
Di mana low agency = diam nunggu ditanya, ga eskalasi, akhirnya SP.
Kalau high agency = cek ketersediaan film duluan, chat temen, pinjem akun, nonton Sabtu malam, lapor lebih awal.
Terus bilang “Common sense. Gue kenal yang punya film dan gue tau valuenya, makanya gue taruh ke lu dulu, tapi lu missed.” dan “Berlaku buat semua, framework simpel.”
Hal yang paling bikin aku muak adalah pas banyak otokritik masuk soal “kasih tugas weekend”, “kasih SP tanpa prosedur jelas”, “maksa anak magang kerja di hari libur”, malah responnya sengak banget:
“Pasti kamu bukan top 3 uni jadi dikasi tugas weekend nangis.”
Like—What?!!
Argumentasinya sebatas degrading orang lain doang.
Terus di thread lain juga ada bilang “Lah gue business owner bukan HR”.
Kayaknya mindsetnya cuma “gue owner, gue yang atur, lo pada ga usah banyak bacot” doang ya?
Terus yang aneh dari masnya juga keliatan di sini: suka positioning diri sebagai mentor yang “ngajarin resilience” dan “ngasih mimpi”, tapi begitu ada sedikit delay atau ga sesuai ekspektasi “high agency”-nya, langsung kasih SP formal.
Framework high agency-nya secara teori oke, tapi diterapin ke anak magang/intern yang baru, dengan tugas yang bisa dibilang debatable (nonton film doang di weekend), plus dikasih pas Jumat malam, itu rasanya lebih ke power trip daripada leadership.
Belum lagi di post utamanya dia bilang “Gapake babibu cuk gue SP” sambil nyebutin “baru tau juga LK21 udah musnah dan filmnya gaada bajakan 😂”.
Seolah-olah mengharapkan internnya pake cara pintas ilegal.
Like—okay???
In conclusion, ini bukan contoh leadership yang bagus sih mas. Ini lebih ke boss yang suka kontrol, suka kasih warning formal buat hal kecil, suka dismiss kritik dengan “lo bukan dari top uni” atau “gue owner”, dan suka bikin teman-teman yang lagi magang merasa harus selalu “on” bahkan di weekend.
Power imbalance-nya itu loh gede banget, dan cara mengajarnya malah bikin orang takut salah daripada bener-bener berkembang.
It will only bring you compliance, not trust.
Oh God—may this kind of leader never find me.
surat dari menpanrb untuk ASN indonesia
- akui berat kerja asn:
- hadapi ekspektasi tinggi,
- harus tetap melayani meski capek atau ada masalah pribadi
- tegaskan kehadiran asn adalah amanah & ibadah,
- meski tak selalu dapat tepuk tangan/jadi berita
- ajak jadikan tantangan sebagai motivasi, bukan alasan mundur
- bangsa dibangun oleh yang tetap bertahan bekerja
- apresiasi asn yang bekerja diam-diam tanpa sorotan tapi dedikasinya luar biasa
- ajak terus jadi asn berakhlak, jaga integritas
- buktikan birokrasi bisa hadirkan harapan bagi masyarakat
“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Pelajaran dari Nadiem.
Sebaiknya, Pak Menteri di PU jangan ngajak ribut sama bawahannya.
Seperti mencopot direktur lalu melemparnya ke pelaksana. Bikin dia turun gaji 10 juta lebih.
ASN yg lain pasti kesel.
Nanti ga ada yang backup kalau kenapa-kenapa.
Di Indonesia
Orang bisa menghargai perbedaan pendapat.
Tapi ga akan toleran sama orang yang dianggap arogan.
Coba kelen cek kantor dan tongkrongan manapun.
Ga ada yang respek sama orang arogan apalagi norak.
S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek stabil.
Tapi rating ini bisa di di downgrade jika :
1.Utang bersih pemerintah naik secara konsisten lebih dari 3% terhadap PDB setiap tahun. Pada 2026, kenaikan utang bersih pemerintah diperkirakan mencapai 3,1% terhadap PDB.
2.Pembayaran bunga utang pemerintah terus berada di atas 15% dari total pendapatan negara dalam jangka panjang.
Ini memang sudah berada di atas batas perhatian S&P sebesar 15%. Namun, S&P memperkirakan rasio tersebut turun kembali di bawah 15% mulai 2028 karena pendapatan negara membaik dan suku bunga menurun. Jadi, poin kedua merupakan risiko paling nyata saat ini.
3.Pemasukan devisa dari ekspor melemah, sementara kebutuhan dolar untuk membayar impor dan utang luar negeri terus meningkat.Pertumbuhan ekspor turun dari 7,8% menjadi sekitar 5%. Masalah jangka pendeknya adalah biaya impor energi meningkat lebih cepat, khususnya minyak.
Sekarang di balik. Apa yang bisa dilakukan untuk menaikkan rating Indonesia. Menurut S&P ada beberapa cara :
1. Defisit APBN mengecil dari sekitar 3% menjadi mendekati 1% PDB.
2. Pendapatan negara meningkat, sehingga pemerintah tidak terlalu bergantung pada utang.
3. Beban bunga dan biaya pinjaman turun.
4. Rupiah lebih stabil.
5. Utang dan kebutuhan dolar dari luar negeri jauh lebih kecil dibandingkan pemasukan devisa dan cadangan devisa.
Prof @Abe_Mukti yg saya hormati,
Sekilas saya melihat anggukan Anda pada saat Presiden Republik Indonesia menanyakan dan atau mengkonfirmasi boleh tidaknya mengatakan bajingan di forum resmi kenegaraan.
Perkenankan saya bertanya kepada Anda sebagai pendidik dan tokoh agama, bukan sebagai pejabat negara: “Apakah anggukan (dan senyuman lebar serta terangkatnya dua lengan) itu adalah tanda persetujuan?”
Terima kasih.
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
dari newbie to newbie yg bru main LP di @MeteoraIDN :
(strategi yg gw pake adlh "fast in fast out" baca sampai selesai y abg2)
gw mau sharing nih setingan gmgn gw mungkin dibtuhkan utk tmn2 gw yg msih bru main LP (newbie)
1. Trending Table Settings gw bkin simple biar enak diliat.
2. Tema gw bkin fresh dan ngebantu mental gw agar ttp tenang, good vibes dan rileks krn greedy / nafsu musuh utama.
3. Filter gmgn gw sangat simple: age minimal 12 jam, minimal mc 1000k (1 jt market cap) maximal mc 15000k (15 jt marketcap), total fees 80 sol (ini penting). Udh cuma itu, utk lbih jelas bisa liat gambar
4. Untuk setingan didalam chart gw seperti ini (cek gambar), timeframe gw pake 15 menit, indikator gw pake supertrend dan ema, panel trades gw bikin disamping dan set view nya bundler biar gw bisa tau kira kira market mau di apain nih sama si bundlers2 itu.
5. Untuk bonus, gw biasa nyari bahan koin jg dari hot search (liat gambar) dan yg gw perhatikan adalah seberapa "hot" koin trsebut + price change nya spt apa.
(Tips)
gw main fast in fast out dn nyari cma 0.5% profit aja. Tetapi gw mainnya repetisi (berulang ulang), biasanya sehari bisa 30-50x posisi.
utk detail strat yg gw pakek nti gw bagiin klo byk yg komen "i love ronaldo"
GFT💸
Allan Gray Frontier Markets Equity Fund > JCI
Markets are volatile, but volatility is creating selective buying opportunities not reasons to panic. We ignore short term macro noise and focus on buying high-quality businesses trading well below intrinsic value.
Stay disciplined: Market sentiment is often wrong; valuation and business quality drive long-term returns.
Indonesia is interesting: Heavy foreign selling has created opportunities, but many stocks deserve their declines. Deep research is critical to separate value from value traps.
Best idea: Bought Indofood Sukses Makmur (INDF), which owns a dominant instant noodle franchise through Indofood CBP (>70% domestic market share). Trading at just over 5x earnings, offering attractive value for a cash-generative consumer business.
Portfolio actions: Added to existing holdings during weakness, initiated small positions in Mexico, Poland, and Türkiye, and trimmed Seplat Energy after strong gains.
The portfolio still trades at a significant discount to intrinsic value. Timing the rerating is impossible, but patient investors should be rewarded as fundamentals eventually outweigh market pessimism.
Lagi belajar LP? Yuk kenalin strategi-strategi yang ada! (NFA, selalu DYOR)
- Cukup safe for newbie -
1. Bid Ask and Chill -> pasang indikator supertrend, buka posisi bidask dari harga saat ini ke 10% dibawah supertrend. (timeframe 15 menit)
2. Drop and bidask -> entry saat harga turun 30-50% kebawah, pasang bidask sol sided
3. Lazy LP : Pasang posisi di koin yg fundamentalnya Anda percaya, DCA + menikmati fee dengan USDC side di SOL, HYPE, atau BTC. 🧵
En 1988, una mujer encontró un maletín viejo en el desván de su casa.
Dentro había fotos de cientos de niños y una lista larga de nombres.
Llevaba casi 50 años casada con aquel hombre. Y no tenía ni idea de lo que había hecho.
Untuk trader atau yang baru mulai, kalian bejo kalau masuk market saat ini. Karena ini bear market, walau belum sepenuhnya bottom kalau dalam konteks kripto.
Tapi kalian beruntung masuk di fase yang gak berisik. Dibandingkan bull market, bear market less manipulation and less hopium menurut gw. Kalau getol grinding, gw yakin kita semua saat bull nanti gak kena fumble. Atau saat tiba-tiba market regime switch, less exposure to kena humble market.
Karena bull market itu gila, lu lempar asal dan berapa aja jadi duit. Tapi pada akhirnya humbled, karena lu gak tau reasoning yang pas. Kita masuk karena fomo. Segala sesuatu yang didapatkan secara instan itu hilangnya juga bisa instan wkwk.